Peribahasa: orang

Peribahasa menggunakan kata orang

  • 2 pada mata orang lain
    =disegani (dihormati) orang
  • anak orang, anak orang juga
    =seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing juga
  • awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya
    =kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya
  • bagai orang kena miang
    =gelisah sekali karena mendapat malu
  • bagai rupa orang terkena beragih
    =bermuka masam karena rugi dan sebagainya (dalam perdagangan)
  • bak menanti orang dahulu, bak melalah orang kudian
    =melakukan sesuatu yang sia-sia
  • banyak orang banyak ragamnya
    =tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri
  • berat pada mata orang lain
    =disegani (dihormati) orang
  • berlidah di lidah orang
    =hanya menurut perkataan orang saja
  • bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut
    =hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati
  • bermulut di mulut orang
    =selalu meniru perkataan orang
  • bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang
    =orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya
  • biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya
    =kebijakan itu lebih utama daripada kekayaan
  • Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri.
    =Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik di negeri sendiri.
  • di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat
    =tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi
  • diserakkan padi awak diimbaukan orang lain
    =orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan
  • harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama
    =orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk
  • hidup di ujung gurung orang
    =orang yang hidup melarat
  • hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri (hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik jua di negeri kita)
    =sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri
  • isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita, pb orang lain mendapat senangnya
    =kita mendapat susahnya saja
  • kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang
    =apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain
  • kena kecipuk orang berbelut
    =terlibat dalam perkara orang lain
  • lain dulang lain kaki, lain orang lain hati
    =tiap-tiap orang berlainan kesukaannya
  • membawakan cupak ke negeri orang
    =memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang
  • memberi lauk kepada orang membantai
    =memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dan sebagainya)
  • menari (merentak) di ladang orang
    =bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain
  • Mengabui mata orang.
    =Menipu orang lain.
  • mengairi sawah orang
    =menguntungkan orang lain
  • mengajar orang tua makan dadih
    =mengajar orang yang lebih pandai
  • mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih
    =mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela
  • mengunyah orang bergigi
    =mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu
  • menunjukkan ilmu kepada orang menetak
    =nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya
  • menyandang lemang hangat orang
    =menderita akibat perbuatan orang lain
  • menyinggung mata bisul orang
    =mengenai apa yang paling sakit (peka) bagi seseorang
  • minta dedak kepada orang mengubik
    =minta pertolongan dan sebagainya kepada orang yang tidak punya
  • minum darah orang
    =banyak merugikan orang dengan mengambil keuntungan yang berlebih-lebih darinya
  • misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang
    =rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut
  • mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak
    =rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain
  • orang berdendang di pentasnya
    =orang laki-laki berkuasa dalam rumah tangganya
  • orang berdendang di pentasnya
    =orang berkuasa di rumahnya masing-masing
  • orang berdendang di pentasnya, orang beraja di hatinya
    =menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing
  • orang bini-binian beranak tak boleh disuruh
    =pekerjaan yang tidak tetap selalu mendatangkan rugi
  • orang dahaga diberi air
    =menolong orang yang kesusahan
  • orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi
    =mendapat apa yang sangat diinginkan
  • orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba
    =orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat keuntungan kecil saja
  • orang mengantuk disorongkan bantal
    =memperoleh apa yang diinginkannya
  • orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan
    =(untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah
  • orang ombak
    =orang yang tingkah lakunya sangat gelisah (seperti orang yang hampir mati)
  • orang penggamang mati jatuh
    =siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya
  • orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya
    =dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita
  • orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang
    =kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari
  • orang tua diajar makan pisang
    =orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari
  • padi selumbung dimakan orang banyak
    =penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu
  • pejatian awak, kepantangan orang
    =berselisih pendapat dengan orang banyak'
  • pencarak benak orang
    =orang yang suka mengambil milik orang lain dengan cara yang lalim
  • pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita (berkenaan dengan orang cerdik pandai)
    =jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya
  • sebagai orang mabuk gadung
    =rupa seseorang yang lemah dan pucat karena mengidap penyakit
  • seperti menanti orang dahulu, mengejar orang kemudian
    =perbuatan yang sia-sia
  • seperti orang kecabaian
    =sangat gelisah (tidak tenang duduknya dan sebagainya)
  • seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak
    =seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah
  • sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya
    =orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam
  • tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta
    =bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
  • tidak ada orang menggaruk ke luar badan
    =biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan
  • tidak dibawa orang sehilir semudik
    =tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat'

Penjelasan menggunakan kata orang

  • 2 anak, sindir menantu
    =menyindir seseorang dengan mengata-ngatai atau memarahi orang lain
  • ada gula ada semut
    =di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang
  • ada padi segala menjadi
    =orang kaya dapat mencapai apa yang diinginkannya
  • adakah buaya menolak bangkai
    =orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan
  • adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya
    =orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik
  • adat teluk timbunan kapal
    =biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dan sebagainya) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dan sebagainya)
  • Adigang, adigung, adiguna
    =Mengandalkan kekuatan, kekuasaan dan kepintarannya. Ungkapan ini biasanya ditujukan pada orang yang sok.
  • air beriak tanda tak dalam
    =orang yang banyak cakap (sombong dan sebagainya ), biasanya kurang ilmunya
  • air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga
    =biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya'
  • air tenang (biasa) menghanyutkan
    =orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya
  • air tenang menghanyutkan
    =orang yang pendiam, tetapi banyak pengetahuannya
  • akal akar berpulas tak patah
    =orang yang sudah pandai tidak mudah kalah dalam perbantahan
  • alah limau oleh benalu
    =orang yang lama terdesak oleh orang yang baru
  • anak dipangku dilepaskan, beruk dalam rimba disusukan (disusui)
    =selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan
  • Anak polah bapa kepradah
    =Tingkah lakunya anak jadi tanggung jawab orang tua. Jika anak bertingkah, maka nama orang tua akan ikut terbawa.
