Kata-kata Bijak 1 s/d 20 dari 102.
-
Sekumpulan angin yang berbisik di antara kepak sepasang merpati juga nyanyian mistis tetes hujan saat pertunangan bunga dan kupu-kupu. Jika pernah kau mendenganya, maka begitulah aku padamu.
Asma Nadia
Penulis dari Indonesia, Pendiri Forum Lingkar Pena dan Manajer Asma Nadia Publishing House (1972 - ) -
Agar bisa bisa menanjak di dunia ini, kau harus menjadi sarjana. Dan begitulah ceritanya sehingga dunia kehilangan banyak petani, pembuat roti, pedagang barang antik, pemahat, dan penulis hebat.
-
Begitulah perasaan. Saat dia memilih jatuh di hatimu. Kau hanya punya pilihan. Mengambilnya dan menyatakan. Atau, membiarkan waktu membuatnya hilang atau atau mungkin diambil orang lain.
-
Terkadang cinta memang seperti rumput liar di perkebunan. Tumbuhnya tidak dikehendaki. Ia pun terkadang merusak tanaman yang kita pelihara. Begitulah hidup. Jika nggak ada rumput liar itu, kita nggak akan tahu segigih apa para petani mempertahankannya.
-
Setiap detik waktu adalah suara hati. Lalai memanfaatkannya, jatuhlah ke bumi. Ibarat daun kering hancur luruh. Tak akan bisa kembali lagi. Begitulah roda waktu mengiringi. Menjadi musuh bagi kita. Juga kawan bagi kita.
-
Begitulah hidup, kadang di atas, kadang di bawah. Kadang berjaya, kadang terhina.
-
Sangat mudah untuk membenci dan sangatlah susah untuk mencintai. Begitulah skema cara segala sesuatunya bekerja. Semua hal yang baik sulit untuk dicapai; dan hal-hal yang buruk sangat mudah untuk didapat.
-
Orang itu kalau sudah fanatik agama kejamnya bukan main. Kejam atas nama Tuhan, kontradiksi yang aneh sekali, tetapi begitulah manusia.
-
Begitulah keajaiban fotografi, nggak hanya mengabadikan momen penting dalam hidup, tapi juga membekukan kenangan yang ingin diingat.
-
Semua orang mengalami masalah, karena begitulah hidup. Selama kita bernapas, masalah akan selalu ada. Intinya, kamu akan memakai kacamata apa dan bagaimana kamu menyikapinya.
-
'Tuhan, terserah Engkau saja.' Begitulah bunyi doaku. Singkat. Padat. Dan, pasrah.
-
Sumur yang bening tidak akan mencari timba. Begitulah semestinya kita berlaku, tidak menyia-nyiakan waktu untuk mencari jabatan.
-
Masalahnya kan manusia saja yang melihatnya dengan cara yang berbeda, membangun opini mereka sendiri tentang apa yang sempurna dan tidak sempurna. Mereka anggap sesuatu ini, anggap sesuatu itu; padahal sebenarnya penilaian mereka itu tidak ada artinya. Sempurna itu hanya konsep buatan, diciptakan karena mereka –kita- suka menilai dan menghakimi satu sama lain. Yah, begitulah manusia!
-
Tidak ada pengorbanan yang sia-sia, setidaknya begitulah sejarah akan dan selalu membuktikan.
-
Saham kosong dan proyek tersedia, begitulah kisah pejabat negara merendahkan dirinya.
-
Begitulah wanita. Alibi mereka selalu terdengar kuat dan meyakinkan. Padahal, mereka hanya rindu pada laki-laki.
-
Begitulah, Nak, sebermula permen muncul di dunia manusia. Ia manis dan lembut karena dipakai sebagai bantal para peri. Tapi ia juga bisa membuat gigi-gigimu rusak dan mulutmu bengkak karena ia dibawa oleh nenek sihir jahat.” Neal mengingat itu sebagai sebuah nasihat agar jangan terlalu berlebihan menikmati apa pun. Karena yang manis pun bisa membuat sakit dan menderita.
-
Begitulah kalau orang nggak mau belajar dari dunia persilatan. Tidak ada ketulusan dalam hatimu selain masalah untung rugi yang selalu dihitung layaknya pedagang.
-
Tidak ada waktu untuk putus asa, tidak ada tempat untuk mengasihani diri sendiri, tidak perlu keheningan, tidak ada ruang untuk ketakutan. Kami berbicara, kami menulis, kami melakukan bahasa. Begitulah cara peradaban menyembuhkan.
Asli:There is no time for despair, no place for self-pity, no need for silence, no room for fear. We speak, we write, we do language. That is how civilizations heal.
-
Ketika Anda melihat sesuatu yang secara teknis bagus, Anda melanjutkan dan melakukannya dan Anda berdebat tentang apa yang harus dilakukan hanya setelah Anda sukses secara teknis. Begitulah yang terjadi dengan bom atom.
Asli:When you see something that is technically sweet, you go ahead and do it and you argue about what to do about it only after you have had your technical success. That is the way it was with the atomic bomb.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal begitulah akan selalu Anda temukan di JagoKata.com









