Peribahasa: tidak

Peribahasa menggunakan kata tidak

  • adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya
    =orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik
  • apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar
    =tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)
  • bagai kapal tidak bertiang
    =perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin'
  • bagai pahat, tidak ditukul tidak makan
    =orang yang mau bekerja apabila diperintah
  • bagai si bisu berasian (bermimpi ), terasa ada terkatakan tidak
    =tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)
  • bakar tidak berbau
    =maksud jahat yang tersembunyi
  • bau busuk tidak berbangkai
    =celaan (fitnah dan sebagainya) yang tidak benar
  • bayang-bayang tidak sepanjang badan
    =berbuat sesuatu yang melebihi dari (tidak sesuai dengan) kemampuannya
  • berarak tidak berlari
    =melakukan sesuatu sebagaimana mestinya
  • bercerai sudah, talak tidak
    =sudah berpisah, tetapi belum sah diceraikan
  • bercerai tidak bertalak (kalau bercerai tidak usah menjatuhkan talak)
    =pertalian suami-istri yang tidak sah
  • beri tahu yang tidak diberikan
    =berjanji akan memberi sesuatu, tetapi hanya kata-kata (tidak dipenuhi)
  • berkeras tidak berkeris
    =bertindak keras, tetapi tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri
  • berpaut tidak bertali
    =1 belum putus perkaranya
  • bersalai tidak berapi
    =mengandung (hamil ), tetapi tidak bersuami
  • bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi
    =kasih sayang tidak mungkin datang dari satu pihak
  • bumi tidak selebar daun kelor
    =dunia tidak sempit'
  • bungkuk sejengkal tidak terkedang
    =tidak mau mendengar kata orang
  • dapur tidak berasap
    =miskin sekali
  • datang tidak berjemput, pulang tidak berantar
    =tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)
  • diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru
    =tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik
  • daripada cempedak lebih baik nangka, daripada tidak, lebih baik ada
    =benda yang sedikit (kurang baik) pun jadilah daripada tidak sama sekali
  • gajah lalu dibeli, rusa tidak terbeli
    =mengerjakan sesuatu yang penting dengan melupakan hal-hal yang kecil yang sebenarnya sangat perlu untuk menyelesaikan sesuatu yang penting itu
  • hendak menggaruk tidak berkuku
    =hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak berkemampuan
  • hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah
    =orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain
  • hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang
    =orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang
  • jika tidak pecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu
    =tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha'
  • jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga
    =jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya
  • jikalau tidak berada-ada (ada berada, ada mengada ), masakan tempua bersarang rendah
    =jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi ), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa'
  • kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi
    =kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai
  • karam tidak berair
    =mendapat bencana tanpa sebab
  • ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap
    =anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya
  • ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang
    =mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah
  • ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang
    =tidak mau bekerja
  • keluar tak mengganjilkan, masuk tak menggenapkan (masuk tidak genap, keluar tidak ganjil)
    =hal (orang) yang tidak terpandang sedikit juga dalam masyarakat
  • kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak
    =kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan
  • kumbang tidak seekor (bunga tidak sekaki)
    =masih banyak pria (wanita) lain tempat menambatkan hati
  • kundur tidak melata pergi, labu tidak melata mari
    =persetujuan (persahabatan dan sebagainya) harus dari kedua belah pihak datangnya'
  • laksana bunga dedap, sungguh merah berbau tidak
    =orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa
  • lulus tidak berselam, hilang tidak bercari
    =orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong
  • mana busuk yang tidak berbau
    =kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga
  • mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya
    =tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya
  • mati tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk
    =sudah berketetapan hati untuk melakukan sesuatu dan tidak akan menyesal atau mengumpat kemudian jika timbul peris-tiwa yang tidak baik karena perbuatan itu
  • menambat tidak bertali
    =pria dan wanita yang hidup sebagai suami istri, tetapi tidak menikah
  • mudah juga pada yang ada, sukar jua pada yang tidak
    =pada orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya sedangkan pada yang miskin segalanya susah
  • mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak
    =tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian
  • mulut bajan boleh ditutup, mulut manusia tidak
    =rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan kepada orang karena mulut manusia tidak dapat ditutup
  • mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak
    =rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain
  • napas tidak sampai ke hidung
    =sibuk sekali
  • nasi tersendok tidak termakan
    =tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yang didapatnya
  • ombaknya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan
    =telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya
  • panas tidak sampai petang
    =bertambah susah
  • pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tidak melupakan pelanduk
    =sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam'
  • pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
    =bila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya
  • pisang tidak berbuah dua kali
    =nasib baik biasanya hanya ditemui satu kali
  • rebung tidak jauh dari rumpun
    =tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya
  • sampan ada pengayuh tidak
    =hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya
  • seiring bertukar jalan (sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut)
    =berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama
  • semut dipijak tidak mati, gajah diarung bergelimpangan (semut terpijak tidak mati, alu tertarung patah tiga)
    =perihal cara berjalan seorang perempuan yang baik lagi teratur (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)
  • sesal (pikir) dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
    =pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)
  • sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak
    =jangan mengharapkan yang bukan-bukan karena akan mengecewakan saja
  • sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak
    =jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa
  • singkat tidak terluas, panjang tidak terkerat
    =tiap-tiap orang akan mati apabila telah sampai ajalnya
  • seperti birah hitam tidak berurat
    =sangat malas (sebentar-sebentar berbaring dan sebagainya)
  • seperti birah tidak berurat
    =sangat malas (sebentar-sebentar berbaring dan sebagainya)
  • seperti kepiting tidak tahu bungkuknya (sebagai udang tak tahu bungkuknya)
    =orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya
  • sudah tidak tersudu oleh angsa, baharu diberikan kepada itik
    =orang kecil hanya beroleh apa-apa yang tidak dapat digunakan oleh orang besar'
  • tak tentu hilirnya, tidak berketentuan hulu hilirnya
    =tidak tentu maksud dan tujuannya
  • tali busur tidak selamanya dapat diregang
    =orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya
  • tergantung tidak bertali
    =perempuan yang tidak diurus lagi oleh suaminya, tetapi tidak dapat meminta cerai
  • tidak (belum) berbau telunjukmu
    =tak boleh jadi
  • tidak ada orang menggaruk ke luar badan
    =biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan
  • tidak berluluk mengambil cekarau
    =mendapat untung tidak dengan bersusah payah
  • tidak dibawa orang sehilir semudik
    =tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat'
  • tidak hujan lagi becek, ini pula hujan
    =sedangkan kita tidak berbuat saja disangka orang, terlebih pula kalau kita benar-benar berbuat
  • tidak kekal bunga karang
    =hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dan sebagainya) yang tidak berlangsung lama
  • tidak kelih mau tengok
    =ingin mendapat sesuatu, tetapi segan berusaha
  • tidak lekang di bibir
    =selalu disebut-sebut
  • tidak lekang dari hati
    =tidak lepas dari ingatan (selalu diingat)
  • tidak makan benang
    =tidak masuk akal
  • tidak makan siku-siku
    =1 cakap orang yang berleleran saja, tiada langsung ke tujuannya
  • tidak mati oleh Belanda
    =seseorang yang sangat kaya sekalipun dagangannya rugi, ia tidak akan jatuh miskin
  • tidak tahu antah terkunyah
    =tidak merasa melakukan sesuatu yang tidak patut
  • tidak tahu di alif
    =tidak dapat membaca dan menulis
  • tidak tahu malu
    =tidak bermalu
  • tidak tampak batang hidungnya
    =tidak muncul
  • tidak terindang dedak basah
    =perkara (perselisihan dan sebagainya) yang sangat sulit penyelesaiannya'
  • tohok raja tidak dapat dielakkan
    =sukar menolak kehendak orang yang berkuasa
  • umpat tidak membunuh, puji tidak mengenyang
    =baik celaan maupun pujian tidak perlu dihiraukan
  • unjuk beri tahu yang tidak diberikan
    =berjanji akan memberi sesuatu, tetapi hanya kata-kata (tidak dipenuhi)
  • yang dikejar tidak dapat, yang dikandung berceceran
    =yang diharapkan tidak diperoleh, bahkan yang telah ada menjadi hilang

Penjelasan menggunakan kata tidak

  • (seperti) abu di atas tanggul
    =tidak tetap kedudukannya (sewaktu-waktu dapat dipecat dan sebagainya)
  • (seperti) anjing terpanggang ekor
    =mendapat kesusahan yang amat sangat sehingga tidak keruan tingkah lakunya: (spt) disalak ~ bertuah, tidak dapat bertangguh lagi
  • ada biduk serempu pula
    =tidak pernah merasa puas, selalu menginginkan yang lain
  • ada sampan hendak berenang
    =sengaja berpayah-payah padahal sebenarnya tidak perlu berbuat begitu
  • air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam
    =tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya)
  • Aji godhong garing (aking)
    =Sudah tidak ada harganya (hina ).