  • Anggenthong umos (bocor/rembes)
    =Orang yang tidak bias menyimpan rahasia.
  • angkuh terbawa, tampan tinggal
    =baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kepada orang yang pesolek)
  • anjing ditepuk menjungkit ekor
    =orang hina (bodoh, miskin, dan sebagainya) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong
  • anjing menyalak di ekor (pantat) gajah
    =orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa
  • antah berkumpul sama antah, beras bersama beras
    =setiap orang selalu mencari orang yang setingkat atau sederajat
  • apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar
    =tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)
  • apa yang kurang pada belida, sisik ada tulang pun ada
    =orang yang berkecukupan, tidak ada yang kurang padanya
  • arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih
    =tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi
  • asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan
    =tabiat orang tidak akan berubah
  • Asu belang kalung wang
    =Orang dari kalangan bawah, tidak berpendidikan tinggi, tapi memiliki banyak harta.
  • Asu gedhe menang kerahe
    =Orang berpangkat tinggi wajar jika memiliki kekuasaan yang besar.
  • awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya
    =kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya
  • ayam itik raja pada tempatnya
    =setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya
  • babi merasa gulai
    =menyama-nyamai orang besar (kaya)
  • bagai balam dengan ketitir
    =perihal dua orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya
  • bagai bertanak di kuali
    =bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri
  • bagai dientak alu luncung
    =dialahkan oleh orang lemah (bodoh)
  • bagai empedu lekat di hati
    =sangat karib, tidak terceraikan (tentang persahabatan, orang berkasih-kasihan, dan sebagainya)
  • bagai ikan kena tuba
    =banyak orang sakit atau mati dalam sebuah kampung (negeri)
  • bagai langau di ekor gajah
    =selalu tunduk kepada kemauan orang besar atau orang pandai
  • bagai pahat, tidak ditukul tidak makan
    =orang yang mau bekerja apabila diperintah
  • bagai pimping di lereng
    =orang yang tidak berpendirian tetap'
  • bagai serdadu pulang baris
    =orang yang kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya
  • bagai tikus membaiki labu
    =orang yang mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya
  • Bagaikan abu di atas tanggul
    =Orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.
  • Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi
    =Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.
  • bagaimana ditanam begitulah dituai
    =tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya
  • bajak selalu di tanah yang lembut
    =orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah
  • Balilu tan pinter durung nglakoni
    =Orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang suatu hal, meskipun sering menjalaninya, masih kalah pandai dengan orang yang memiliki pengetahuan, meski tidak pernah menjalaninya.
  • banyak orang banyak ragamnya
    =tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri
  • barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya
    =siapa yang berniat (berbuat) jahat thd orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri
  • Bathok bolu isi madu
    =Orang dari kalangan bawah tapi kaya ilmu pengetahuan.
  • Bebek mungsuh mliwis
    =Orang pandai berhadapan dengan lawan yang setara.
  • belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam
    =sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai
  • belalang hendak menjadi elang
    =orang bodoh (hina) berlaku seperti orang pandai (terhormat)
  • belum tegak hendak berlari
    =lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahi
  • berani sendok pengedang, air hangat direnanginya
    =perihal orang berani, tetapi bodoh
  • berapa 2 mata memandang, 2 juga bahu memikul
    =betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dan sebagainya)
  • berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul
    =betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dan sebagainya)
  • berebut buluh hanyut, tangan luka buluh tak dapat
    =dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya'
  • berebut temiang hanyut, tangan luka temiang tak dapat
    =dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya'
  • berhakim kepada beruk
    =minta keadilan (pertimbangan) kepada orang yang rakus
  • beriak tanda tak dalam, berguncang tanda tak penuh
    =orang yang suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya
  • berkata-kata dengan lutut
    =berkata-kata dengan orang bodoh
  • berkemudi di haluan, bergilir ke buritan
    =orang yang menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya
  • berkocak tanda tak penuh
    =orang yang banyak bicara menandakan kurang pengetahuannya
  • berlayar atas angin
    =mendapat bantuan atau sokongan orang lain
  • berlayar bernakhoda, berjalan dengan yang tua
    =setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yang ahli atau yang berpengalaman
  • berlidah di lidah orang
    =hanya menurut perkataan orang saja
  • bernapas ke luar badan
    =lebih percaya pada pendapat orang lain daripada percaya pada pendapat sendiri
  • berniaga di ujung lidah
    =orang pandai yang tidak jujur
  • bersandar di lemang hangat
    =berlindung kepada orang yang jahat (zalim dan sebagainya)
  • bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang
    =orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya
  • berserah berkabilan
    =sudah memercayakan sesuatu kepada orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)'
  • bersutan di mata beraja di hati
    =orang yang suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang
  • bertandang ke surau
    =bertamu ke rumah orang dengan tidak mendapat jamuan apa-apa
  • bertemu muka dengan tedung
    =bertemu (berharap-harap) antara dua orang yang sama-sama kuat (pandai)
  • bertemu teras dengan beliung
    =dua orang bertengkar yang sifatnya sama-sama keras
  • bertitah lalu sembah berlaku
    =jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga
  • bertukar sepah
    =tanda percintaan yang mendalam antara dua orang kekasih
  • besar berudu di kubangan, besar buaya di lautan
    =tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing
  • besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya)
    =orang yang besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada
  • biduk lalu, kiambang bertaut
    =orang yang berkelahi atau bertengkar yang akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tentang orang ramai berkumpul)
  • bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar
    =cela (kesalahan, keburukan, dan sebagainya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu
  • bukan budak makan pisang
    =bukan orang yang dapat dipermainkan (ditipu)
  • bukan tanahnya menjadi padi
    =bukan tampannya yang akan menjadi orang baik-baik
  • bukit jadi paya
    =orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)
  • bumi mana yang tak kena hujan
    =setiap orang berbuat salah
  • bungkuk baru betul, (buta baru celik)
    =orang hina (miskin) yang menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yang bukan-bukan
  • Buntel kadut, ora kinang ora udud
    =Orang yang bekerja secara borongan tidak mendapat makan dan rokok. Maksudnya orang yang bekerja dengan sistem borongan jarang yang mendapatkan tip/bonus. Entah itu berupa makanan/camilan atau sekedar
  • buruk muka cermin dibelah
    =menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yang salah, bodoh, dan sebagainya
  • busuk kerbau, jatuh berdebuk
    =perbuatan yang kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga
  • Busuk ketekuk, pinter keblinger
    =Orang bodoh ataupun pandai suatu saat sama-sama akan mengalami kesialan/keusulitan.
