Kata-kata Bijak 241 s/d 260 dari 3499.
-
Segala sesuatu pasti punya batasan. Punya limit. Seperti halnya manusia yang terlahir ke muka bumi ini. Ada batas waktu dan pada akhirnya semua akan menemukan titik batas itu.
-
Tumben hidupmu bisa gawat? Biasanya kan hidupmu selalu santai seperti nyiur melambai di pinggir pantai.
-
Ada kalanya lelaki terkesan oleh perempuan lantaran dia sedang berada di luar lingkungan sehariannya, seperti yang terjadi pada para pekerja pengukur tanah itu. Ada kalanya lelaki tunduk kepada naluri pemberian alam; kecenderungan berpetualang. Ada kalanya pula seorang perempuan memang dibekali kelebihan-kelebihan tertentu sehingga kehidupan memberinya tempat pada wilayah perhatian lawan jenis.
-
Pengetahuan ada berpotensi dalam jiwa manusia seperti benih di tanah dan dengan belajar, potensial menjadi aktual.
-
Terkadang menulis itu seperti berlari menuruni bukit, jari-jarimu tersentak di belakangmu di atas keyboard sperti yang kakimu lakukan ketika kaki-kai itu tidak bisa mengimbangi gravitasi.
-
Akan sulit bertindak seperti biasa ketika seorang gadis duduk berdekatan dengan pemuda yang membuat debaran jantungnya berdetak tak karuan. Apalagi jika pemuda itu mirip dengan seseorang yang seharusnya dilupakan.
-
Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan.
-
Cinta seperti bunga indah, yang mungkin tak dapat dipegang, tapi harumnya membuat taman menjadi tempat yang membahagiakan.
-
Perempuan memang tidak bisa diajak berpikir jernih jika menyangkut perihal lelaki. Dalam situasi seperti ini, kepala mereka dipenuhi kabur merah muda bernama dopamine yang meracuni sel-sel kelabu mereka dengan berbagai ide romantis yang absurd.
-
Uang seperti ratu lebah yang beranak setiap hari, terus tumbuh, serakah. Uang butuh tempat untuk berkembang biak, persis seperti mutasi genetik tidak terkendali.
-
Untuk menjadi modern kebanyakan orang malah sibuk memerhatikan gaya berpakaian, cara berbicara, kebiasaan atau perilaku tertentu. Padahal bukan itu yang disebut modern. Hal-hal seperti itu adalah bagian yang sangat dangkal dari modernitas.
-
Cinta itu seperti dua sungai... Dua sungai yang akan bertemu di satu titik, membuat aliran yang yang lebih besar, dan akhirnya bermuara di laut. Dua sungai itu sama-sama tawar, tapi mereka akan berusaha menjadi asin ketika bersatu di laut. Artinya, mereka akan belajar untuk terus saling memahami, agar bisa menyatu selamanya di laut cinta itu.
-
Di balik setiap kesusahan, pasti akan ada jalan. Sekecil apa pun, seperti cuaca yang panas menyengat menggila, pasti akan ditutup dengan rintik hujan yang menyejukkan.
-
Hidup kita seperti kertas kosong yang belum ditulisi, pikiran kita adalah
pengarangnya, terserah kita mau menulis novel kesedihan, kriminalitas, kesuksesan atau percintaan. -
Ia seperti ayam jantan yang mengira bahwa matahari terbit untuk mendengar ia untuk berkokok.
-
Kalau engkau hanya membaca buku yang dibaca semua orang, engkau hanya bisa berpikir sama seperti semua orang.
-
Kehidupan tidak diciptakan dari pengorbanan atau tugas besar, tapi dibuat dari hal-hal kecil seperti senyuman, kebaikan, dan kewajiban kecil yang telah menjadi kebiasaan yang memenangkan dan mengabadikan hati dan menjamin kesenangan.
Asli:Life is made up, not of great sacrifices or duties, but of little things, in which smiles and kindnesses, and small obligations, given habitually, are what win and preserve the heart, and secure comfort.
-
Manusia itu sama seperti gedung. Lantai dasarnya adalah jiwa dan sikap. Awalnya manusia berpikir, setetes noda tidak akan jadi masalah. Cuma setetes itu. Lalu berlanjut dan terus berlanjut. Hingga lama kelamaan, bercak hitam mulai memenuhi tiap jengkal lantai serta meresap ke dalam. Kita tidak tahu, yang harus dilakukan hanyalah menebarkan bedak putih yang murni. Untuk menyerap oli juga sikap buruk. Ratakan dengan sapu sikat. Proses ini tidak hanya ada satu kali. Perlu berkali-kali agar mendapatkan hasil maksimal. Noda meresap pada laintai hitam pekat ini saja bisa dibersihkan. Mengapa tidak dengan sikapmu? Jika kau saja lelah. Lalu sikap seperti apa yang kau harap ditunjukkan oleh orang di sekitarmu?
-
Membuat kopi itu ritual laki-laki. Buat Ayah, semua langkah mulai dari memilih beans, grinding, sampai kopinya siap diseduh, prosesnya seperti hidup seorang laki-laki. Sebagai laki-laki, tugas utama kita adalah mengambil pilihan terbaik untuk diri kita sendiri dan orang-orang yang dekat dan tergantung pada kita. Sering proses mengambil pilihan ini nggak bisa sebentar, harus sabar. Sama seperti Ayah sabar memilih-milih biji kopi terbaik, sabar juga menjalani proses membuatnya sampai jadi secangkir kopi yang pantas dibanggakan karena enak banget.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal seperti akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 13)