Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup dari: 1925-2006

Kutipan: Pramoedya Ananta Toer

Kutipan 71 s/d 80 dari 398.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Cinta tidak pernah buta. Cinta baginya adalah memberi-memberikan segala-galanya dan berhenti apabila napas berhenti mengembus.

    Sumber: Panggil Aku Kartini Saja

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Dahulu dia selalu katakan apa yang dia pikirkan, tangiskan, apa yang ditanggungkan, teriakan ria kesukaan di dalam hati remaja. Kini dia harus diam - tak ada kuping sudi suaranya.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Kalau ahli hukum tak merasa tersinggung karena pelanggaran hukum sebaiknya dia jadi tukang sapu jalanan.

    Sumber: Rumah kaca

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Masa lalu tak perlu jadi beban, bila tak sudi jadi pembantu.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Orang rakus harta benda selamanya tak pernah membaca cerita, orang tak berperadaban. Dia takkan pernah perhatikan nasib orang. Apalagi yang hanya dalam cerita tertulis.

    Sumber: Mama 382

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Setiap hak yang berlebihan adalah penindasan.

    Sumber: Minke 82

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Aku harus tabah, kubisikkan pada diri sendiri. Takkan ada yang menolong kau! Semua setan dan iblis sudah mengepung aku.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Alam dan manusia telah membikinnya tidak brdaya dalam umur yang baru setengah abad. Sejak meninggalkan kampung halaman dan keluarga ia hanya mengenal penderitaan, tindasan, dan aniaya. Kami hanya dapat menangis dalam hati. Dan itupun tidak berguna. Orang-orang Jepang yang telah menindasnya sampai ia jadi begitu sekarang mungkin hidup senang di tengah keluargaya. Ya, sejak 1950, mungkin sudah sejak 1945.

    Sumber: Perawan Dalam Cengkeraman Militer

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Bagaimana bisa manusia hanya ditimbang dari surat-surat resmi belaka, dan tidak dari wujudnya sebagai manusia?

    Sumber: Bumi Manusia

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia

  • pramoedya-ananta-toer
  • kehidupan-lebih-nyata-daripada-pendapat-siapa-pun-tentang-kenyataan
  • saya-selalu-percaya-dan-ini-lebih-merupakan-sesuatu-yang-mistis-bahwa
  • pada-akhirnya-persoalan-hidup-adalah-persoalan-menunda-mati-biarpun-orangorang
  • tak-ada-satu-hal-pun-tanpa-bayangbayang-kecuali-terang-itu-sendiri
  • setiap-tulisan-merupakan-dunia-tersendiri-yang-terapungapung-antara-dunia