  • busut juga yang ditimbun anai-anai
    =1 yang biasa bersalah juga yang dituduh orang dalam suatu kejahatan
  • cacing hendak menjadi naga
    =orang hina hendak menyamai orang besar
  • cacing menjadi ular naga
    =orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)
  • cakap berlauk (-lauk ), makan dengan sambal lada
    =cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan'
  • Cedhak celeng boloten
    =Jika bersanding dengan orang yang buruk kelakuannya maka akan ikut terbawa.
  • Cedhak kebo gupak
    =Jika bersanding dengan orang yang buruk kelakuannya maka akan ikut terbawa.
  • condong ditumpil, lemah diaduk
    =orang yang dalam kesulitan uang dan sebagainya diberi pertolongan
  • Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake
    =Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus.
  • Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri.
    =Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik di negeri sendiri.
  • datang tak berjemput, pulang tak berhantar
    =perihal orang yang tidak diindahkan
  • datang tampak muka, pulang tampak punggung
    =hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dari rumah orang
  • dekat mencari indu, jauh mencari suku, pb jika merantau ke tempat yang dekat
    =kita mencari indu (orang yang seketurunan dengan kita ), tetapi kalau kita merantau ke tempat yang jauh, kita mencari orang yang satu suku saja dengan kita sudah cukup
  • Di alas bagai memengat.
    =Kalau berkata pikirlah dahulu baik buruknya agar tak dicela oleh orang lain.
  • di mana pinggan pecah, di sana tembikar tinggal
    =di mana orang meninggal di situ dikuburkan
  • di mana ranting dipatah, di situ air disauk
    =setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya
  • di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat
    =tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi
  • diberi kuku hendak mencengkam
    =baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain
  • diberi sejari hendak setelempap
    =orang yang diberi sedikit ingin lebih banyak lagi'
  • dibuat karena Allah, menjadi murka Allah
    =dilakukan dengan maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik
  • dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa
    =orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi
  • dientak alu luncung
    =dikalahkan oleh orang bodoh
  • diiringkan menyepak, dikemudiankan menanduk
    =serba menyu-sahkan orang (msl tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)
  • dikerkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung
    =selalu hendak membalas kepada orang yang berbuat jahat'
  • dimakan tikus
    =cak dicuri orang sedikit demi sedikit
  • diserakkan padi awak diimbaukan orang lain
    =orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan
  • dalam rumah membuat rumah
    =mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pada orang lain
  • Dudu sanak dudu kadang yen mati melu kelangan.
    =Meskipun orang lain dan bukan anggota keluarga namun ketika meninggal sangat kehilangan.
  • emping berantah
    =orang yang kebal tidak mempan benda tajam (besi dan sebagainya)
  • gajah berjuang sama gajah, pelanduk (kancil) mati di tengah-tengah
    =jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yang celaka
  • gajah mati karena gadingnya
    =orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulan (tabiatnya atau perbuatannya)
  • gajah mati tulang setimbun
    =orang kaya (besar dan sebagainya) mati, banyak peninggalannya
  • garam di kulumnya tak hancur
    =orang yang pandai menyimpan rahasia
  • gayung tua, gayung memutus
    =perkataan orang tua-tua biasanya benar
  • gunung juga yang dilejang panas
    =1 biasanya orang yang sudah kaya yang mendapat untung atau bertambah kaya
  • hanyut dipintasi, lulus diselami, hilang dicari
    =menolong orang pada waktu kesusahan
  • harimau ditakuti karena giginya
    =orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang karena kekuasaan dan pangkatnya
  • harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama
    =orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk
  • harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading
    =orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati
  • harimau mengaum takkan menangkap
    =orang yang mengancam dan sebagainya dengan perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa
  • harimau menunjukkan belangnya
    =orang yang memperlihatkan kekuasaannya
  • hati bak serangkak dibungkus
    =orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya'
  • hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan
    =tidak mau kalah dengan orang lain
  • hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai
    =orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai
  • hendak berminyak-minyak air
    =memuji-muji seseorang sesudah orang itu difitnah dan dicemarkan namanya
  • hendak mulia bertabur urai
    =jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir
  • hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong
    =orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah dan yang patut susah berdiam diri
  • hidup di ujung gurung orang
    =orang yang hidup melarat
  • hidup dikandung adat, mati dikandung tanah
    =selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat
  • hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing
    =perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan
  • hidup seperti musang
    =tentang orang jahat (pencuri) yang pada siang hari tidak kelihatan tetapi pada malam hari merayap mencari mangsanya
  • hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah
    =orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain
  • hilang di mata di hati jangan
    =biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yang ditinggalkan
  • hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang
    =orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang
  • hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya
    =orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan
  • hujan berbalik ke langit
    =orang berkuasa (pandai, kaya, dan sebagainya) minta tolong kepada orang yang lemah (bodoh, miskin, dan sebagainya)
  • hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri (hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik jua di negeri kita)
    =sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri
  • hujan menimpa bumi
    =kita tidak dapat melepaskan diri dari perintah orang yang berkuasa
  • hujan tempat berteduh, panas tempat berlindung
    =orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak
  • ikhtiar menjalani untung menyudahi
    =orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kepada nasib)
  • jadi bumi langit
    =menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan
  • jaras dikatakan raga jarang
    =mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga'
  • jejak-jejak bara
    =hampir-hampir sampai (seperti orang bergantung yang kakinya hampir-hampir mencecah tanah)
  • jika benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau
    =orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga
  • kadok naik junjung
    =orang hina (miskin dan sebagainya) merasa mulia (kaya dsb)'
  • kalau getah meleleh, kalau daun melayang
    =dalam keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yang selalu dekat pada kita, sedangkan orang lain akan menjauh
  • kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang
    =apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain
  • kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri
    =orang yang pandai meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik
  • kapal besar ditunda jongkong
    =orang berkuasa yang menurut perintah orang kecil
  • karam berdua basah seorang
    =dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yang kena hukum
  • karam berdua, basah seorang
    =dua orang berbuat salah, seorang saja yang kena hukum
  • karam sambal oleh belacan
    =mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaan atau yang dikasihi
  • katak hendak jadi lembu
    =orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dan sebagainya)
  • ke hulu menongkah surut, ke hilir menongkah pasang
    =orang yang selalu sial
  • ke mana kelok lilin, ke sana kelok loyang
    =tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain
  • ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap
    =anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya
  • Kebat kliwat gancang pincang.
