Arti kata kemudian menurut KBBI

kemudian [ke·mu·di·an]

Kata Nomina (kata benda)
  1. 1) belakangan; yang ada di belakang
    contoh: 'siapa yang datang kemudian akan mendapat giliran terakhir'
  2. 2) waktu yang akan datang; kelak; belakang hari
    contoh: 'ia berangkat lebih dulu, keluarganya akan menyusul kemudian'
  3. 3) sesudah itu; akhirnya (lalu)
    contoh: 'penjahat itu kemudian babak-belur diserahkan kepada yang berwajib'
  • hari kemudian:
    1. 1) hari akhir zaman (hari kiamat);
    2. 2) kelak;
  • kemudian hari:

    kelak; belakang hari;

Kata-kata dari kata dasar kemudian

Peribahasa menggunakan kata kemudian

  • kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari (=sesuatu yang telah dijanjikan (ditentukan) dahulu harus ditepati, sedangkan hal yang timbul kemudian (belakangan) harus dimufakatkan lagi)
  • seperti menanti orang dahulu, mengejar orang kemudian (=perbuatan yang sia-sia)
  • pahit dahulu, manis kemudian (=hendaklah ditentukan syarat-syarat yang nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dalam membuat perjanjian))
  • pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna (=bila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya)
  • sedap dahulu pahit kemudian (=bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapat kesusahan)
  • sesal (pikir) dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna (=pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak))

Semua Peribahasa tentang kemudian

Kata bijak dengen kata: kemudian

  • Kemudian malam melanjutkan tugasnya: kosong dari segala perasaan. - Pramoedya Ananta Toer

  • Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada jam ke berapa, kita tidak pernah tau, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Kita tidak tau, kapan hidup akan mebanting kita dalam sekali, membuat terduduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu, dua keputusan itu membuat bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan. - Tere Liye

  • Pertama, mereka mengabaikan anda. Kemudian, mereka tertawa pada anda. Berikutnya, mereka melawan anda. Lalu, anda menang. - Mahatma Gandhi

  • Adalah terlalu berani membawa ayat-ayat dan sunah Rasul SAW untuk kepentingan politik praktis. Itu merupakan pelecehan dan sekaligus membuat umat bingung. Lihatlah, tokoh partai ini menggunakan ayat dan hadis ini untuk mendukung partainya. Apa ini tidak membingungkan masyarakat? Bila kemudian, dengan menggunakan sabda Allah dan Rasul-Nya, masyarakat awam meyakininya sebagai kebenaran mutlak, apa tidak terjadi sikap mutlak-mutlakan antar pendukung partai? Kalau tidak mengerti politik, mbok sudah, rela saja tidak usah berpolitik, daripada membawa-bawa agama. Apakah tokoh-tokoh yang suka membawa-bawa ayat dan hadis itu tidak memikirkan akibatnya di dunia maupun di akhirat kelak? Bagaimana kalau masing-masing pendukung yang awam itu meyakini bahwa mendukung partainya sama dengan mendukung agama dan memperjuangkan partainya sama dengan jihad fi sabilillah? - Achmad Mustafa Bisri

  • Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju,akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya. Kemudian satu orang tersebut akan menjadi bagian terbesar dalam agendamu. Dan hatimu takan memberikan pilihan apapun kecuali jatuh cinta, biarpun logika terus berkata bahwa risiko dari jatuh cinta adalah terjerembab di dasar nestapa. - Fiersa Besari

  • Ketika seseorang berhenti menangis karenanya, maka beberapa saat kemudian, tentu saja airmatanya akan kering di pipi, isaknya akan hilang disenyap, seperti tidak ada lagi sisa tangisnya di wajah. Tetapi tangisan itu tetap tertinggal di hati. Kesedihan, rasa sakit, kesendirian, beban yang membekas. - Tere Liye

Semua kutipan dan kata-kata tentang kemudian

Kata-kata dekat dari kemudian

Tip: doubleclick kata di atas untuk mencari cepat

[kemudian] Arti kata kemudian di KBBI adalah: belakangan; yang ada di belakang. Contoh: siapa yang datang kemudian akan.... Lihat arti dan definisi di jagokata.

Database utama KBBI merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (Pusat Bahasa)