  • akal akar berpulas tak patah
    =orang yang sudah pandai tidak mudah kalah dalam perbantahan
  • akal tak sekali tiba
    =tidak ada suatu usaha yang sekali terus jadi dan sempurna
  • alah bisa karena (oleh) biasa
    =1 segala kesukaran dan sebagainya tidak akan terasa lagi sesudah biasa
  • alah bisa oleh (karena) biasa
    =sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi
  • alah bisa tegal biasa
    =sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi
  • alah di rumpun betung
    =kekalahan yang tidak memuaskan pihak yang kalah
  • alah menang tak tahu, bersorak boleh
    =perihal seseorang yang tidak ikut campur dalam dua pihak yang sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yang telah tentu kalah
  • ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit
    =sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan)
  • Ana catur mungkur
    =Tidak mau mendengarkan pergunjingan.
  • Ana daulate ora ana begjane
    =Tidak jadi mendapatkan kemuliaan/keberuntungan.
  • Anggenthong umos (bocor/rembes)
    =Orang yang tidak bias menyimpan rahasia.
  • angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam
    =rahasia tidak selamanya dapat disembunyikan, akhirnya akan terbuka juga
  • angkuh terbawa, tampan tinggal
    =baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kepada orang yang pesolek)
  • Anjing menggonggong, khafilah berlalu.
    =Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.
  • apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar
    =tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)
  • apa yang kurang pada belida, sisik ada tulang pun ada
    =orang yang berkecukupan, tidak ada yang kurang padanya
  • Api dalam sekam
    =Hal-hal tidak baik yang tidak tampak dan bahkan semakin membahayakan.
  • arang habis besi binasa
    =pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi hasilnya tidak ada
  • arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih
    =tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi
  • asal ada kecil pun pada
    =kalau tidak mendapat banyak, sedikit pun cukup
  • asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan
    =tabiat orang tidak akan berubah
  • asal berinsang, ikanlah
    =tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dsb)'
  • asing maksud, asing sampai
    =tidak sesuai dengan yang diharapkan
  • Asu belang kalung wang
    =Orang dari kalangan bawah, tidak berpendidikan tinggi, tapi memiliki banyak harta.
  • awak tikus hendak menampar kepala kucing
    =menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh atau terjadi
  • bagai alu pencungkil duri
    =melakukan sesuatu yang tidak mungkin berhasil
  • bagai berumah di tepi tebing
    =selalu tidak aman hatinya
  • bagai dawat dengan kertas
    =tidak pernah bercerai
  • bagai denai gajah lalu
    =hal yang tidak mungkin dapat disembunyikan
  • bagai duri dalam daging
    =selalu terasa tidak menyenangkan hati
  • bagai empedu lekat di hati
    =sangat karib, tidak terceraikan (tentang persahabatan, orang berkasih-kasihan, dan sebagainya)
  • bagai guna-guna alu sesudah menumbuk dicampakkan
    =dihargai sewaktu diperlukan, setelah tidak berguna lagi dibuang
  • bagai ikan dalam keroncong
    =tidak tertolong lagi
  • bagai inai dengan kuku
    =tidak pernah bercerai
  • bagai jawi ditarik keluan
    =menurut saja (karena tidak dapat melawan)
  • bagai kapal tidak bertiang
    =perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin'
  • bagai kena buah malaka
    =sangat terperanjat seolah-olah kena peluru karena penghinaan yang tidak disangka-sangka'
  • bagai kuku dengan daging
    =tidak terceraikan
  • bagai mendapat durian runtuh
    =mendapat keuntungan yang tidak tersangka-sangka atau tidak dengan bersusah payah
  • bagai pelita kehabisan minyak
    =tidak berseri-seri lagi
  • bagai pimping di lereng
    =orang yang tidak berpendirian tetap'
  • Bagai pungguk merindukan bulan
    =Seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin.
  • bagai puyuh laga
    =bercakap-cakap tidak habis-habisnya
  • bagai si bisu berasian (bermimpi ), terasa ada terkatakan tidak
    =tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)
  • bagai si kudung beroleh cincin
    =beroleh keuntungan, tetapi tidak dapat menikmatinya
  • bagai si kudung panji berbelut
    =pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia
  • bagai si lumpuh hendak merantau
    =tidak mungkin dikerjakan
  • bagai tanduk bersendi gading
    =jodoh yang tidak sepadan
  • bagai tanduk diberkas
    =sangat sukar untuk disatukan (karena tidak sepaham atau sependirian)
  • bagai tikus membaiki labu
    =orang yang mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya
  • Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi
    =Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.
  • baju indah dari balai, tiba di rumah menyarungkan
    =hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi
  • Balilu tan pinter durung nglakoni
    =Orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang suatu hal, meskipun sering menjalaninya, masih kalah pandai dengan orang yang memiliki pengetahuan, meski tidak pernah menjalaninya.
  • Banyu pinerang ora bakal pedhot (sigar)
    =Perselisihan antar-saudara tidak akan menghilangkan hubungan saudara itu sendiri.
  • bau busuk tidak berbangkai
    =celaan (fitnah dan sebagainya) yang tidak benar
  • belukar sudah menjadi rimba
    =kesalahan yang tidak dapat diperbaiki lagi
  • Beras wutah arang bali menyang takere
    =Sesuatu yang sudah rusak/cacat tidak akan bisa kembali sama seperti sedia kala.