    =Orang yang bertindak tidak hati-hati maka akan celaka.
  • keledai hendak dijadikan kuda
    =orang bodoh hendak disamakan dengan orang pandai'
  • kena kecipuk orang berbelut
    =terlibat dalam perkara orang lain
  • kena sepak belakang
    =tertipu oleh perbuatan orang yang tidak mau berterus terang atau yang tidak jujur
  • kepala sama ~, pendapat berlain-lainan
    =setiap orang berlainan pendapatnya
  • kepala sama hitam (berbulu ), pendapat berlain-lain
    =tiap orang berlain-lain pendapatnya
  • kerbau punya susu, sapi punya nama
    =seseorang yang membuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat pujian
  • kerbau runcing tanduk
    =orang yang telah terkenal kejahatannya
  • kesat daun pimping
    =dikatakan kepada orang yang tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)
  • ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul
    =orang yang memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan seperti yang dinasihatkannya itu
  • kita semua mati, tetapi kubur masing-masing
    =lain orang lain pikirannya
  • karena mata buta, karena hati mati
    =orang yang menurutkan hawa nafsunya akhirnya binasa
  • karena pijat-pijat mati tuma
    =mendapat (ke)celaka(an) karena berteman dengan orang jahat atau karena (ke)salah(an) orang lain'
  • kuat burung karena sayap
    =tiap-tiap orang memiliki kekuatannya (kemampuannya)
  • kuat ikan karena radai (kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit)
    =tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri
  • kuat sepit karena kempa
    =orang kuat dalam suatu perkara karena ada yang menolong di belakangnya
  • kuda pelejang bukit
    =orang yang menjadi kaki tangan (alat, perkakas) orang lain
  • kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak
    =kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan
  • lain bengkak, lain bernanah
    =seseorang yang bersalah, orang lain yang menanggung atau menderita akibatnya
  • lain bengkak, lain menanah
    =lain orang yang bersalah, lain pula orang yang menerima hukuman'
  • lain dulang lain kaki, lain orang lain hati
    =tiap-tiap orang berlainan kesukaannya
  • laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan
    =orang lain ditolong, tetapi keluarga sendiri ditelantarkan
  • laksana apung-apung di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi
    =orang yang belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dalam mengadu untung
  • laksana bunga dedap, sungguh merah berbau tidak
    =orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa
  • laut madu berpantaikan sakar (gula)
    =perkataan yang manis keluar dari mulut orang yang baik rupanya'
  • lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai
    =seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil
  • lewat dari manis, masam, lewat dari harum, busuk
    =perihal orang yang mula-mula berkasih-kasihan sangat mesra, tetapi kemudian, selalu berselisih dan bertengkar
  • licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang
    =sindiran untuk merendahkan orang yang angkuh karena harta atau barang yang dipinjam
  • lihat anak, pandang menantu
    =pekerjaan (hal dan sebagainya) hendaklah ditimbang, di samping baik bagi diri sendiri hendaknya baik juga bagi orang lain
  • lonjak bagai labu dibenam
    =orang yang sombong
  • lubuk dalam, si kitang yang empunya
    =setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri
  • lulus tidak berselam, hilang tidak bercari
    =orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong
  • lunak disudu, keras ditekik
    =waktu memberi perintah (menguasai ), orang yang halus diperlakukan dengan cara halus, orang yang membantah diperlakukan dengan keras'
  • lupak jadi perigi
    =naik derajat (kedudukan) seperti orang miskin menjadi kaya
  • lurus bagai piarit
    =orang yang tampak baik, tetapi berhati jahat'
  • mabuk di enggang lalu
    =sangat tertarik hatinya kepada orang yang belum dikenal
  • makan bersabitkan
    =orang yang senang, tiada bekerja dan dapat makan minum yang cukup, msl dari istri yang kaya dan pemurah
  • makan hati berulam jantung
    =dikatakan kepada orang yang sangat bersedih hati
  • makan sudah terhidang, jamu belum jua datang
    =gadis yang telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yang datang meminangnya
  • makan upas berulam racun
    =orang yang dalam kesusahan dan duka cita karena diliputi marabahaya yang besar
  • malang celaka Raja Genggang, anak terbeli tunjang hilang
    =hal orang yang malang, waktu diperoleh maksud yang kedua, yang sudah di tangan hilang pula
  • maling berteriak maling
    =mendahului orang menyerahkan suatu kesalahan (kejahatan) supaya tidak dituduh orang
  • malu kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing)
    =tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh
  • malu tercoreng pada kening
    =malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak
  • manis daging
    =orang yang biasa dituduh melakukan salah satu kejahatan, padahal ia tidak bersalah
  • manis seperti gula derawa, (manis bagai gula jawa)
    =berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya
  • manusia mati meninggalkan nama (harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading)
    =orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang
  • manusia mengikhtiarkan, Allah menakdirkan
    =ikhtiar atau akal budi ada di tangan manusia, jadi orang harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai tujuannya, tetapi berhasil tidaknya usaha itu bergantung pada takdir Tuhan
  • manusia tertarik oleh tanah airnya, anjing tertarik oleh piringnya
    =orang yang berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yang bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi
  • masak di luar mentah di dalam
