Peribahasa: yang

Peribahasa menggunakan kata yang

  • Ditindih yang berat, dililit yang panjang
    =Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.

Penjelasan menggunakan kata yang

  • adat pasang berturun naik
    =keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kekayaan atau kedudukan seseorang
  • Adat pasang turun naik
    =Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.
  • Adigang, adigung, adiguna
    =Mengandalkan kekuatan, kekuasaan dan kepintarannya. Ungkapan ini biasanya ditujukan pada orang yang sok.
  • Ambeg utomo, andhap asor.
    =Selalu menjadi yang utama tetapi selalu rendah hati.
  • Anggenthong umos (bocor/rembes)
    =Orang yang tidak bias menyimpan rahasia.
  • Api dalam sekam
    =Hal-hal tidak baik yang tidak tampak dan bahkan semakin membahayakan.
  • Asal ada kecilpun pada.
    =Kalaupun tak mendapat rezeki yang besar, yang kecilpun mencukupi pula.
  • Asu gedhe menang kerahe
    =Orang berpangkat tinggi wajar jika memiliki kekuasaan yang besar.
  • Bagai Makan Buah Simalakama.
    =Bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih.
  • Bagai pungguk merindukan bulan
    =Seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin.
  • Bagaikan abu di atas tanggul
    =Orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.
  • Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi
    =Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.
  • Bagaikan burung di dalam sangkar
    =Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.
  • Bak alu pencukil duri.
    =Mengerjakan sesuatu pekerjaan yang sia-sia hasilnya.
  • Baladewa ilang gapite (jepit wayang)
    =Hilang kekuatan dan kekuasaannya. Diibaratkan dengan wayang Baladewa yang kehilangan kayu penjepitnya. Maka hanya akan menjadi selembar kulit yang lemas.
  • Balilu tan pinter durung nglakoni
    =Orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang suatu hal, meskipun sering menjalaninya, masih kalah pandai dengan orang yang memiliki pengetahuan, meski tidak pernah menjalaninya.
  • Bebek mungsuh mliwis
    =Orang pandai berhadapan dengan lawan yang setara.
  • Beras wutah arang bali menyang takere
    =Sesuatu yang sudah rusak/cacat tidak akan bisa kembali sama seperti sedia kala.
  • Buntel kadut, ora kinang ora udud
    =Orang yang bekerja secara borongan tidak mendapat makan dan rokok. Maksudnya orang yang bekerja dengan sistem borongan jarang yang mendapatkan tip/bonus. Entah itu berupa makanan/camilan atau sekedar
  • Buru (mburu) uceng kelangan dheleg
    =Mencari barang sepele/remeh tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.
  • Cebol nggayuh lintang
    =Keinginan yang mustahil untuk terlaksana.
  • Cecak nguntal cagak
    =Keinginan/usaha yang tidak sebanding dengan kemampuannya.
  • Cedhak celeng boloten
    =Jika bersanding dengan orang yang buruk kelakuannya maka akan ikut terbawa.
  • Cedhak kebo gupak
    =Jika bersanding dengan orang yang buruk kelakuannya maka akan ikut terbawa.
  • Ciri wanci lelai ginawa mati
    =Kebiasaan buruk yang tidak bisa dihilangkan jika belum menemui ajal.
  • Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake
    =Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus.
  • Ditindih yang berat, dililit yang panjang
    =Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.
  • Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
    =Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat.
  • Kebat kliwat gancang pincang.
    =Orang yang bertindak tidak hati-hati maka akan celaka.
  • Kegedhen empyak kurang cagak.
    =Banyak pengeluaran kurang penghasilan atau bisa juga punya cita-cita yang besar tetapi tidak punya kemampuan yang cukup.
  • Memayu hayuning bawana.
    =Menambah indahnya dunia yang memang sudah diciptakan sedemikian indahnya.
  • Menjadi alas kubur
    =Kita yang menanggung semua kejelekannya.
  • Mikul duwur mendhem jero.
    =Anak yang bisa menjunjung nama baik kedua orang tuanya.
  • Milih milih tebu oleh boleng.
    =Terlalu banyak pertimbangan yang akhirnya justru mendapat yang tidak baik.
  • Nabok nyilih tangan.
    =Orang yang bertindak kejahatan namun melalui orang lain.
  • Ngluruk tanpa bala, sugih tanpa bendha menang tanpa ngasorake.
    =Orang yang kaya ilmu.
  • Ngundhuh wohing pakarti.
    =Setiap orang akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya.
  • Pupuran sadurunge benjut.
    =Orang yang berhati-hati sebelum mendapat celaka.
  • Rawe-rawe rantas malang-malang putung.
    =Semua hal yang menghalangi dan rintangan yang dihadapi akan disingkirkan.
  • Rukun agawe santosa crah agawe bubrah.
    =Negara atau keluarga yang rukun akan kuat sedangkan yang tidak rukun maka akan mudah dijajah dan hancur.
  • Sabaya pati sabaya mukti.
    =Orang yang menikah dan menjalani kehidupan susah maupun senang bersama maka akan mendapatkan kebahagiaan bersama pula.
  • Seperti abu di atas angin.
    =Menggantung diri kepada orang yang berkuasa.
  • Sing sapa salah saleh.
    =Siapa yang salah maka akan terlihat dan mengakuinya.
  • Sura diri jayaningrat lebur dening pangastuti.
    =Orang yang jahat maka akan kalah oleh orang baik.
  • Undhaking pawarta sudaning kiriman.
    =Kabar yang berbeda dengan kenyataannya.
  • Yitna yuwana lena kena.
    =Orang yang berhati-hati maka akan selamat sedangkan yang tidak maka akan celaka.
Tip: doubleclick kata di atas untuk mencari cepat
Semua Peribahasa dengan kata yang, selalu ada di situs JagoKata. Kami beri peribahasa dan penjelasan untuk seribuan peribahasa.. Lihat arti dan definisi di jagokata.

Arti kata yang menerut KBBI

1 yang

Partikel
  1. 1) kata untuk menyatakan bahwa kata atau kalimat yang berikut diutamakan atau dibedakan dari yang lain
    contoh: 'orang yang baik hati'
  2. 2) kata yang menyatakan bahwa bagian kalimat yang berikutnya menjelaskan kata yang di depan Partikel
    contoh: 'dijumpainya seorang pengemis yang sedang berteduh di bawah pohon asam itu'
  3. 3) kata yang dipakai sebagai kata pembeda Pronomina
    contoh: 'yang kaya sama yang kaya, yang miskin sama yang miskin'
  4. 4) adapun; akan Partikel, Melayu Klasik
    contoh: 'yang hamba ini diperanakkan di Malaka juga'
  5. 5) bahwa Kata percakapan, Partikel
    contoh: 'saya pun percaya yang Adinda kasih juga akan Kakanda'

2 yang,
yang-yang

Kata Nomina (kata benda)

Arti: dewa;

Lihat arti yang lengkap