  • berbulu mata melihat
    =merasa benci (jijik, tidak suka) melihat
  • bercekak henti, silat terkenang
    =buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya
  • bercerai tidak bertalak (kalau bercerai tidak usah menjatuhkan talak)
    =pertalian suami-istri yang tidak sah
  • berdiang di abu dingin
    =tidak mendapat apa-apa (dari saudara, tuan rumah, dan sebagainya)
  • berebut buluh belah
    =berkelahi memperebutkan sesuatu yang tidak berharga
  • berebut buluh hanyut, tangan luka buluh tak dapat
    =dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya'
  • berebut lontong tanpa isi
    =berlomba-lomba memperoleh sesuatu yang tidak berguna
  • berebut temiang belah
    =berkelahi memperebutkan sesuatu yang tidak berharga
  • berebut temiang hanyut, tangan luka temiang tak dapat
    =dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya'
  • berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi
    =ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah
  • berkata peliharakan lidah
    =... tidak akan menghiraukan cemoohan orang
  • berkeras tidak berkeris
    =bertindak keras, tetapi tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri
  • berleleran bagai getah di lalang
    =tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan)
  • berniaga di ujung lidah
    =orang pandai yang tidak jujur
  • beroleh badar tertimbakan
    =mendapat keuntungan yang tidak di- sangka-sangka
  • beroleh lumpur di tempat yang kering
    =mendapat kesusahan yang tidak disangka-sangka
  • berpaut sehasta tali
    =tidak dapat berbuat sekehendak hatinya
  • berpilin-pilin bagai kelindan
    =sudah menjadi satu benar, tidak dapat diceraikan lagi
  • bersalai tidak berapi
    =mengandung (hamil ), tetapi tidak bersuami
  • berserah berkabilan
    =sudah memercayakan sesuatu kepada orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)'
  • bersesapan belukar
    =pekerjaan yang tidak sempurna
  • bersikap masa bodoh
    =tidak peduli apa-apa
  • bertandang ke surau
    =bertamu ke rumah orang dengan tidak mendapat jamuan apa-apa
  • berteduh di bawah betung
    =beroleh pertolongan yang tidak memadai
  • bertepuk sebelah tangan
    =tidak bersambut dengan baik, hanya dari sebelah pihak (tentang kebaikan atau cinta kasih)
  • bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi
    =kasih sayang tidak mungkin datang dari satu pihak
  • berteras ke luar (bagai pimping)
    =seperti mempunyai ilmu, kekayaan, ketampanan, dan sebagainya padahal sebenarnya tidak: ~ ke rusuk, dikuasai oleh kaum keluarganya
  • bertiraikan banir
    =tidak mempunyai rumah
  • bertohor air liur
    =sudah banyak memberi nasihat, tetapi tidak diindahkan
  • besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya)
    =orang yang besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada
  • biar singit jangan tertiarap
    =jika mendapat kerugian (kesusahan dan sebagainya ), hendaklah diikhtiarkan agar tidak terlalu rugi dan sebagainya
  • bibirnya bukan diretak panas
    =perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia
  • biduk tiris menanti karam
    =sudah tidak tertolong lagi
  • bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar
    =cela (kesalahan, keburukan, dan sebagainya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu
  • bumi tidak selebar daun kelor
    =dunia tidak sempit'
  • bungkuk sejengkal tidak terkedang
    =tidak mau mendengar kata orang
  • buntat hendak jadi kemala
    =tidak tahu diri
  • Buntel kadut, ora kinang ora udud
    =Orang yang bekerja secara borongan tidak mendapat makan dan rokok. Maksudnya orang yang bekerja dengan sistem borongan jarang yang mendapatkan tip/bonus. Entah itu berupa makanan/camilan atau sekedar
  • buruk perahu, buruk pangkalan
    =tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan
  • buruk-buruk embacang (embacang buruk kulit)
    =kelihatannya tidak baik (bodoh dan sebagainya ), tetapi sebenarnya baik sekali (pandai)
  • Cecak nguntal cagak
    =Keinginan/usaha yang tidak sebanding dengan kemampuannya.
  • cekel berhabis, lapuk berteduh
    =terlampau kikir itu tidak berfaedah sebab akhirnya harta kekayaan itu akan habis juga
  • Ciri wanci lelai ginawa mati
    =Kebiasaan buruk yang tidak bisa dihilangkan jika belum menemui ajal.
  • dalam laut boleh diajuk, dalam hati siapa tahu
    =apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang tidak dapat kita ketahui
  • dapat durian runtuh
    =mendapat untung dengan tidak bersusah payah
  • Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri.
    =Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik di negeri sendiri.
  • datang tak berjemput, pulang tak berhantar
    =perihal orang yang tidak diindahkan
  • datang tidak berjemput, pulang tidak berantar
    =tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)
  • degar degar merpati
    =perselisihan (antara suami istri) yang tidak menyebabkan renggang, melainkan justru merapatkan
  • dekat tak tercapai jauh tak berantara
    =menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya
  • dekat tak tercapai, jauh tak antara
    =sesuatu yang dekat dengan kita, tetapi tidak dapat kita ambil karena tiada upaya
  • di bawah tangan
    =tidak di muka umum (tentang pemborongan)
  • di luar bagai madu, di dalam bagai empedu
    =kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya
  • di luar merah di dalam pahit
    =kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya
  • di mana kayu bengkok, di sanalah musang meniti
    =di tempat yang tidak terjaga, di situlah pencuri datang
  • di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat
    =tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi
  • di ujung lidah
    =1 dalam perkataan saja tidak disertai pelaksanaannya
  • diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru
    =tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik
  • diam penggali berkarat, diam ubi berisi
    =pengetahuan dan sebagainya yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang
  • dianjak layu, dianggur mati
    =seseorang yang telah menetapkan katanya, tidak akan mengubah lagi ketetapan itu karena sudah menjadi adat rasam
  • dianjak layu, dibubut mati
    =suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, yang harus dipakai terus
  • dianjak layu, dibubut mati
    =suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, tetapi harus dipakai terus
  • diasak layu, dicabut mati
    =sesuatu yang tetap dan tidak diubah-ubah lagi
  • dibuat karena Allah, menjadi murka Allah
    =dilakukan dengan maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik
  • diiringkan menyepak, dikemudiankan menanduk
    =serba menyu-sahkan orang (msl tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)
  • dijual sayak, dibeli tempurung
    =sama saja halnya, pekerjaan baru, tetapi tidak berbeda dari pekerjaan lama'
  • dikatakan berhuma lebar, sesapan di halaman
    =memegahkan kekayaan (keberanian dan sebagainya ), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)
  • dilengah (dimabuk) beruk berayun
    =merasa senang (asyik) akan sesuatu yang tidak ada gunanya
  • dilihat pulut, ditanak berderai
    =apa yang kelihatan di luar (pada lahirnya) berlainan dengan keadaan sebenarnya (seperti kelihatannya pandai, sebenarnya tidak tahu apa-apa)
  • diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit
    =serba salah dalam suatu pekerjaan yang sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula
  • dirintang siamang berbual
    =asyik melihat sesuatu yang tidak berguna dengan menghabiskan waktu'
  • disisih sebagai antah
    =tidak boleh ikut campur (karena hina, miskin, dan sebagainya)
  • ditebuk (dikerobok) tikus
    =sudah hilang kegadisannya (sudah tidak gadis lagi)
  • ditetak belah, dipalu belah, tembikar juga akan jadinya
    =walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat: orang pembuat periuk, bertanak di ~, yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memaka
  • daripada cempedak lebih baik nangka, daripada tidak, lebih baik ada
    =benda yang sedikit (kurang baik) pun jadilah daripada tidak sama sekali
  • duduk berkisar, tegak berpaling
    =tidak mau menepati janji
  • embun di ujung rumput
    =sesuatu yang lekas hilang (bersifat tidak tetap)
  • empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit
    =sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan)
  • emping berantah
    =orang yang kebal tidak mempan benda tajam (besi dan sebagainya)
  • enggan seribu daya, mau sepatah kata
    =kalau tidak suka (tidak mau) thd sesuatu biasanya banyak jawab dan alasannya
  • Entimun bongkok.