    =orang yang kelihatan baik pada lahirnya, tetapi hatinya jahat
  • masuk tak genap, keluar tak ganjil
    =orang yang tidak berharga dalam masyarakat
  • mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa pera-saan (seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul)
    =berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya
  • mati dicatuk katak
    =orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah
  • mati semut karena gula (manisan)
    =orang yang mendapat bencana (tertipu dan sebagainya) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan
  • mayang menolak seludang
    =melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil
  • melepaskan anjing terjepit
    =menolong orang yang tidak tahu membalas budi
  • melonjak badar, melonjak gerundang
    =meniru-niru lagak (cara hidup) orang besar atau orang kaya
  • meludah ke langit, muka juga yang basah
    =melawan atau membantah orang yang berkuasa, akhirnya sendiri yang mendapat kesusahan atau kesulitan
  • membalik-balik mayat di kubur
    =menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal
  • membangkit batang terendam
    =mengangkat kembali nama orang yang sudah lama hilang dari ingatan
  • memberi lauk kepada orang membantai
    =memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dan sebagainya)
  • membuang bunga ke jirat
    =berbuat baik kepada orang yang tidak tahu membalas budi
  • membuang garam ke laut
    =melakukan suatu pekerjaan yang tidak ada gunanya (seperti memberi sesuatu kepada orang kaya)
  • memperlapang kandang musang, mempersempit kandang ayam
    =memberi kesempatan baik kepada orang yang bermaksud jahat
  • mempertinggi semangat anjing
    =memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)
  • menabur (menanam) biji atas batu
    =sia-sia belaka, seperti memberi nasihat kepada orang yang tidak mau mengindahkan
  • menabur bijan ke tasik
    =sia-sia saja (seperti berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tahu membalas budi)
  • menahan jerat di tempat genting
    =mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain
  • menambak gunung menggarami laut
    =memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya
  • menambak gunung, menggarami air laut
    =memberi bantuan kepada orang yang sama sekali tidak perlu dibantu
  • menampalkan kersik ke buluh
    =menasihati orang dengan sia-sia saja (tidak dituruti)
  • menangis daun bangun-bangun hendak sama dengan hilir air
    =perbuatan yang sia-sia hendak menyamai orang lain yang melebihi dirinya
  • menari (merentak) di ladang orang
    =bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain
  • mencabik baju di dada
    =menceritakan aib (sendiri) kepada orang lain
  • mencampakkan batu ke luar
    =lebih suka berbuat baik kepada orang lain daripada kepada keluarga sendiri
  • mencencang lauk tengah helat
    =membukakan rahasia sendiri di hadapan orang banyak
  • mendebik mata parang
    =menentang orang yang berkuasa
  • menebas buluh serumpun, pb merusak seluruh nama keluarga: macam buluh dibakar (diperun)
    =ramai dan cepat (tentang orang bercakap-cakap)
  • menepak nyamuk menjadi daki
    =melawan orang yang lemah tidak akan mendapat nama baik
  • menepik mata pedang
    =melawan orang yang berkuasa
  • Mengabui mata orang.
    =Menipu orang lain.
  • mengail berumpan, berkata bertipuan
    =kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya
  • mengairi sawah orang
    =menguntungkan orang lain
  • mengajar orang tua makan dadih
    =mengajar orang yang lebih pandai
  • mengambil bungkal kurang
    =merasa tersinggung oleh perkataan orang lain
  • mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih
    =mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela
  • mengepit kepala harimau
    =menakut-nakuti orang lain
  • menggaut laba dengan siku
    =selalu hendak mencari untung banyak, tidak peduli apakah orang lain akan menderita karena perbuatannya itu
  • menggeriak bagai anak nangui
    =orang yang beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah'
  • mengisap (mencarak, mencucup) benak
    =terlalu banyak mengambil keuntungan dari orang lain (mengisap darah)
  • mengunyah orang bergigi
    =mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu
  • menunjukkan ilmu kepada orang menetak
    =nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya
  • menyandang lemang hangat orang
    =menderita akibat perbuatan orang lain
  • menyimpan embacang busuk
    =menyimpan rahasia yang sudah diketahui orang banyak (rahasia umum)
  • merdesa (di) perut kenyang
    =adat yang halus hanya dapat dilakukan apabila orang berkecukupan atau kaya'
  • meremas santan di kuku
    =meminta sesuatu kepada orang yang tidak punya (menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh)
  • miang tergeser kena miang, terlanggar kena rabasnya
    =dikatakan kepada orang yang berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya
  • Mikul duwur mendhem jero.
    =Anak yang bisa menjunjung nama baik kedua orang tuanya.
  • minta dedak kepada orang mengubik
    =minta pertolongan dan sebagainya kepada orang yang tidak punya
  • minum darah orang
    =banyak merugikan orang dengan mengambil keuntungan yang berlebih-lebih darinya
  • minum serasa duri, makan serasa lilin, tidur tak lena, mandi tak basah
    =hal orang yang sangat bersusah hati sehingga segala sesuatunya tidak berasa enak
  • minyak dengan air adakah (bolehkah) bercampur? (minyak dan air masa sama)
    =orang yang bermusuhan atau yang tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu
  • mudah juga pada yang ada, sukar jua pada yang tidak
    =pada orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya sedangkan pada yang miskin segalanya susah
  • muka bagai ditampar dengan kulit babi
    =hal orang yang tidak tahu malu
  • Mulat salira, hangrasa wani.
