Kata-kata Bijak 101 s/d 120 dari 345.
-
Aku ingin mencintaimu tanpa batas waktu. Tidak kini, dulu, apalagi nanti. Aku ingin mencintaimu saja untuk selamanya.
-
Apa yang coba kuhindari? Masa kini, lalu apa nanti? Percuma lari, ketiganya pasti kutemui. Kita bersiap diri, saja. Karena hidup itu butuh masalh supaya kita tahu bahwa kita punya kekuatan.
-
Banyak hal indah yang suatu saat nanti memaksamu meneteskan air mata dan itu memang pantas kau lakukan.
-
Janji adalah utang. Dan utang tetaplah utang, yang harus dibayar kembali suatu saat nanti.
-
Kita hormati yang azan, supaya nanti pas sakhratul maut kita dimudahkan mengucapkan dua kalimat syahadat.
-
Mari menengok masa lalu. Memebawanya kepangkuan; meletakannya di jejak hari ini dan - mungkin, nanti.
-
Sakitnya cinta akan lebih manis dirasakan dimana nanti sebagai pengalaman.
-
Semakin tinggi seseorang terbang tanpa kendali, semakin sakit pula saat dia terjatuh nanti.
-
Tidak peduli seseorang dilahirkan untuk apa, tapi tumbuh menjadi apa mereka nanti.
-
Aku berjalan secara otomatis ke kios majalah milik Pak Mamat. Aku akan membeli majalah. Atau koran. Biasanya aku membaca sesuatu untuk dibaca nanti malam. Ini sudah seperti ritual pagi. Rasanya ada yang kurang jika aku tidak singgah untuk membeli bacaan. Apa pun itu.
-
Aku tidak menyukaimu, Park. Aku kira….aku hidup untukmu. Aku bahkan tidak bisa bernapas ketika kita tidak bersama. Yang sama artinya, ketika kita baru bertemu Senin pagi nanti, terasa seperti enam puluh jam tidak bernapas. Mungkin itulah caraku yang begitu suka marah, mengapa aku membentakmu. Semua yang aku lakukan saat kita bersama adalah panik. Karena setiap detiknya terasa begitu penting. Dan karena aku tidak sanggup mengendalikan diri, aku tidak bisa mencegahnya. Bahkan aku bukan diriku lagi, aku adalah milikmu, dan apa jadinya kalau kau memutuskan bahwa kau tidak menginginkanku? Bagaimana kau bisa menginginkanku seperti aku menginginkanmu?
-
Daripada dipendam? Nanti jamuran, Neng! Makanya, jadi orang jangan pemalu banget napa sih?
-
Jangan diambil hati.Memang untuk meraih mimpi itu banyak tantangannya. Termasuk menaklukkan hati ibumu. Percayalah, hatinya nanti pasti meleleh seperti es batu.
-
Jika ayah pergi dulu suatu hari nanti, kamu nggak perlu menabur bunga setiap hari Jumat. Ayah dan ibu hanya butuh doa.
-
Kamu harus nikah dengan orang Jawa. Dan ibu harus kenal siapa calon besan Ibu itu. Nggak boleh sembarangan. Inget, bibit, bebet, dan bobot itu sangat penting kalau kamu mau nikah nanti. Ini semua demi masa depan kamu, Panji. Demi keturunan-keturunan kamu nanti.
-
Khun melamun lagi? Jangan terlalu banyak melamun. Di Bangkok banyak hantu. Nanti Khun kerasukan. Aku udah kerasukan, kok. Dirimu ada di hatiku. Itu sudah satu kerasukan yang kualami.
-
NOSTALGI = TRANSENDENSI. Nostalgi sama dengan transendensi betul, ini permainan kata lagi-lagi kata asing tapi apa sih yang tidak asing tapi itu hanya ilusi kembali pada nostalgi berarti kehilangan yang dulu-dulu dibayangkan hanya tidak mencekam lagi, karena lembut dengan ironi saat kini yang berkilas balik siapa tahu nanti kini, dulu, nanti, teratasi bukankah itu transendensi?
-
Pada saat kita bertemu lagi nanti, kalau perasaanmu masih belum berubah, kalau kau merasa sulit percaya padaku, kalau kau tidak mau melihatku lagi, tidak mau berurusan denganku lagi, kau hanya perlu mengatakannya dan aku akan menuruti apa pun yang kau katakan.
-
cemaskan aku kalau nanti air hening kembali
-
Hati-hati kalau bercanda. Nanti tidak ada yang menyeriusimu.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal nanti akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 6)