• Windhy Puspitadewi Tapi, untuk saat ini, aku masih belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika saat aku belajar mencintai, orang itu pergi meninggalkanku. Aku tak tahu apakah aku sanggup menghadapinya. Aku tak ingin lagi merasakan apa yang kurasakan saat Ayah meninggalkanku. Rasa pengkhianatan dan rasa bahwa aku tidak dicintai, aku tidak ingin merasakannya lagi.
    Sumber: Heart and Soul 259
    Windhy Puspitadewi
    Penulis dari Indonesia 1983-
    Windhy Puspitadewi
    - +
    +15
...
Windhy Puspitadewi - Tapi, untuk saat ini, aku masih belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika saat aku belajar mencintai, orang itu pergi meninggalkanku. Aku tak tahu apakah aku sanggup menghadapinya. Aku tak ingin lagi merasakan apa yang kurasakan saat Ayah meninggalkanku. Rasa pengkhianatan dan rasa bahwa aku tidak dicintai, aku tidak ingin merasakannya lagi.
Tapi, untuk saat ini, aku masih belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika saat aku belajar mencintai, orang itu pergi meninggalkanku. Aku tak tahu apakah aku sanggup menghadapinya. Aku tak ingin lagi merasakan apa yang kurasakan saat Ayah meninggalkanku. Rasa pengkhianatan dan rasa bahwa aku tidak dicintai, aku tidak ingin merasakannya lagi. dari : Windhy Puspitadewi
X
black-road forest hills-sunrise lake-forest plant-drops purple-flower rain-drops river-forest rood-blad rose-black sky-stars straat-stad z-love-children-sun z-love-geliefdes-zon z-love-hands-sun z-love-hands z-love-leaves z-love-parijs z-love-small-hearts z-love-zwanen

Font size:

20 px 24 px 28 px 32 px 40 px 48 px

Font:

Arial TNR Verdana Courier New Comic Monospace

Warna:

Putih Beru Merah Kuning Hijau Hitam

Bayangan:

Tidak Putih Hitam
black-road Tapi, untuk saat ini, aku masih belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika saat aku belajar mencintai, orang itu pergi meninggalkanku. Aku tak tahu apakah aku sanggup menghadapinya. Aku tak ingin lagi merasakan apa yang kurasakan saat Ayah meninggalkanku. Rasa pengkhianatan dan rasa bahwa aku tidak dicintai, aku tidak ingin merasakannya lagi.
- Windhy Puspitadewi JagoKata.com