• Altami N. D. Sore itu jalanan kota ramai seperti biasa. Tenda-tenda warung makan mulai diidrikan oelh penjualnya. Sepanjang trotoar kota, aku tak bisa berjalan cepat, rasa perih di lambung membuat tubuhku terasa lemas. Lewat di depan alun-alun pun aku tak menoleh ke seberang seperti biasanya, kepalaku pening. Aku masih ingat langit sore itu cukup cerah, entah kenapa tiba-tiba yang aku lihat hanyalah gelap dan sesuatu membentur pelipisku.
    Sumber: Beautiful Rendezvous
    Altami N. D.
    Penulis dari Indonesia
    - +
    +12
Loading......
Altami N. D. - Sore itu jalanan kota ramai seperti biasa. Tenda-tenda warung makan mulai diidrikan oelh penjualnya. Sepanjang trotoar kota, aku tak bisa berjalan cepat, rasa perih di lambung membuat tubuhku terasa lemas. Lewat di depan alun-alun pun aku tak menoleh ke seberang seperti biasanya, kepalaku pening. Aku masih ingat langit sore itu cukup cerah, entah kenapa tiba-tiba yang aku lihat hanyalah gelap dan sesuatu membentur pelipisku.
Sore itu jalanan kota ramai seperti biasa. Tenda-tenda warung makan mulai diidrikan oelh penjualnya. Sepanjang trotoar kota, aku tak bisa berjalan cepat, rasa perih di lambung membuat tubuhku terasa lemas. Lewat di depan alun-alun pun aku tak menoleh ke seberang seperti biasanya, kepalaku pening. Aku masih ingat langit sore itu cukup cerah, entah kenapa tiba-tiba yang aku lihat hanyalah gelap dan sesuatu membentur pelipisku. dari : Altami N. D.
X
hills-sunrise forest lake-forest mountains-with-lake plant-drops purple-flower river-forest road-with-clouds sky-stars straat-stad sun-over-waterfall yellow-wheat z-love-children-sun z-love-geliefdes-zon z-love-hands-sun z-love-hands z-love-leaves z-love-parijs z-love-small-hearts z-love-zwanen

Font size:

20 px 24 px 28 px 32 px 40 px 48 px

Font:

Arial TNR Verdana Courier New Comic Monospace

Warna:

Putih Beru Merah Kuning Hijau Hitam

Bayangan:

Tidak Putih Hitam
hills-sunrise Sore itu jalanan kota ramai seperti biasa. Tenda-tenda warung makan mulai diidrikan oelh penjualnya. Sepanjang trotoar kota, aku tak bisa berjalan cepat, rasa perih di lambung membuat tubuhku terasa lemas. Lewat di depan alun-alun pun aku tak menoleh ke seberang seperti biasanya, kepalaku pening. Aku masih ingat langit sore itu cukup cerah, entah kenapa tiba-tiba yang aku lihat hanyalah gelap dan sesuatu membentur pelipisku.
- Altami N. D. JagoKata.com