    =Sebelum bertindak harus tahu diri, dipikir dengan jernih, tidak sembrono, supaya tidak mengecewakan orang lain. Jika merasa mampu maka bertindak, namun jika tidak mampu harus berani mengatakan tidak.
  • mulut bajan boleh ditutup, mulut manusia tidak
    =rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan kepada orang karena mulut manusia tidak dapat ditutup
  • mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak
    =rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain
  • mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap
    =jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi
  • mulut manis mematahkan tulang
    =perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)
  • musang berbulu ayam
    =orang jahat berlaku sebagai orang baik
  • Nabok nyilih tangan.
    =Orang yang bertindak kejahatan namun melalui orang lain.
  • neraca palingan bungkal, hati palingan Tuhan
    =pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah
  • Ngluruk tanpa bala, sugih tanpa bendha menang tanpa ngasorake.
    =Orang yang kaya ilmu.
  • Ngundhuh wohing pakarti.
    =Setiap orang akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya.
  • nibung bangsai bertaruk muda
    =orang tua yang bertingkah laku seperti anak muda
  • nyamuk mati gatal tak lepas
    =menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum
  • Ojo golek wah, mengko dadi owah.
    =Jangan melakukan suatu pekerjaan dengan didasari dengan niat mencari perhatian orang atau mendapatkan pujian melainkan lakukanlah dengan niat baik dan ketulusan.
  • orang berdendang di pentasnya
    =orang laki-laki berkuasa dalam rumah tangganya
  • orang berdendang di pentasnya
    =orang berkuasa di rumahnya masing-masing
  • orang dahaga diberi air
    =menolong orang yang kesusahan
  • orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba
    =orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat keuntungan kecil saja
  • orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan
    =(untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah
  • orang ombak
    =orang yang tingkah lakunya sangat gelisah (seperti orang yang hampir mati)
  • orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya
    =dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita
  • orang tua diajar makan pisang
    =orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari
  • pacet hendak menjadi ular
    =orang hina (miskin) berlaku sebagai orang besar (kaya)
  • pagar makan padi
    =orang yang merusakkan barang yang diamanatkan kepadanya
  • pagar makan tanaman
    =orang yang merusakkan barang yang diamanatkan (dititipkan) kepadanya
  • pak si bendul
    =orang yang picik pandangannya atau pandir
  • pantang kutu dicukur, pantang manusia dihinakan
    =tiada orang yang mau dihinakan
  • parang gabus menjadi besi
    =orang yang lemah menjadi orang yang kuat
  • pasar jalan karena diturut, lancar kaji karena diulang
    =orang dapat mahir sesudah kerap kali mengerjakan sesuatu'
  • pejatian awak, kepantangan orang
    =berselisih pendapat dengan orang banyak'
  • pekak pembakar meriam
    =tiap-tiap orang ada gunanya
  • pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk
    =orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya
  • pencarak benak orang
    =orang yang suka mengambil milik orang lain dengan cara yang lalim
  • pendekar elak jauh
    =orang yang sangat hati-hati dan senantiasa bersiap mengelakkan bahaya yang mengancam,<
  • pengaduan berdengar, salah bertimbang
    =keluh kesah mendapat perhatian dari orang yang berkuasa
  • pijat-pijat menjadi kura-kura
    =orang hina (bodoh) yang menjadi orang besar
  • pipit meminang anak enggang
    =orang miskin (berderajat rendah) meminang orang kaya (berderajat tinggi dan sebagainya)
  • pipit menelan jagung
    =mendapat kesusahan karena hendak menyamai orang kaya (besar dan sebagainya)
  • potong hidung rusak muka
    =orang yang berbuat kurang baik thd keluarga sendiri akan beroleh malu juga
  • pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga
    =orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah
  • pucuk layu disiram hujan
    =orang susah mendapat kesenangan
  • pukul anak menyindir menantu
    =mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan-perkataan itu ditujukan kepada orang lain
  • pukul anak sindir menantu
    =mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan itu ditujukan kepada orang lain
  • pukul anak, sindir menantu
    =menyindir seseorang dengan mengata-ngatai atau memarahi orang lain
  • punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga
    =sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga
  • punggur rebah belatuk menumpang mati
    =jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dan sebagainya) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya'
  • punggur rebah, belatuk menumpang mati
    =bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya
  • Pupuran sadurunge benjut.
    =Orang yang berhati-hati sebelum mendapat celaka.
  • ramai beragam, rimbun menyelara
    =setiap orang mempunyai pendapat dan kegemaran masing-masing
  • rambut sama hitam hati masing-masing
    =tiap-tiap orang mempunyai pendapat yang berlainan
  • rambut sama hitam, hati masing-masing
    =setiap orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing
  • rasa tak mengapa hidung dikeluani
    =orang yang kurang pikir atas sesuatu yang terjadi pada dirinya sehingga mendapat susah juga
  • rasam minyak ke minyak, rasam air ke air
    =orang mencari (kembali kepada) golongannya masing-masing
  • rebung tak miang, bemban pula miang
    =orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yang patut susah malahan berdiam diri
  • rebung tidak jauh dari rumpun
    =tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya
  • rezeki elang tak akan dapat (dimakan) oleh musang (burung pipit)
    =setiap orang ada keuntungannya masing- masing
  • rusak anak oleh menantu
    =orang yang kita kasihi merusakkan harta yang kita berikan kepadanya
  • rusak bangsa oleh laku
    =biarpun orang berbangsa tinggi, kalau berkelakuan buruk, keturunannya yang tinggi itu tidak akan dihargai orang
  • Sabaya pati sabaya mukti.
    =Orang yang menikah dan menjalani kehidupan susah maupun senang bersama maka akan mendapatkan kebahagiaan bersama pula.
