• Widyawati Oktavia
    Widyawati Oktavia
    Penulis dari Indonesia
    Widyawati Oktavia
    - +
    +9
    Perempuan itu pengagung cinta. Namun, ia juga tidak akan bisa hidup dengan orang yang tidak mencintainya, orang yang tidak ia percayai, lagi. Kini, sakit telah membuat dirinya sadar bahwa ia akan mampu melewati semua ini sendiri. Tanpa laki-laki itu. Ia telah dikhianati satu kali, dan rasanya begitu sakit. Ia tak akan membiarkan lagi itu terjadi untuk kali kedua –merasakan sakit yang lebih lagi, ia rasa, ia tidak akan mampu.
    Sumber: Penjual Kenangan 35
Loading...
Widyawati Oktavia - Perempuan itu pengagung cinta. Namun, ia juga tidak akan bisa hidup dengan orang yang tidak mencintainya, orang yang tidak ia percayai, lagi. Kini, sakit telah membuat dirinya sadar bahwa ia akan mampu melewati semua ini sendiri. Tanpa laki-laki itu. Ia telah dikhianati satu kali, dan rasanya begitu sakit. Ia tak akan membiarkan lagi itu terjadi untuk kali kedua –merasakan sakit yang lebih lagi, ia rasa, ia tidak akan mampu.
Perempuan itu pengagung cinta. Namun, ia juga tidak akan bisa hidup dengan orang yang tidak mencintainya, orang yang tidak ia percayai, lagi. Kini, sakit telah membuat dirinya sadar bahwa ia akan mampu melewati semua ini sendiri. Tanpa laki-laki itu. Ia telah dikhianati satu kali, dan rasanya begitu sakit. Ia tak akan membiarkan lagi itu terjadi untuk kali kedua –merasakan sakit yang lebih lagi, ia rasa, ia tidak akan mampu. oleh: Widyawati Oktavia
X

Font size:

20 px 24 px 28 px 32 px 40 px 48 px

Font:

Arial TNR Verdana Courier New Comic Monospace

Warna:

Putih Beru Merah Kuning Hijau Hitam

Bayangan:

Tidak Putih Hitam
Perempuan itu pengagung cinta. Namun, ia juga tidak akan bisa hidup dengan orang yang tidak mencintainya, orang yang tidak ia percayai, lagi. Kini, sakit telah membuat dirinya sadar bahwa ia akan mampu melewati semua ini sendiri. Tanpa laki-laki itu. Ia telah dikhianati satu kali, dan rasanya begitu sakit. Ia tak akan membiarkan lagi itu terjadi untuk kali kedua –merasakan sakit yang lebih lagi, ia rasa, ia tidak akan mampu.
- Widyawati Oktavia
JagoKata.com