Arti kata tanah menurut KBBI

1 tanah
[ta·nah]

Kata Nomina (kata benda)
  1. 1) permukaan bumi atau lapisan bumi yang di atas sekali
    contoh: 'hujan membasahi tanah'
  2. 2) keadaan bumi di suatu tempat
    contoh: 'tanahnya gersang, tidak dapat ditanami'
  3. 3) permukaan bumi yang diberi batas
    contoh: 'pemerintah menyediakan tanah seluas tiga hektar untuk permukiman para transmigran'
  4. 4) daratan
    contoh: 'penerjun payung itu tewas setelah jatuh terempas di tanah'
  5. 5) permukaan bumi yang terbatas yang ditempati suatu bangsa yang diperintah suatu negara atau menjadi daerah negara; negeri; negara; ~ Eropa; ~ Melayu; ~ Toraja;
  6. 6) bahan-bahan dari bumi; bumi sebagai bahan sesuatu (pasir, napal, cadas, dan sebagainya)
    contoh: 'bata dan genting dibuat dari tanah'
  7. 7) dasar (warna, cat, dan sebagainya)
    contoh: 'kain itu tanahnya putih, coraknya cokelat dan hitam'

2 tanah
[ta·nah]

Kata Nomina (kata benda), Kata Arkais

Arti: satuan ukuran panjang yang sama dengan depa

  • anjing tanah:

    binatang seperti jangkrik yang kepalanya besar dan keluarnya pada waktu malam;

  • asosiasi tanah:

    sekelompok tanah, terutama yang berbeda dalam tingkat drainase alamiah, dan secara geografis bersatu karena bahan induk yang relatif seragam sifatnya;

  • babi tanah:

    binatang kecil yang memakan semut;

  • besi tanah:

    jenis besi yang kurang baik kualitasnya;

  • bunga tanah:
    1. 1) lapisan tanah sebelah atas yang subur karena tanam-tanaman yang busuk; humus;
    2. 2) sejumlah uang yang harus dibayar sebagai pengakuan hukum apabila mengerjakan sebidang tanah atau berdiam di atas tanah tsb;
  • cacing tanah:

    cacing yang hidup di dalam tanah yang lembap;

  • cak tanah:

    cak padang

  • cecak tanah:

    bengkarung;

  • di bawah tanah:
    1. 1) di dalam tanah;
    2. 2) gelap atau rahasia (tentang gerakan dan sebagainya)
      contoh: gerakan di bawah tanah tanah para penyelundup telah digulung polisi sampai ke akar-akarnya (Kata kiasan)
  • erosi tanah:
    1. 1) perusakan dan pemindahan tanah sebagian atau seluruhnya, terutama di daerah yang banyak turun hujan dan banyak musim kering;
    2. 2) proses perpindahan atau pergerakan tanah dari permukaan bumi karena angin atau aliran air
  • fumigan tanah:

    fumigan yang dapat digunakan untuk memberantas hama atau penyakit tanaman yang berada di dalam tanah

  • hantu tanah:

    hantu jembalang;

  • hasil tanah:
    1. 1) pajak tanah;
    2. 2) hasil bumi;
    3. 3) retribusi yang harus diberikan pendatang karena mengambil hasil hutan atau membuka ladang;
  • hutan tanah:

    hutan rantau;

  • ibun tanah:

    embun pada permukaan bumi

  • jara tanah:

    bor tangan berbentuk ulir untuk mengambil percontoh lempung, tanah, atau cebakan dangkal;

  • kacang tanah:

    kacang yang buahnya tertanam di tanah, bijinya yang lezat dan gurih sebagai bahan minyak goreng, bermacam-macam makanan (keju kacang, gula kacang, sambal kacang untuk pecel dsb); kacang cina; Arachis hypogeae

  • kawat tanah:

    kawat yang ditanam dalam tanah sebagai bagian dari penangkal petir;

  • kemerosotan tanah: (Geografi)

    proses erosi secara geologi yang dapat terjadi tanpa campur tangan manusia

  • konservasi tanah:

    ilmu tentang pengelolaan tanah untuk menyelamatkan tanah dari bahaya erosi

  • kualitas tanah:

    hubungan (interaksi) antara sifat tanah dan keadaan sekitarnya;

  • labu tanah:

    kendi tempat air (dibuat dari tanah);

  • lilin tanah:

    campuran padat, seperti lilin dari hidrokarbon, lilin mineral yang terdapat dalam lapisan batu-batuan, digunakan sebagai pengganti lilin lebah, bahan pemalsu, bahan lilin lampu, pengganti karet, dan bahan polos, jug