    =Tidak masuk hitungan dalam pergaulan.
  • esa hilang dua terbilang
    =mati atau hidup dengan kemuliaan, tidak ada pilihan lain
  • gadai terdorong kepada Cina
    =terlanjur sehingga tidak boleh dicabut kembali
  • garam kami tak masin padanya
    =perkataan kami tidak diindahkannya
  • gelegar buluh
    =besar cakap, tidak berisi
  • gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan
    =Mk tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya
  • geruh tak mencium bau
    =kecelakaan datang tidak dengan memberitahukan (kecelakaan tidak dapat diketahui lebih dahulu)
  • gigi tanggal rawan murah
    =keinginan timbul setelah tidak ada kesempatan lagi
  • habis beralur maka beralu-alu
    =jika dengan jalan musyawarah tidak dicapai kata sepakat, maka barulah dengan jalan kekerasan
  • habis manis sepah dibuang
    =sesudah tidak berguna lagi, lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi dan sebagainya)
  • habis pati ampas dibuang
    =sesudah tidak berguna lagi lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi)
  • habis perkara, nasi sudah menjadi bubur
    =tidak ada gunanya dibicarakan lagi
  • hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua
    =budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang
  • hangat hangat tahi ayam
    =kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat
  • harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus
    =tidak mau berputus asa sampai saat terakhir'
  • harimau mengaum takkan menangkap
    =orang yang mengancam dan sebagainya dengan perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa
  • harum menghilangkan bau
    =keburukan tidak kelihatan karena tertutup oleh nama (perbuatan) yang baik
  • harum semerbak mengandung mala
    =perbuatan (jasa dan sebagainya) yang dipuji-puji, tetapi jasa tsb diperbuat dengan jalan yang tidak baik'
  • hati (sebagai) baling-baling
    =tidak tetap pendirian
  • hati bagai baling-baling (~ di atas bukit)
    =tidak tetap hatinya (pendiriannya)
  • hati gatal mata digaruk
    =sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu
  • hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan
    =tidak mau kalah dengan orang lain
  • hendak hinggap tiada berkaki
    =ingin berbuat sesuatu, tetapi tidak mempunyai alat sebagai syaratnya
  • hendak menggaruk tidak berkuku
    =hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak berkemampuan
  • hendak terbang tiada bersayap
    =hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak ada sarana'
  • hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong
    =orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah dan yang patut susah berdiam diri
  • hidup seperti musang
    =tentang orang jahat (pencuri) yang pada siang hari tidak kelihatan tetapi pada malam hari merayap mencari mangsanya
  • hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah
    =orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain
  • hilang kilat dalam kilau
    =(kepandaian, kebesaran, dan sebagainya) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dan sebagainya
  • hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang
    =orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang
  • hilang tak bercari, lulus tak berselami
    =tidak dipedulikan lagi
  • hitam, hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang
    =barang yang buruk tetapi berguna disimpan, barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang
  • hitam di atas putih
    =dengan tertulis, tidak hanya dengan perkataan saja (tentang perjanjian dan sebagainya)
  • hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam
    =tidak mengatakan yang sebenarnya (yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya)
  • hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya
    =orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan
  • hitam tahan tempa, putih tahan sesah
    =tetap tidak berubah
  • hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri (hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik jua di negeri kita)
    =sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri
  • hujan jatuh ke pasir
    =kebaikan yang tidak terbalas
  • hujan menimpa bumi
    =kita tidak dapat melepaskan diri dari perintah orang yang berkuasa
  • hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat
    =suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus
  • iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat
    =karena sayang akan barang yang sedikit, tidak jadi mengerjakan hal yang diinginkan dan menyenangkan hati'
  • ibarat kiambang
    =tidak teguh
  • ibarat menegakkan benang basah
    =melakukan sesuatu yang tidak akan berhasil
  • ijuk tak bersagar lunak tak berbatu
    =seseorang yang tidak ada sanak saudaranya yang dimalui (ditakuti) orang
  • ikan belum dapat, airnya sudah keruh
    =pelaksanaan kerja yang tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai)
  • ikan biar dapat, serampang jangan pokah
    =maksud sampai, perkakas pun tidak rusak'
  • ikan gantung, kucing tunggu
    =kesal melihat barang yang diingini, tetapi tidak mungkin didapat
  • intan disangka batu kelikir
    =tidak pandai menghargai sesuatu
  • itik berenang di laut (air ), mati kehausan
    =menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan) memanfaatkan kekayaan yang ada
  • jangat liat kurang panggang
    =tidak dapat diajar
  • jauh di mata, dekat di hati
    =bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat
  • jauh panggang dari api
    =tidak kena
  • jika tidak pecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu
    =tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha'
  • jikalau tidak berada-ada (ada berada, ada mengada ), masakan tempua bersarang rendah
    =jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi ), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa'
  • jinak-jinak merpati
    =kelihatannya ramah dan mudah didapat, tetapi sebenarnya tidak (tentang wanita)
  • jiwa bergantung di ujung rambut
    =selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya
  • jung pecah yu yang kenyang
    =jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yang akan beruntung
  • kacang lupa akan kulitnya
    =tidak tahu diri
  • kail sebentuk, umpan seekor, sekali putus, sehari berhanyut
    =berbuat sesuatu dengan tidak memikirkan hal-hal yang mungkin menghambat usahanya (seperti pergi jauh tidak cukup bekal, berniaga tidak cukup modal)
  • kalah jadi abu, menang jadi arang
    =pertengkaran tidak akan menguntungkan kepada pihak mana pun
  • kalau guru makan berdiri, maka murid makan berlari
    =kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dalam hal yang tidak baik
  • kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi
    =kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai
  • kalau tak ada angin, takkan pokok bergoyang
    =jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi
  • Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang
    =Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah.
  • kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan
    =cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak
  • ke hulu kena bubu, ke hilir kena tengkalak
    =tidak dapat terhindar dari bahaya
  • ke mana angin yang deras ke situ condongnya
    =tidak teguh pendirian
  • ke mana kelok lilin, ke sana kelok loyang
    =tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain
  • ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang
    =mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah
  • ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang
    =tidak mau bekerja
  • Kebat kliwat gancang pincang.
    =Orang yang bertindak tidak hati-hati maka akan celaka.
  • kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah
    =manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali
  • Kegedhen empyak kurang cagak.
    =Banyak pengeluaran kurang penghasilan atau bisa juga punya cita-cita yang besar tetapi tidak punya kemampuan yang cukup.
  • kelam bagai malam dua puluh tujuh
    =suatu hal atau perkara yang sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya
  • kelekatu hendak terbang ke langit
    =hendak mencapai sesuatu yang tidak mungkin'
  • keluar tak mengganjilkan, masuk tak menggenapkan (masuk tidak genap, keluar tidak ganjil)
    =hal (orang) yang tidak terpandang sedikit juga dalam masyarakat
  • kena sepak belakang
    =tertipu oleh perbuatan orang yang tidak mau berterus terang atau yang tidak jujur
  • Keplok ora tombok.
    =Ikut merasakan senang namun tidak mau mengeluarkan biaya.
  • keras bagai batu, tinggi bagai bukit
    =tidak mau menurut perintah
  • kerosok ular di rumpun bambu
    =tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang'
  • kesat daun pimping
    =dikatakan kepada orang yang tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)
  • ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul
    =orang yang memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan seperti yang dinasihatkannya itu
  • koyak tak berbunyi
    =melakukan sesuatu yang kurang baik, tetapi tidak diketahui orang
  • kuman beri bertali
    =melakukan sesuatu yang tidak mungkin
  • kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak
    =kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan
  • laba tertinggal, harta lingkap
    =tidak beroleh laba sama sekali, bahkan modalnya ikut habis
  • laksana bunga dedap, sungguh merah berbau tidak
    =orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa
  • laksana manau, seribu kali embat haram tak patah
    =menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat: maksud bagai maksud ~, menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai
  • langkas buah pepaya
    =hal yang tidak mungkin
  • laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan
    =bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)
  • layang-layang putus talinya
    =seseorang yang sudah putus harapan, sudah tidak berdaya lagi, hanya terserah kepada nasib
  • lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai
    =seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil
  • lembut seperti buah bemban
    =tidak kaku
  • lempar batu sembunyi tangan
    =melakukan sesuatu (kegiatan dan sebagainya ), tetapi kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu-menahu
  • lihat anak pandang menantu
    =segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah hal itu akan menimbulkan keadaan yang tidak baik pada menantu, sekalipun hal itu akan menguntungkan anak itu sendiri
  • limau masak sebelah, perahu karam sekerat
    =aturan (hukum dan sebagainya) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dan sebagainya, tidak sama rata: spt ~ masak seulas, (orang) yang menonjol di antara saudara-saudaranya (lebih pandai, kaya, dan sebagainya)
  • lulus tidak berselam, hilang tidak bercari
    =orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong
  • lupa kacang akan kulitnya
    =tidak tahu diri
  • mabuk agak-agak (kira-kira)
    =tidak berbuat apa-apa, hanya melamun, asyik berangan-angan
  • madu satu tong, jika rembes, rembesnya pun madu jua
    =jika baik asalnya, turunannya pun baik juga: dalam ~ berisi empedu, dalam perkataan yang manis-manis biasanya berisi tipu daya yang tidak baik
  • makan masak mentah
    =tidak membedakan halal dan haram
  • makanan enggang akan dimakan pipit
    =hendak melakukan sesuatu yang tidak sepadan dengan tarafnya (kesanggupan dan sebagainya)
  • malam berselimut embun, siang bertudung awan
    =tidak berumah (miskin sekali)
  • malang tak berbau
    =kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya
  • malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih
    =nasib buruk tidak dapat dicari-cari
  • maling berteriak maling
    =mendahului orang menyerahkan suatu kesalahan (kejahatan) supaya tidak dituduh orang
  • malu berkayuh, perahu hanyut
    =kalau segan berusaha tidak akan mendapat kemajuan
  • malu kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing)
    =tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh
  • malu tercoreng pada kening
    =malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak
  • manikam sudah menjadi sekam
    =tidak berguna lagi
  • manis daging
    =orang yang biasa dituduh melakukan salah satu kejahatan, padahal ia tidak bersalah
  • manusia tertarik oleh tanah airnya, anjing tertarik oleh piringnya
    =orang yang berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yang bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi
  • mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah
    =seseorang yang tidak berbuat suatu kesalahan, tetapi pada waktu terjadi suatu kejahatan ia yang dituduh berbuat kesalahan itu
  • masak buah rumbia
    =perkara yang mustahil terjadi, atau yang tidak mungkin diperoleh
  • masak malam, mentah pagi (siang)
    =suatu hal yang telah putus (sudah jadi ), tetapi tidak lama kemudian berubah
  • masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan
    =tidak mendengarkan nasihat
  • masuk ke telinga kanan, keluar ke telinga kiri
    =tidak dimasukkan ke dalam ingatan (tentang nasihat, pelajaran)
  • masuk tak genap, keluar tak ganjil
    =orang yang tidak berharga dalam masyarakat
  • mati puyuh hendakkan ekor
    =menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai'
  • mati tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk
    =sudah berketetapan hati untuk melakukan sesuatu dan tidak akan menyesal atau mengumpat kemudian jika timbul peris-tiwa yang tidak baik karena perbuatan itu
  • melepaskan anjing terjepit
    =menolong orang yang tidak tahu membalas budi
  • melukut di tepi gantang
    =perkara kecil yang tidak mendapat perhatian
  • memasang pelita tengah hari
    =menerangkan apa-apa yang sudah tidak perlu diterangkan lagi
  • Membagi sama adil, memotong sama panjang.
    =Jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.