  • satu sangkar dua burung
    =dua orang perempuan sama-sama menghendaki seorang laki-laki
  • sebagai kera belanda dapat canggung
    =merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan
  • sebagai pancang diguncang arus
    =orang yang tidak tetap pendiriannya
  • sebaik-baiknya hidup teraniaya
    =sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya
  • sebuah lesung ada seekor ayam jantannya (atau pemimpinnya)
    =tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain
  • sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang
    =jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga
  • sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai kain
    =hal perbuatan orang yang sabar dan tidak lekas putus asa, sedikit demi sedikit lama-lama berhasil juga
  • seidas bagai benang, sebentuk bagai cincin
    =dua orang yang sejodoh benar
  • sekerat ular sekerat belut
    =orang yang bermuka dua (ikut ke sana kemari)
  • sembunyi tuma (kepala tersuruk) ekor kelihatan
    =merasa tidak ada yang mengetahui, tetapi sebenarnya sudah diketahui orang banyak
  • sendok berdengar-dengar, nasi habis budi dapat
    =karena pekerjaan dilakukan kurang hati-hati, akhirnya mendapat malu karena rahasia terbuka kepada orang lain
  • senjata makan tuan
    =sesuatu yang direncanakan untuk mencelakakan orang lain, tetapi berbalik mengenai diri sendiri
  • seorang budi-budian, seorang tabung seruas
    =dua orang yang sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)
  • seorang makan nangka, semua kena getahnya
    =seorang yang berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya
  • sepandai-pandai tupai melompat, sekali gawal juga
    =sepandai-pandai orang, ada kalanya ia salah (keliru) juga'
  • sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu gawal juga
    =sepandai-pandai orang, sekali-sekali keliru juga
  • Seperti abu di atas angin.
    =Menggantung diri kepada orang yang berkuasa.
  • serigala berbulu domba
    =orang yang kelihatannya bodoh dan penurut, tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang
  • setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan
    =sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga
  • siapa yang gatal, dialah yang menggaruk
    =orang yang berkehendak (ingin ), dialah yang harus berbuat sendiri
  • singkat tidak terluas, panjang tidak terkerat
    =tiap-tiap orang akan mati apabila telah sampai ajalnya
  • seperti batang mengkudu, dahulu dengan bunga
    =perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya itu'
  • seperti Belanda kesiangan
    =orang yang meniru-niru sikap Belanda (pada zaman penjajahan)
  • seperti Belanda minta tanah
    =perihal orang yang tamak, diberi sedikit hendak banyak, diberi banyak hendak semuanya
  • seperti buah kedempung, di luar berisi di dalam kosong
    =orang yang sombong (banyak cakap ), padahal tidak ada kelebihannya'
  • seperti durian dengan mentimun
    =orang yang lemah (miskin, bodoh) melawan orang yang kuat (kaya, pandai)<
  • seperti gajah masuk kampung
    =orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hati di dalam lingkungan orang yang lemah
  • seperti gerundang yang kekeringan
    =orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya
  • seperti harimau menyembunyikan kuku
    =(ungkapan untuk) orang yang menyembunyikan kepandaiannya dan sebagainya
  • seperti kepiting tidak tahu bungkuknya (sebagai udang tak tahu bungkuknya)
    =orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya
  • seperti lebah, mulut membawa madu, pantat membawa sengat
    =orang yang manis tutur katanya, tetapi berbahaya (jahat)
  • seperti memegang tali layang-layang
    =orang berkuasa (kaya) yang dapat berbuat sekehendak hatinya thd orang lemah
  • seperti mentimun dengan durian
    =perlawanan yang tidak sebanding (antara orang lemah dan orang kuat, orang bodoh dan orang pandai)
  • seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak
    =seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah
  • seperti pinang dibelah dua
    =(dua orang yang) serupa benar
  • seperti pipit menelan jagung
    =hendak menyama-nyamai orang yang tinggi pangkatnya (martabatnya dsb)'
  • seperti sebuah biji tersesat dalam rumput
    =1 orang yang hina tidak kelihatan oleh orang
  • seperti tikus jatuh di beras
    =ibarat orang yang mendapat pekerjaan yang menguntungkan dan tidak ingin meninggalkan pekerjaan itu lagi
  • seperti tikus masuk perangkap
    =orang yang sudah kehilangan akal
  • seperti tikus masuk rumah
    =orang yang kecewa karena tidak terpenuhi harapannya
  • seperti toman makan anak
    =orang yang berbuat cabul (sumbang)'
  • suarang ditagih, sekutu dibelah
    =harta milik bersama atau persekutuan dibagi sebagaimana mestinya apabila suami istri atau orang berekanan bercerai atau berpisah
  • sudah arang-arang hendak minyak pula
    =sesudah dicemarkan nama seseorang, hendak bermanis-manis pula kepada orang itu
  • sudah beruban baru berguam
    =dikatakan kepada orang tua yang tingkah lakunya seperti orang muda
  • sudah masuk angin
    =perihal suatu perkara yang sudah dicampuri orang lain sehingga tidak benar lagi
  • sudah panas berbaju pula
    =orang yang sedang dalam keadaan susah bertambah susah karena peristiwa yang menimpanya
  • sudah tidak tersudu oleh angsa, baharu diberikan kepada itik
    =orang kecil hanya beroleh apa-apa yang tidak dapat digunakan oleh orang besar'
  • sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya
    =Mk orang yang tidak dapat dikalahkan'
  • sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya
    =orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam
  • suku tak boleh dianjak, malu tak boleh diagih
    =orang yang sekaum harus sehina semalu (hina seorang hina semuanya, malu seorang malu semuanya)
  • Sura diri jayaningrat lebur dening pangastuti.
    =Orang yang jahat maka akan kalah oleh orang baik.