  • makan tanah:
    1. 1) tersungkur di tanah;
    2. 2) menderita kelaparan; miskin sekali;
  • memijak tanah:

    upacara ketika anak berumur tujuh bulan mula-mula menginjak tanah; turun tanah;

  • menatah tanah:

    belajar berjalan (anak-anak)

  • mencium tanah:

    terjatuh; jatuh;

  • mengambil tanah:
    1. 1) merampas tanah;
    2. 2) upacara dalam perayaan Hasan Husen;
  • menginjak tanah:

    bagian upacara perkawinan yang melambangkan bahwa mempelai laki-laki dan perempuan harus mengikuti jalan hidup yang sama;

  • mengolah tanah:

    menggarap tanah untuk ditanami;

  • menyungkum tanah:

    bersujud;

  • minyak tanah:

    minyak yang diperoleh dengan menambang dari dalam tanah, digunakan untuk bahan bakar; kerosin; minyak patra;

  • pemijak tanah:

    turun tanah (upacara anak kecil memijakkan kaki ke tanah untuk pertama kalinya);

  • pengelolaan tanah:

    perihal mengelola tanah dengan tujuan menanam tanaman yang dapat memberi keuntungan dan memelihara serta memperbaiki kesuburan tanah untuk jangka waktu panjang

  • posisi tanah:

    posisi tegak lurus dari tanah ke pesawat terbang yang berada di atas tanah tsb;

  • pucuk tanah:

    lapisan teratas tanah yang mudah dilalui air, tebalnya kurang lebih 30 cm, termasuk dalam lapisan tempat berada tumbuhan dan akarnya, berwarna hitam dan kaya akan bahan organik;

  • sertifikat tanah:

    surat bukti pemilikan tanah yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang;

  • tanah adat:

    tanah milik yang diatur menurut hukum adat;

  • tanah air:

    negeri tempat kelahiran;

  • tanah asam:

    tanah yang memiliki kadar ke- asaman tinggi;

  • tanah basah:

    tanah persawahan (rawa dsb);

  • tanah beku:

    tanah yang suhunya 0oC atau di bawah 0oC dan mengandung es dan uap air, tetapi tidak mengandung air cair;

  • tanah bencah:

    tanah yang berpaya-paya; tanah yang becek;

  • tanah bendang:

    tanah untuk sawah; tanah persawahan;

  • tanah bengkok:
    1. 1) tanah yang diterima (untuk diusahakan) sebagai pengganti gaji (bagi pamong desa dsb);
    2. 2) tanah yang diterima (untuk diusahakan) dalam kaitan dengan jabatan yang dipegang; tanah jabatan;
  • tanah bera:

    tanah yang dibiarkan tidak ditanami agar kembali kesuburannya;

  • tanah beroya:

    pasir yang hanyut;

  • tanah berumput:

    tanah yang tertutup oleh rumput tinggi yang tetap, tidak terlindung, tidak terhalang, dan terbuka thd cuaca;

  • tanah bijana:

    tanah kelahiran;

  • tanah darat:

    tanah yang bukan persawahan (rawa-rawa, pertambakan, dsb);

  • tanah datar:

    tanah yang rata; dataran rendah;

  • tanah dati:
    1. 1) tanah milik kelompok kekerabatan di daerah yang penduduknya beragama Islam (dalam adat Ambon);
    2. 2) tanah yang dimiliki dan dikuasai oleh klen atau subklen;
  • tanah daun:

    tanah yang terjadi dari daun-daun yang sudah lama terpendam; humus;

  • tanah dingin: (Kata percakapan)

    negeri yang berhawa dingin (Eropa);

  • tanah garapan:

    tanah negara (perkebunan dan sebagainya) yang digarap oleh penduduk untuk ditanami padi dan sebagainya;

  • tanah gembur:

    tanah yang subur dan berderai-derai, lunak, dan lembik (tidak padat ), terdiri atas campuran pasir, tanah liat, dan bahan organik lain;

  • tanah genting: (Geografi)

    tanah sempit yang menghubungkan dua bagian daratan yang lebih luas;

  • tanah gersang:

    tanah kering yang tidak subur;

  • tanah goyang:

    gempa bumi;

  • tanah gundul:

    tanah yang sama sekali tidak ada pohon-pohonan di atasnya;