  • membeli kerbau di padang
    =membeli sesuatu dengan tidak melihat barang yang akan dibelinya
  • memberi lauk kepada orang membantai
    =memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dan sebagainya)
  • membesarkan kerak nasi
    =menambah-nambah belanja yang tidak perlu
  • membuang bunga ke jirat
    =berbuat baik kepada orang yang tidak tahu membalas budi
  • membuang garam ke laut
    =melakukan suatu pekerjaan yang tidak ada gunanya (seperti memberi sesuatu kepada orang kaya)
  • membungkus tulang dengan daun talas
    =menyembunyikan rahasia dengan tidak berhati-hati
  • meminta tanduk kepada kuda
    =menghendaki sesuatu yang tidak mungkin didapat
  • menabur (menanam) biji atas batu
    =sia-sia belaka, seperti memberi nasihat kepada orang yang tidak mau mengindahkan
  • menabur bijan ke tasik
    =sia-sia saja (seperti berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tahu membalas budi)
  • menambak gunung menggarami laut
    =memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya
  • menambak gunung, menggarami air laut
    =memberi bantuan kepada orang yang sama sekali tidak perlu dibantu
  • menambat tidak bertali
    =pria dan wanita yang hidup sebagai suami istri, tetapi tidak menikah
  • menanti putih gagak hitam
    =mengharap sesuatu yang tidak mungkin didapat
  • menantikan ara tak bergetah
    =mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi
  • menantikan kuar bertelur
    =mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh
  • mencencangkan lading patah
    =membanggakan sesuatu yang tidak ada harganya sama sekali'
  • mendapat badai tertimbakan
    =mendapat untung yang tidak disangka-sangka
  • menengadah ke langit hijau
    =tidak ada harapan akan mendapat pertolongan
  • menepak nyamuk menjadi daki
    =melawan orang yang lemah tidak akan mendapat nama baik
  • mengangkat bahu
    =menyatakan tidak tahu (masa bodoh)
  • menggantang anak ayam
    =melakukan pekerjaan yang tidak mungkin atau sia-sia untuk dikerjakan
  • menggaut laba dengan siku
    =selalu hendak mencari untung banyak, tidak peduli apakah orang lain akan menderita karena perbuatannya itu
  • menimbang sama berat
    =menjatuhkan hukuman dengan adil, tidak berat sebelah
  • menunjukkan ilmu kepada orang menetak
    =nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya
  • menyandang lukah tiga
    =melakukan pekerjaan yang sulit meskipun tidak berat
  • merajuk kepada yang kasih (sayang)
    =sesuatu yang tidak mungkin terjadi
  • merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul
    =pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh
  • merebus tak empuk
    =tidak berubah pendirian
  • meremas santan di kuku
    =meminta sesuatu kepada orang yang tidak punya (menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh)
  • miang tergeser kena miang, terlanggar kena rabasnya
    =dikatakan kepada orang yang berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya
  • Milih milih tebu oleh boleng.
    =Terlalu banyak pertimbangan yang akhirnya justru mendapat yang tidak baik.
  • minta dedak kepada orang mengubik
    =minta pertolongan dan sebagainya kepada orang yang tidak punya
  • minta pucuk pada alu (= menghendaki pucuk alu)
    =menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai
  • minum serasa duri, makan serasa lilin, tidur tak lena, mandi tak basah
    =hal orang yang sangat bersusah hati sehingga segala sesuatunya tidak berasa enak
  • minyak dengan air adakah (bolehkah) bercampur? (minyak dan air masa sama)
    =orang yang bermusuhan atau yang tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu
  • monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu?
    =tidak tahu menghargai suatu barang yang bagus
  • mujur sepanjang hari malang sekejap mata
    =jika malang akan menimpa dalam sesaat saja mungkin terjadi, tetapi tidak mendapat
  • mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak
    =tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian
  • muka bagai ditampar dengan kulit babi
    =hal orang yang tidak tahu malu
  • Mulat salira, hangrasa wani.
    =Sebelum bertindak harus tahu diri, dipikir dengan jernih, tidak sembrono, supaya tidak mengecewakan orang lain. Jika merasa mampu maka bertindak, namun jika tidak mampu harus berani mengatakan tidak.
  • mulut bagai ekor ayam diembus
    =seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)
  • mulut bajan boleh ditutup, mulut manusia tidak
    =rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan kepada orang karena mulut manusia tidak dapat ditutup
  • mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap
    =jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi
  • murah di mulut, mahal di timbangan
    =banyak janji, tetapi janji itu tidak ditepati
  • musim kemarau menghilirkan baluk
    =melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)
  • nasi sudah menjadi bubur
    =perbuatan yang sudah terlanjur dan tidak dapat diperbaiki lagi
  • nasi tersendok tidak termakan
    =tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yang didapatnya
  • Ojo Keminter Mundak Keblinger, Ojo Cidra Mundak Ciloko.
    =Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
  • Ojo mangro mundak kendo.
    =Jangan berfikir mendua agar tidak luntur niat dan semangat.
  • orang bini-binian beranak tak boleh disuruh
    =pekerjaan yang tidak tetap selalu mendatangkan rugi
  • orang penggamang mati jatuh
    =siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya
  • orang tua diajar makan pisang
    =orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari
  • padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan
    =demikian luas hati itu, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh
  • pahit dahulu, manis kemudian
    =hendaklah ditentukan syarat-syarat yang nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dalam membuat perjanjian)
  • patah kemudi dengan ebamnya
    =sudah tidak ada harapan lagi
  • patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati
    =tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dalam berperkara)
  • patah sayap bertongkat paruh
    =tidak putus-putusnya berusaha menyampaikan maksudnya
  • patah selera banyak makan
    =pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali
  • pecah anak buyung, tempayan ada
    =tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri
  • pecah buyung tempayan ada
    =tidak akan kekurangan perempuan (yang akan diambil untuk istri)
  • pecah kapi, putus suai
    =tidak dapat diperbaiki lagi
  • pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk
    =orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya
  • pengayuh sama di tangan, perahu sama di air
    =tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya'
  • perahu papan bermuat intan
    =sesuatu yang tidak layak diperjodohkan
  • pergi berempap, pulang eban
    =pulang pokok (tidak beruntung dan tidak merugi)
  • permata lekat di pangkur
    =tidak pada tempatnya'
  • pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga
    =orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah
  • pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam
    =sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)
  • rebung tak miang, bemban pula miang
    =orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yang patut susah malahan berdiam diri
  • rebung tidak jauh dari rumpun
    =tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya
  • Rukun agawe santosa crah agawe bubrah.
    =Negara atau keluarga yang rukun akan kuat sedangkan yang tidak rukun maka akan mudah dijajah dan hancur.