  • tahan jerat sorong kepala
    =hendak mencelakakan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat celaka
  • tak (ber) pucuk di atas enau
    =sangat angkuh (selalu memandang rendah kepada orang lain)
  • tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta
    =bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
  • tak ada pendekar yang tak bulus
    =tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan
  • tak akan terlawan buaya menyelam air
    =orang pandai (kaya, berkuasa) tidak mungkin dapat dilawan
  • tak jauh rebung dari rumpunnya
    =tabiat anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya
  • tali busur tidak selamanya dapat diregang
    =orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya
  • tali putus keluan putus
    =anak muda (gadis) yang telah bebas berbuat sekehendak hatinya setelah orang yang menjaganya (orang tuanya) meninggal
  • tarik muka dua belas
    =perihal orang yang sangat kecewa dan kelihatan selalu kesal
  • tebu setuntung masuk geraham gajah
    =pemberian sedikit kepada orang kaya tidak ada harganya
  • telah mati yang bergading
    =telah meninggal orang yang berkuasa (disegani)
  • telinga nipis (tipis)
    =orang yang lekas marah
  • telinga rabit dipasang subang
    =memuliakan orang yang tidak patut dimuliakan
  • tempayan tertiarap dalam air
    =orang yang tidak mau mendengarkan nasihat (pengajaran)
  • tentang mata dengan mata (antara empat mata)
    =berhadap-hadapan dua orang saja
  • tepuk perut tanya selera
    =bila hendak melakukan hal yang baru, sebaiknya bertanya dahulu kepada orang yang sudah berpengalaman
  • terajar pada banting pincang
    =tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala
  • teras terunjam, gubal melayang
    =penduduk asli akan tetap tinggal di negerinya apabila orang asing pergi
  • terbulang ayam betina
    =orang yang disangka berani dan sebagainya, ternyata tidak
  • terjual terbeli
    =apa yang disuruhkan kepada orang lain, hendaknya dapat dikerjakan sendiri juga
  • terlongsong perahu boleh balik, terlongsong cakap tak boleh balik
    =perkataan yang tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu
  • termakan (di) cirit berendang
    =termakan guna-guna sehingga dikuasai benar oleh orang lain
  • tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang
    =orang yang kecil dan hina hendak mendekat kepada orang besar dan mulia, nyatanya kelihatan takut dan malu
  • tersingit-singit bagai katung di bawah reba
    =sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi'
  • tertangkap di ikan kalang
    =berhadapan dengan orang pandai, kaya, berani, dsb'
  • tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah
    =perihal orang yang terlalu miskin (lemah ), tiada berdaya
  • tiada raja menolak sembah
    =tidak ada orang yang tidak suka dihormati
  • tiada terempang peluru oleh lalang
    =kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah
  • tiang pandak hendak menyamai tiang panjang
    =hendak meniru-niru perbuatan orang besar atau kaya, akhirnya diri binasa
  • tidak ada orang menggaruk ke luar badan
    =biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan
  • tidak dibawa orang sehilir semudik
    =tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat'
  • tidak hujan lagi becek, ini pula hujan
    =sedangkan kita tidak berbuat saja disangka orang, terlebih pula kalau kita benar-benar berbuat
  • tidak makan siku-siku
    =1 cakap orang yang berleleran saja, tiada langsung ke tujuannya
  • tohok raja tidak dapat dielakkan
    =sukar menolak kehendak orang yang berkuasa
  • tohok tunggang ke buruh (ke bawah)
    =mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya
  • tong kosong nyaring bunyinya
    =orang yang bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya)
  • tongkat membawa rebah
    =orang yang disuruh menjaga sesuatu, tetapi dia sendiri yang merusaknya (mencuri dan sebagainya)
  • tua-tua keladi (kelapa)
    =dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)
  • tuah ayam boleh dilihat, tuah manusia siapa tahu
    =tidak ada orang yang dapat menentukan nasib seseorang
  • uir-uir minta getah
    =1 orang yang melakukan suatu perbuatan yang membahayakan diri sendiri
  • ukur baju (di) badan sendiri
    =menganggap atau menilai orang lain sama dengan anggapan atau penilaian thd diri sendiri
  • umpama air digenggam tiada tiris
    =hal orang yang sangat kikir, tidak sedikit pun terbuka tangannya untuk menolong orang yang sengsara
  • utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati
    =budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula
  • utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati
    =kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya
  • yang enggang sama enggang juga, yang pipit sama pipit juga
    =lebih baik berkumpul (berjodoh dan sebagainya) dengan orang yang sama derajatnya (tingkatannya)
  • yang lahir menunjukkan yang batin
    =kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya
  • yang sesukat tak akan jadi segantang
    =nasib orang tidak dapat diubah'
  • Yitna yuwana lena kena.
    =Orang yang berhati-hati maka akan selamat sedangkan yang tidak maka akan celaka.
Semua Peribahasa dengan kata orang, selalu ada di situs JagoKata. Kami beri peribahasa dan penjelasan untuk seribuan peribahasa.. Lihat arti dan definisi di jagokata.
Tip: doubleclick kata di atas untuk mencari cepat

Arti kata orang menerut KBBI

orang

Kata Nomina (kata benda)
  1. 1) manusia (dalam arti khusus);
  2. 2) manusia (ganti diri ketiga yang tidak tentu)
    contoh: 'jangan lekas percaya pada mulut orang'
  3. 3) dirinya sendiri; manusianya sendiri
    contoh: 'saya tidak bertemu dengan orangnya'
  4. 4) kata penggolong untuk manusia
    contoh: 'lima orang nelayan'
  5. 5) anak buah (bawahan)
    contoh: 'mereka itu orangnya Pak Camat'
  6. 6) rakyat (dari suatu negara); warga negara
    contoh: 'orang Pakistan'
  7. 7) manusia yang berasal dari atau tinggal di suatu daerah (desa, kota, negara, dan sebagainya)
    contoh: 'dia orang Bogor suaminya orang Eropa'
  8. 8) suku bangsa;
  9. 9) manusia lain; bukan diri sendiri; bukan kaum (golongan, kerabat) sendiri
    contoh: 'jangankan anak sendiri, anak orang pun saya tolong negeri orang, negeri lain (bukan negeri kita)'
  10. 10) karena (sebenarnya) Kata percakapan
    contoh: 'mana dapat membayar, orang belum gajian'

Lihat arti orang lengkap