  • tanah guntai:

    tanah yang pemiliknya bukan penduduk daerah bersangkutan; absente;

  • tanah hidup:

    tanah yang diusahakan (ditanami dsb);

  • tanah kampung:
    1. 1) pekarangan;
    2. 2) tanah yang bukan untuk persawahan (perladangan, perkebunan, dsb);
  • tanah kerajaan:
    1. 1) tanah milik raja;
    2. 2) tanah milik negara;
  • tanah kering:

    tanah perladangan (tegalan dsb);

  • tanah kosong:

    tanah (pekarangan) yang tidak didiami atau diusahakan;

  • tanah kritis: (Geografi)

    tanah yang mengalami erosi secara parah dan menuju ke ketandusan;

  • tanah kuburan:

    tanah milik desa (negara dan sebagainya) yang khusus disediakan untuk kuburan;

  • tanah kuripan:

    tanah milik perseorangan;

  • tanah kurus:

    tanah yang kurang subur;

  • tanah labu:

    tanah daun;

  • tanah laku:

    humus;

  • tanah lapang:

    tanah yang luas dan hanya ditumbuhi rumput;

  • tanah larangan:

    tanah yang tidak boleh digarap atau dikerjakan oleh masyarakat karena digunakan sebagai kuburan, cagar alam, dan sebagainya;

  • tanah ledok:
    1. 1) dataran rendah;
    2. 2) tanah yang dalam dan bulat bentuknya;
  • tanah leluhur:

    negeri asal pendatang; negeri nenek moyang;

  • tanah lembut:

    tanah gembur dan halus, tanpa ada kemungkinan untuk menjadi keras;

  • tanah liat:

    tanah yang lekat; lempung;

  • tanah longsor:

    tanah yang gugur dan meluncur dengan cepat ke bawah;

  • tanah mampat:

    tanah padat (tidak gembur);

  • tanah marginal:

    tanah yang hasilnya dapat mencukupi atau menutup biaya yang dikeluarkan oleh penggarap;

  • tanah matang:

    tanah yang telah mengalami penyelesaian untuk urusan permohonan hak pemilikan, surat balik nama, dan sebagainya; tanah yang sudah siap dipakai untuk mendirikan bangunan, dan sebagainya;

  • tanah mati:
    1. 1) tanah yang tidak diusahakan lagi;
    2. 2) tanah kuburan;
  • tanah meminta:

    sampai ajal;

  • tanah mentah:

    tanah milik negara yang bebas;

  • tanah milik:

    tanah yang menjadi hak milik seseorang (bukan tanah negara);

  • tanah mulus:

    tanah yang hitam dan kaya humus;

  • tanah negara:

    tanah milik negara;

  • tanah negeri: (Belanda)

    tanah yang dimiliki dan dikuasai oleh masyarakat hukum adat;

  • tanah nominal:

    tanah milik desa diusahakan bersama oleh penduduk desa;

  • tanah pamah:

    tanah yang rata (datar);

  • tanah pertikelir:

    tanah yang pemiliknya mempunyai hak pertuanan; tanah milik tuan tanah;

  • tanah perawan:

    tanah yang belum pernah digarap;

  • tanah perponding:

    tanah milik yang turun-temurun bagi orang Indonesia;

  • tanah persil:

    tanah sewa (lamanya 75 tahun);

  • tanah pusaka:

    tanah yang menjadi milik turun-temurun dari nenek moyang;

  • tanah raya:

    benua;

  • tanah regosol:

    tanah yang berasal dari endapan batuan gunung berapi;

  • tanah seberang:
    1. 1) daerah di luar Pulau Jawa;
    2. 2) daerah Malaka (dilihat dari Sumatra);
    3. 3) luar negeri;
  • tanah semenanjung:

    jazirah;

  • tanah siaran:

    keadaan yang ternyata cocok antara pengirim dan penerima dalam bentuk tanda atau kode secara elektris;

  • tanah suci:

    daerah atau negara yang dianggap suci oleh para penganut agama (seperti Mekah dan Medinah bagi umat Islam atau Palestina bagi umat Kristen);

  • tanah suku:

    tanah yang menjadi milik segenap kaum (suku);

  • tanah talau: (Belanda)

    tanah yang berasal dari warisan (di Minahasa);

  • tanah tegalan:

    tanah yang luas dan rata yang ditanami palawija dan sebagainya dengan tidak menggunakan sistem irigrasi, tetapi bergantung pada hujan; ladang; huma;

