Kata-kata Bijak 121 s/d 140 dari 370.
-
NOSTALGI = TRANSENDENSI. Nostalgi sama dengan transendensi betul, ini permainan kata lagi-lagi kata asing tapi apa sih yang tidak asing tapi itu hanya ilusi kembali pada nostalgi berarti kehilangan yang dulu-dulu dibayangkan hanya tidak mencekam lagi, karena lembut dengan ironi saat kini yang berkilas balik siapa tahu nanti kini, dulu, nanti, teratasi bukankah itu transendensi?
-
Seandainya tiap manusia cukup rendah hati untuk menyelamatkan sebuah dunianya terlebih dulu.
-
Sesorang harus merasa kehilangan dulu baru menyesal, tapi giliran sudah menyesali perbuatannya, mereka justru sulit untuk mendapatkan kesempatan itu kembali.
-
Ternyata mempercayai omongan orang lain tanpa mencari tahu kebenarannya dulu itu sangat tidak baik untuk kesehatan hubungan pasangan.
-
Yap, sejak kecil gue suka banget lihat tentara. Tapi ayah gue bilang kalau mau masuk tentara lebih baik gue ikut pendidikan dulu setelah lulus SMA. Kebetulan akhir caturwulan ini, gue bakal ikut tes masuknya. Doain sukses ya.
-
…anak muda sepertimu terkadang terlalu emosional. Boleh jadi bank itu rumah perampok, tapi ketika dia terbakar di tengah angin kencang, musim kemarau krisis dunia, kalau kita biarkan sendiri, apinya akan menjalar ke rumah-rumah lain, bahayanya akan lebih besar lagi. Jadi pilihan terbaiknya boleh jadi memadamkan api rumah itu dulu. Urusan menangkap rampok, mengambil harta yang pernah dia rampok, tentu saja harus dilakukan sesuai koridor hukum yang ada.
-
Bagaimana mungkin kamu tahu bakal berhasil atau gagal, kalau belum mencoba? Sebelum berusaha, kamu udah memvonis bahwa kamu akan gagal. Kita kan tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kenapa tidak berusaha dulu? Kita kan bukan Tuhan!
-
Bagi cowok, mereka itu biasanya cinta dulu baru berani melakukan sentuhan. Kalau cewek, dari sentuhan mungkin bisa tumbuh cinta.
-
Cintai dirimu dulu, dan semuanya akan mengalir dengan lancar. Kau harus bersungguh-sungguh mencintai diri sendiri untuk meraih keuntungan di dunia ini.
-
Jangan menyimpulkan apa-apa dulu. Sebelum kita bertemu dan mengenalnya secara dekat.
-
Jangan pesimis dulu! Siapa tahu? Niatnya baik, murni dan enggak ada tendensi macam-macam.
Asma Nadia
Penulis dari Indonesia, Pendiri Forum Lingkar Pena dan Manajer Asma Nadia Publishing House (1972 - ) -
Kau tumbuh jauh lebih tangguh dibanding siapa pun, Tommy. Bahkan berkali-kali lebih tangguh dibanding orang tua ini waktu muda dulu, mengungsi dari tanah kelahiran. Penjahat-penjahat itu telah keliru memilih lawannya.
-
Kembali ke cinta lama tak ubahnya seperti berhadapan dengan pedang bermata dua. Tentu, ada kesempatan untuk bahagia. Tapi, di sisi lain, ada juga kemungkinan keputusan itu berubah jadi batu sandungan ketika mereka kembali dihadapkan pada prahara yang dulu membuat hubungan keduanya kandas di tengah jalan.
-
Mantan: dulu sumber kebahagiaan, sekarang pencuri kebahagiaan.
-
Masalahnya aku tidak tahu kalau memang ada jalan kembali untukku, Ditt. Bukan itu masalah utamanya. Pertanyaannya adalah apakah kamu punya niat untuk mengakhiri semua ini. Dan kembali menjadi Ayu yang dulu?. Menjadi Ayu dengan hidup yang baru, yang lebih baik. Andai mengubah semuanya semudah yang kamu ucapkan. Kamu tidak akan pernah tahu sebelum mencoba kan?
-
Nyokap gue dulu selalu bilang, cokelat hangat dengan taburan kayu manis ekstra dan marshmallows yang banyak bisa bikin segala sesuatunya lebih baik.
-
Pasti, ia tak jauh dari dulu. Sedikit gemuk, sedikit kurus. Tidak kaya, tidak miskin.
-
Rumah-rumah reyot yang dulu tampak tak lebih dari tumpukan sampah itu berubah menjadi kompleks perumahan dalam waktu singkat, seolah disulap dalam satu kedipan mata.
-
Saya dulu berpikir bahwa hal terburuk dalam hidup adalah berakhir sendirian. Bukan seperti itu. Hal terburuk dalam hidup adalah berakhir dengan orang yang membuat Anda merasa sendiri.
Asli:I used to think that the worst thing in life was to end up alone. It's not. The worst thing in life is to end up with people who make you feel alone.
-
Sebab didekatmulah aku merasa bahagia, Mas. Dengan atau tanpa kepedulianmu kepadaku. Bahkan sekalipun pada akhirnya setiap tarikan napasku hanya untuk menghirup luka. Tak apa. Sebab aku terlebih dulu memilihmu. Memilih untuk mencintaimu. Dan semuanya bertambah ketika pernikahan kita, aku hanya perlu taat kepadamu, dengan atau tanpa cintamu.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal dulu akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 7)