  • rumah gedang ketirisan
    =istri yang tidak mampu mendatangkan kebahagiaan kepada suami
  • rumah terbakar tikus habis ke luar
    =1 uang habis, tetapi yang dikehendaki tidak diperoleh
  • rusak bangsa oleh laku
    =biarpun orang berbangsa tinggi, kalau berkelakuan buruk, keturunannya yang tinggi itu tidak akan dihargai orang
  • sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan
    =lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali
  • sakit menimpa, sesal terlambat
    =sesudah terlanjur (terjadi ), menyesal tidak ada gunanya
  • sampan ada pengayuh tidak
    =hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya
  • sampan rompong, pengayuh sompek
    =perkara yang tidak dapat diharapkan lagi
  • satu juga gendang berbunyi
    =tidak berubah
  • sebagai ayam diasak malam
    =tidak berdaya lagi
  • sebagai minyak dengan air
    =tidak dapat bersatu (karena bermusuhan dan sebagainya)
  • sebagai pancang diguncang arus
    =orang yang tidak tetap pendiriannya
  • sebagai petai sisa pengait
    =tidak berguna sama sekali
  • sebelum ajal berpantang mati
    =tidak akan mati sebelum sampai waktunya
  • sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang
    =jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga
  • secupak tak jadi segantang
    =sesuatu yang tetap dan tidak dapat diubah lagi
  • sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang
    =sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur
  • sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai kain
    =hal perbuatan orang yang sabar dan tidak lekas putus asa, sedikit demi sedikit lama-lama berhasil juga
  • sekam menjadi hampa berat
    =tidak akan merugikan sedikit jua
  • sekudung limbat, sekudung lintah
    =tidak tetap pendiriannya'
  • sembunyi tuma (kepala tersuruk) ekor kelihatan
    =merasa tidak ada yang mengetahui, tetapi sebenarnya sudah diketahui orang banyak
  • semut dipijak tidak mati, gajah diarung bergelimpangan (semut terpijak tidak mati, alu tertarung patah tiga)
    =perihal cara berjalan seorang perempuan yang baik lagi teratur (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)
  • sendok besar tak mengenyang
    =tidak ada buktinya
  • seorang ke hilir seorang ke mudik
    =tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dan sebagainya
  • sepasin dapat bersiang
    =mendapat keuntungan tidak dengan sengaja
  • sesak berundur-undur, hendak lari malu, hendak menghambat tak lalu
    =sudah tidak dapat melawan, tetapi pura-pura masih sanggup bertahan
  • sesal (pikir) dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
    =pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)
  • sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka
    =setiap perbuatan hendaklah ditimbang masak-masak agar tidak menyesal
  • sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak
    =jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa
  • sia-sia negeri alah
    =pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati mendatangkan kerugian atau bahaya
  • sia-sia utang tumbuh
    =pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati dan tidak rapi penjagaannya sehingga menimbulkan kerugian
  • siapa lama tahan, menang
    =apabila bekerja dengan tekun dan rajin, tidak tergesa-gesa, lama-kelamaan kerja yang sulit sekali pun akan selesai juga dengan baik
  • seperti api dalam sekam
    =hal-hal tidak baik yang tidak tampak
  • seperti api dengan asap
    =tidak dapat dipisahkan
  • seperti bertih direndang
    =berdetusan tidak henti-hentinya (bunyi senapan dan sebagainya)
  • seperti biji saga rambat di atas talam
    =tidak berpendirian tetap
  • seperti buah kedempung, di luar berisi di dalam kosong
    =orang yang sombong (banyak cakap ), padahal tidak ada kelebihannya'
  • seperti cacing kepanasan
    =tidak tenang, selalu gelisah (karena susah, malu)
  • seperti ditempuh gajah lalu
    =suatu hal yang tidak dapat ditutup-tutupi (disembunyikan)
  • seperti elang menyongsong angin
    =tidak gentar menghadapi musuh
  • seperti gerundang yang kekeringan
    =orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya
  • seperti gerup dengan sisir
    =menunjukkan hubungan yang rapat sekali, seolah-olah tidak dapat bercerai
  • seperti gunting makan di ujung
    =perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara ), tetapi mengena atau tercapai apa yang dimaksudkan
  • seperti ikan dalam belat
    =tidak dapat melepaskan diri lagi (dari tangan musuh)
  • seperti ikan kena tuba
    =bingung tidak keruan atau sudah tidak berdaya lagi
  • seperti itik mendengar guntur
    =mengharap-kan peruntungan dan sebagainya yang tidak tentu datangnya
  • seperti kapak naik pemidangan (peminangan)
    =1 tidak pada tempatnya
  • seperti katak ditimpa kemarau
    =berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dan sebagainya)
  • seperti kelekatu masuk api
    =tidak memedulikan bahaya maut
  • seperti kepiting tidak tahu bungkuknya (sebagai udang tak tahu bungkuknya)
    =orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya
  • seperti kera belanda mendapat bunga (seperti kera belanda diberi kaca)
    =mendapat sesuatu yang tidak dapat mempergunakannya'
  • seperti ketiak ular, panjang lanjut (tidak putus-putusnya)
    =tidak berketentuan (baik buruknya)
  • seperti kodok ditimpa kemarau
    =berkeluh kesah tidak keruan
  • seperti lepat dengan daun
    =tidak dapat berpisah antara satu dan yang lain'
  • seperti melukut di tepi gantang
    =tidak dapat berbuat apa-apa'
  • seperti menepung tiada berberas
    =banyak cakap, tidak berisi'
  • seperti mentimun dengan durian
    =perlawanan yang tidak sebanding (antara orang lemah dan orang kuat, orang bodoh dan orang pandai)
  • seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak
    =seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah
  • seperti panji-panji, ditiup angin berkibar-kibaran
    =tidak tetap pendirian, ikut pihak yang kuat'
  • seperti pikat kehilangan mata
    =bingung tidak keruan
  • seperti pungguk merindukan bulan
    =seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas'
  • seperti sebuah biji tersesat dalam rumput
    =1 orang yang hina tidak kelihatan oleh orang
  • seperti tikus jatuh di beras
    =ibarat orang yang mendapat pekerjaan yang menguntungkan dan tidak ingin meninggalkan pekerjaan itu lagi
  • seperti tikus masuk rumah
    =orang yang kecewa karena tidak terpenuhi harapannya
  • seperti ular kena bedal (palu, pukul)
    =tidak tenang (karena marah dan sebagainya)
  • suaranya seperti membelah betung
    =suaranya tidak enak pada pendengaran (karena terlalu kuat dan sebagainya)
  • sudah gaharu cendana pula (sudah tahu bertanya pula)
    =pura-pura tidak tahu
  • sudah makan, bismillah
    =suatu pekerjaan atau rundingan yang dilakukan terbalik, jadi tidak mengikuti aturan
  • sudah masuk angin
    =perihal suatu perkara yang sudah dicampuri orang lain sehingga tidak benar lagi
  • sudah mengilang membajak pula
    =tidak henti-hentinya bekerja (menderita kesusahan dan sebagainya)
  • sudah se asam segaramnya
    =sudah tidak ada celanya (tentang pekerjaan, perbuatan)
  • sudah tidak tersudu oleh angsa, baharu diberikan kepada itik
    =orang kecil hanya beroleh apa-apa yang tidak dapat digunakan oleh orang besar'
  • sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya
    =Mk orang yang tidak dapat dikalahkan'
  • sukat air menjadi batu
    =tidak mungkin'
  • sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang
    =sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju
  • tabuhan meminang anak labah-labah
    =tidak seimbang (tentang perjodohan)
  • tahu menimbang rasa
    =berperasaan halus, tidak kejam, suka menolong, dan sebagainya
