Kata-kata Bijak 101 s/d 120 dari 599.
-
Pada rumah, bermain angan-angan pada rumah, menjelma kenangan.
Asma Nadia
Penulis dari Indonesia, Pendiri Forum Lingkar Pena dan Manajer Asma Nadia Publishing House (1972 - ) -
Rumah indekosnya tak seberapa jauh dari rumah indekos perempuan itu. Hanya sekitar lima belas menit naik motor. Sejak pertemuan pertama dan perkenalan mereka dua bulan lalu di perpustakaan kota, ia dan perempuan itu menjalin komunikasi. Tidak begitu intens. Hanya saat ia hendak meminjam atau mengembalikan buku, atau mengajak perempuan itu makan siang. Kadang, ia juga mengajak perempuan itu keluar makan pada jam-jam dini hari seperti ini.
-
Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.
-
Semenjak berhenti bekerja, ia selalu melihat suaminya sebagai seorang eksekutif muda yang bergairah dengan hidup dan karirnya, sedangkan ia adalah wanita berbalut daster batik dengan rambut diikat ke belakang agar tak mengganggu kegiatannya sehari-hari di rumah.
-
Tuhan sering mengunjungi kita, tetapi kebanyakan kita sedang tidak ada di rumah.
Asli:Dieu nous visite, mais la plupart du temps, nous ne sommes pas chez nous.
Pensées (1866) Maximes, études, images -
Bila istrimu membuatmu marah, marahlah secara efektif. Anggaplah kau memiliki teman yang membantumu marah secara tepat di rumah.
-
Jika Anda ingin menaklukkan rasa takut, jangan duduk di rumah dan berpikir tentang hal itu. Pergi keluar dan mendapatkan kesibukan.
Asli:If you want to conquer fear, don’t sit home and think about it. Go out and get busy.
-
Pagi mengantar ke kampus, siang atau sore mengantar pulang ke rumah. Robert Pattinson jadi sopir!
-
Pikiran, seperti parasit lainnya, tidak bisa ada tanpa tuan rumah yang patuh.
Asli:Thought, like any parasite, cannot exist without a compliant host.
-
Salah satu kebutuhan manusia yang paling tua adalah memiliki seseorang yang akan mencemaskan dimana dia berada ketika tidak pulang ke rumah malam hari.
-
Salju di puncak Fuji-san itu seperti perasaan dua manusia yang merasa cocok, kemudian memutuskan membina rumah tangga bersama. Barangkali perasaan itu bisa hilang, menyurut, tak tampak dari luar seperti salju puncak Gunung Fuji pada musim panas. Tapi sebetulnya dia tetap ada di sana. Dan, perlu ada musim dingin untuk selalu menambah volume perasaan itu, mengembalikan eksistensinya agar selamanya tetap bertahan. Walaupun mengalami musim panas berulang-ulang.
-
Saya tidak pernah menikah karena tidak perlu. Saya punya tiga hewan peliharaan di rumah yang menjawab tujuan yang sama dengan seorang suami. Saya memiliki seekor anjing yang menggeram setiap pagi, seekor burung beo yang bersumpah sepanjang sore, dan seekor kucing yang pulang larut malam.
Asli:I never married because there was no need. I have three pets at home which answer the same purpose as a husband. I have a dog which growls every morning, a parrot which swears all afternoon, and a cat that comes home late at night.
diatribusikan -
Sebenarnya, aku punya dua kesempatan untuk meninggalkannya. Ketika aku menjadi geisha di sini, dan ketika aku pindah rumah setelah guru musik meninggal. Tetapi, aku tidak pernah punya tekad untuk melakukannya. Aku tak punya tekad yang benar-benar kuat.
-
Seperti rumah, yang menjadi semakin rumah ketika ditinggalkan, begitulah cinta, menjadi semakin cinta sesudah hilang.
-
Sungai menjadi jalan pulangnya ke rumah tak berwadak, tapi ia selalu tahu di mana harus mengetuk pintu
-
Tersandar lelah berpencar ke pojokpojok sudut rumah Tuhan
saling bertatap hadapan; tak bercakap, menggerutu, bergurau sia,
apalagi bercerita ria dengan ceritacerita konyol murahan
kami riuh menyetorkan hapalan, kawan! -
… dibalik sifat evil itu, tidak bisa dipungkiri kalau kami merasakan kasih sayang dan kepeduliannya lewat cara Bu Nana mengajar, bersikap dan memperlakukan kami. Beliau benar-benar bagai ibu kami di sekolah. Maksud gue, beliau sama cerewetnya dengan mami di rumah. Sama ‘kejam’nya dengan begitu sering menghukum kami kayak Mami. Walau pada akhirnya di setiap akhir ceramahnya selalu saja ada sebuah nasihat yang terselip. Dan, walau pada akhirnya gue tahu hukuman itu adalah upaya beliau untuk membuat kami jera dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. Meskipun kami jengkel harus berdiri di depan kelas, menyapu halaman sekolah, berlari memutari lapangan sekolah, sungguh kami tidak bisa memungkiri, kami sayang Bu Nana sama kayak Mami. Se-evil-nya Mami, kami tetap enggak bisa buat enggak sayang sama beliau. Dan se-killer-nya Bu Nana, kami tetap sayang sama beliau.
-
Aku ini tukang kebun tua yang lahir dan dibesarkan
di pedalaman, sepanjang hidup hanya belajar
menghayati rumput, pohon, dan tanah basah,
mengurus pagar dan membersihkan rumah. -
Akulah ibu rumah tangga yang luar biasa. Setiap kali aku meninggalkan seorang laki-laki aku selalu memiliki rumahnya.
-
Anggap saja semua yang kita lewati bersama adalah perjalanan. Perjalanan menuju tempat berpulang. Dan kita sedang tersesat selama ini. Tapi, hari ini, aku melepasku dan sekarang kita sudah tidak tersesat lagi. Kita bisa menemukan rumah kita.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal rumah akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 6)