Peribahasa: malu

Peribahasa menggunakan kata malu

  • berani malu, takut mati
    =berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal
  • kain pendinding miang, uang pendinding malu
    =segala sesuatu hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, jangan kikir
  • malu berkayuh, perahu hanyut
    =kalau segan berusaha tidak akan mendapat kemajuan
  • malu kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing)
    =tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh
  • malu tercoreng di kening (dahi)
    =mendapat malu besar
  • malu tercoreng pada kening
    =malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak
  • membasuh najis dengan malu
    =membuang malu dengan jalan yang lebih hina
  • sesak berundur-undur, hendak lari malu, hendak menghambat tak lalu
    =sudah tidak dapat melawan, tetapi pura-pura masih sanggup bertahan
  • suku tak boleh dianjak, malu tak boleh diagih
    =orang yang sekaum harus sehina semalu (hina seorang hina semuanya, malu seorang malu semuanya)
  • tidak tahu malu
    =tidak bermalu

Penjelasan menggunakan kata malu

  • daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah
    =daripada menanggung malu lebih baik mati
  • daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah (daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga)
    =daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati
  • habis miang karena bergeser
    =segala kesukaran (ketakutan, malu, dan sebagainya) akan hilang sesudah menjadi kebiasaan
  • hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu
    =merasa malu, segan, dan sebagainya karena sudah berutang budi atau karena perkariban
  • kalau kena tampar, biar dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut
    =jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang
  • malu tercoreng di kening (dahi)
    =mendapat malu besar
  • malu tercoreng pada kening
    =malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak
  • membasuh najis dengan malu
    =membuang malu dengan jalan yang lebih hina
  • mendapat (beroleh) hidung panjang
    =mendapat malu atau kecewa
  • menjunjung sangkak ayam
    =mendapat malu besar
  • potong hidung rusak muka
    =orang yang berbuat kurang baik thd keluarga sendiri akan beroleh malu juga
  • sendok berdengar-dengar, nasi habis budi dapat
    =karena pekerjaan dilakukan kurang hati-hati, akhirnya mendapat malu karena rahasia terbuka kepada orang lain
  • seperti anjing bercawat ekor
    =pergi atau menghindar karena malu dan sebagainya
  • seperti udang dipanggang
    =merah sekali (karena malu dan sebagainya)
  • suku tak boleh dianjak, malu tak boleh diagih
    =orang yang sekaum harus sehina semalu (hina seorang hina semuanya, malu seorang malu semuanya)
  • terpecak peluh di muka
    =malu sekali
  • tersingit-singit bagai katung di bawah reba
    =sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi'
Tip: doubleclick kata di atas untuk mencari cepat
Semua Peribahasa dengan kata malu, selalu ada di situs JagoKata. Kami beri peribahasa dan penjelasan untuk seribuan peribahasa.. Lihat arti dan definisi di jagokata.

Arti kata malu menerut KBBI

malu [ma·lu]

Kata Adjektiva (kata sifat)
  1. 1) merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dan sebagainya) karena berbuat sesuatu yang kurang baik (kurang benar, berbeda dengan kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dan sebagainya)
    contoh: 'ia malu karena kedapatan sedang mencuri uang aku malu menemui tamu karena belum mandi'
  2. 2) segan melakukan sesuatu karena ada rasa hormat, agak takut, dan sebagainya
    contoh: 'murid yang merasa bersalah itu malu menemui gurunya tidak usah malu untuk menanyakan masalah itu kepada ulama'
  3. 3) kurang senang (rendah, hina, dan sebagainya)
    contoh: 'ia berasa malu berada di tengah-tengah orang penting itu'

Lihat arti malu lengkap