  • tak ada beras yang akan ditanak
    =tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan
  • tak ada gading yang tak retak
    =tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya
  • tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta
    =bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya
  • tak ada kusut yang tak selesai
    =tidak ada perselisihan yang tidak dapat didamaikan
  • tak ada padi yang bernas setangkai
    =tidak ada satu pun yang sempurna
  • tak ada pendekar yang tak bulus
    =tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan
  • tak air talang dipancung
    =tidak segan melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya
  • tak akan terlawan buaya menyelam air
    =orang pandai (kaya, berkuasa) tidak mungkin dapat dilawan
  • tak emas bungkal diasah
    =tidak peduli apa pun diperbuat, asal tercapai maksudnya
  • tak jauh rebung dari rumpunnya
    =tabiat anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya
  • tak kan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia
    =sesuatu yang sudah pasti (diperoleh) sehingga tidak perlu tergopoh-gopoh (diburu-buru) benar dalam mengerjakannya
  • tak lekang oleh panas
    =tetap tidak berubah
  • tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan
    =tetap tidak berubah selamanya (tentang adat)
  • tak lulus pada akal
    =tidak masuk akal
  • tak pandang uang
    =tidak membedakan kaya dan miskin
  • tak sungguh seluang melaut, (akhirnya balik ke tepi juga)
    =tidak betah tinggal di perantauan
  • tak tentu hilir mudiknya
    =tidak tentu ujung pangkalnya, tidak tentu asal muasalnya
  • tak tentu hilirnya, tidak berketentuan hulu hilirnya
    =tidak tentu maksud dan tujuannya
  • takut di hantu, terpeluk ke bangkai
    =mendapat kesusahan (kecelakaan) karena takut akan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti
  • tali busur tidak selamanya dapat diregang
    =orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya
  • tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera
    =kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain
  • tanduk di berkas
    =sesuatu yang tidak dapat dikerjakan
  • tanduk di kepala tak dapat digelengkan
    =tidak dapat mengelakkan diri dari kewajiban yang harus dikerjakan
  • tebal jangatnya
    =tidak berperasaan
  • tebal kulit muka
    =tidak tahu malu
  • tebu masuk di mulut gajah
    =binasa sama sekali (sudah tidak tertolong lagi)
  • tebu setuntung masuk geraham gajah
    =pemberian sedikit kepada orang kaya tidak ada harganya
  • telinga rabit dipasang subang
    =memuliakan orang yang tidak patut dimuliakan
  • teluknya dalam, rantaunya sakti
    =tidak mudah dikalahkan
  • tempat makan jangan dibenahi
    =kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang
  • tempayan tertiarap dalam air
    =orang yang tidak mau mendengarkan nasihat (pengajaran)
  • terajar pada banting pincang
    =tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala
  • tergantung tidak bertali
    =perempuan yang tidak diurus lagi oleh suaminya, tetapi tidak dapat meminta cerai
  • terikat kaki tangan
    =tidak bebas (berkuasa) lagi
  • terlongsong perahu boleh balik, terlongsong cakap tak boleh balik
    =perkataan yang tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu
  • tiada berketentuan hulu hilirnya
    =tidak tentu maksud dan tujuannya
  • tiada kayu janjang dikeping
    =suatu hal yang tidak dapat ditangguhkan, kalau tidak, akan mendatangkan malu
  • tiada kubang yang tiada berkodok
    =tidak ada negeri yang tidak ada keburukannya
  • tiada mengetahui hulu hilirnya
    =tidak mengetahui ujung pangkalnya (tidak tahu apa-apa dalam suatu urusan)
  • tiada raja menolak sembah
    =tidak ada orang yang tidak suka dihormati
  • tiada rotan akar pun berguna (jadi)
    =kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)
  • tiada terempang peluru oleh lalang
    =kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah
  • tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipicingkan, tiba di dada dibusungkan
    =perbuatan tidak adil (seperti thd A bersikap keras, thd B bersikap lembut)
  • tidak berluluk mengambil cekarau
    =mendapat untung tidak dengan bersusah payah
  • tidak dibawa orang sehilir semudik
    =tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat'
  • tidak hujan lagi becek, ini pula hujan
    =sedangkan kita tidak berbuat saja disangka orang, terlebih pula kalau kita benar-benar berbuat
  • tidak kekal bunga karang
    =hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dan sebagainya) yang tidak berlangsung lama
  • tidak lekang dari hati
    =tidak lepas dari ingatan (selalu diingat)
  • tidak makan benang
    =tidak masuk akal
  • tidak mati oleh Belanda
    =seseorang yang sangat kaya sekalipun dagangannya rugi, ia tidak akan jatuh miskin
  • tidak tahu antah terkunyah
    =tidak merasa melakukan sesuatu yang tidak patut
  • tidak tahu di alif
    =tidak dapat membaca dan menulis
  • tidak tahu malu
    =tidak bermalu
  • tidak tampak batang hidungnya
    =tidak muncul
  • tidur bertilam pasir
    =tidur di mana saja (karena tidak bertempat tinggal)'
  • tidur di atas miang (enjelai)
    =tidak dapat tenang (selalu gelisah)
  • tinggal menghapus bibir
    =tidak mendapat apa-apa (kecewa, tidak berhasil)
  • tinggi gelepur rendah laga
    =banyak cakapnya, tetapi tidak ada isinya (hasilnya, pekerjaannya)
  • tuah anjing, celaka kuda
    =nasib manusia tidak sama, ada yang beruntung dan ada pula yang celaka (tidak beruntung)
  • tuah ayam boleh dilihat, tuah manusia siapa tahu
    =tidak ada orang yang dapat menentukan nasib seseorang
  • tuah melambung tinggi, celaka menimpa, celaka sebesar gunung
    =berilmu tinggi, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga hidupnya selalu susah juga
  • tunggang hilang berani mati
    =tidak gentar menjalankan kewajiban (terutama yang mengenai bangsa dan negara)
  • udang hendak mengatai ikan
    =tidak insaf akan aibnya sendiri
  • udang tak tahu bungkuknya
    =tidak tahu akan kekurangan dirinya
  • udang tak tahu di bungkuknya
    =tidak tahu akan cacat dan celanya diri sendiri
  • ular menyusur akar
    =merendahkan diri, tetapi tidak turun martabatnya
  • umpama air digenggam tiada tiris
    =hal orang yang sangat kikir, tidak sedikit pun terbuka tangannya untuk menolong orang yang sengsara
  • umpama ayakan dawai
    =pekerjaan yang dilakukan dengan tidak cermat
  • umpan habis, ikan tak kena
    =usaha yang tidak mendatangkan hasil sedikit juga, bahkan merugi
  • umpan seumpan, kail sebentuk
    =melakukan suatu usaha dengan tidak cukup alat dan syaratnya
  • umpat tidak membunuh, puji tidak mengenyang
    =baik celaan maupun pujian tidak perlu dihiraukan
  • untung ada tuah tiada
    =ada kekayaan, tetapi tidak bahagia hidupnya
  • upah lalu bandar tak masuk
    =tidak mendatangkan hasil sedikit pun
  • usahlah teman dimandi pagi
    =tidak usah kamu lebih-lebihkan (kaupuji-puji)
  • utang (pinjam) kayu ara
    =(utang yang akan dibayar apabila kayu ara tidak bergetah) utang yang tidak akan dibayar
  • yang dikejar tidak dapat, yang dikandung berceceran
    =yang diharapkan tidak diperoleh, bahkan yang telah ada menjadi hilang
  • yang sesukat tak akan jadi segantang
    =nasib orang tidak dapat diubah'
  • yang terbujur lalu, yang terlintang patah
    =siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa (sesuatu yang harus diturut)
  • Yitna yuwana lena kena.
    =Orang yang berhati-hati maka akan selamat sedangkan yang tidak maka akan celaka.
Tip: doubleclick kata di atas untuk mencari cepat
Semua Peribahasa dengan kata tidak, selalu ada di situs JagoKata. Kami beri peribahasa dan penjelasan untuk seribuan peribahasa.. Lihat arti dan definisi di jagokata.