  • tanah tegar:

    tanah keras dan kering;

  • tanah tersirah:

    tanah tersirat;

  • tanah tersirat:

    kubur; makam;

  • tanah tinggal:

    tanah yang ditanami dan didiami;

  • tanah titisan:

    tanah yang hasilnya untuk kas desa;

  • tanah tumpah darah:

    tanah tempat kelahiran; kampung halaman;

  • tanah ulayah:

    tanah hutan yang sudah menjadi milik orang, tetapi belum diusahakan;

  • tanah uruk:

    tanah untuk menguruk atau menimbun lubang (pada tanah rendah, sawah, dan sebagainya) supaya rata;

  • tanah usaha:

    tanah milik swasta atau tanah pemerintah yang diusahakan orang;

  • tanah wakaf:

    tanah yang dihibahkan untuk sesuatu yang berguna bagi umum (masjid, madrasah, rumah sakit, dsb);

  • tanah waris(an):

    tanah pusaka peninggalan yang peruntukannya sudah ditentukan bagi tiap-tiap waris;

  • tanah yasan:

    tanah milik perorangan menurut hukum adat;

  • terang tanah:

    pagi-pagi pada waktu tanah mulai kelihatan (kira-kira pukul 05.00— 5.30);

  • tikus tanah:

    tikus yang hidup dan bersarang di dalam tanah;

  • tuan tanah:
    1. 1) pemilik tanah pribadi yang sangat luas;
    2. 2) orang yang memiliki tanah, penginapan, pondokan, atau rumah sewaan;
  • turun tanah:

    upacara menurunkan kanak-kanak ke tanah untuk pertama kali;

  • ukur tanah:

    perihal mengukur tanah;

  • ular tanah:

    ular yang sangat berbisa dan dapat menggembungkan lehernya;

  • ulat tanah:

    ulat yang hidup di tanah biasa sebagai hama yang menyebabkan pangkal batang patah; Agrothis interjectionis;

Kata-kata dari kata dasar tanah

Peribahasa menggunakan kata tanah

  • hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua
    =budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang
  • bajak selalu di tanah yang lembut
    =orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah
  • seperti Belanda minta tanah
    =perihal orang yang tamak, diberi sedikit hendak banyak, diberi banyak hendak semuanya
  • hidup dikandung adat, mati dikandung tanah
    =selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat

Semua Peribahasa tentang tanah

Kata bijak terpopular tanah

  • Ia tahu apa yang menjadi haknya, lewat jalan apa pun akhirnya akan jatuh ke tangannya pula. Sebaliknya apa yang belum menjadi miliknya, diberikan di depan mulut pun akan jatuh ke tanah. Gusti Allah sudah mengatur semuanya.
  • Bagai pasir di tanah itu, aku tak harus jadi penting.
  • Mencari pasangan hidup itu kan enggak semudah mencari mamang-mamang India jualan kain di Tanah Abang.
  • Tanah air ada disana, dimana ada cinta dan kedekatan hati, dimana tidak ada manusia menginjak manusia lain.
  • Hidup seperti ini. Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan.
  • Jangan memandang indahnya langit, tapi juga kesakitan tanah yang engkau pijak. Lihat ke bawah, masih banyak orang-orang yang lebih tidak beruntung dari kamu.
  • Tanah air adalah petak-petak yang harus diolah, tanah air adalah lautan yang harus dibelah.
  • Pada akhirnya kecintaan terhadap tanah tumpah darah hanya menjadi seonggok kenangan masa lalu semata, tatkala tanah tumpah darah tak memberi marwah pada masyarakatnya.
  • Barangkali karena tanah air memang bukan cuma sepotong geografi dan selintas sejarah; barangkali karena tanah air adalah juga sebuah panggilan, sebuah ide yang tiap kali berseru, suatu potensi yang minta diaktualisasikan, impian yang minta dijelmakan dari waktu ke waktu.
  • Kita mncintai tanah air, orang asing mencintai apa yang dikandungnya. Kita mendapat tanah longsor dan air banjir, orang asing mendapat intan emas berlian.

Semua kata-kata bijak tentang tanah

Kata-kata di KBBI yang dekat dari tanah

Tip: doubleclick kata di atas untuk mencari cepat

[tanah] Arti tanah di KBBI adalah: permukaan bumi atau lapisan bumi yang di atas sekali. Contoh: hujan membasahi tanah. Lihat arti dan definisi di jagokata.

Database utama KBBI merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (Pusat Bahasa)