Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup dari: 1925-2006

Kutipan: Pramoedya Ananta Toer

Kutipan 71 s/d 80 dari 398.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +4

    Dalam pencurian dan pembunuhan tidak pernah ada ampun.

    Sumber: Arok Dedes (1999)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +4

    Di sana, di kampung nelayan tetesan deras keringat membuat orang tak sempat membuat kehormatan, bahkan tak sempat mendapatkan nasi dalam hidupnya terkecuali jagung tumbuk yang kuning. Betapa mahalnya kehormatan dan nasi.

    Sumber: Gadis Pantai

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +4

    Hidup bisa memberikan segala pada barang siapa tahu dan pandai menerima.

    Sumber: Bumi Manusia

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +4

    Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981) h. 84

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +4

    Melawan, Minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +4

    Saya mengharapkan bahwa apa yang dibaca dalam tulisan saya akan memberikan kekuatan pada pembaca saya, memberikan kekuatan untuk tepat berpihak pada yang benar, pada yang adil, pada yang indah. Saya berharap bahwa pembaca-pembaca di Indonesia, setelah membaca buku saya, menjadi berani, merasa dikuatkan. Dan kalau itu terjadi, saya mengangggap tulisan saya berhasil. itu adalah suatu kehormatan bagi seorang pengarang, terutama bagi saya. Lebih berani. berani. lebih berani.

    Sumber: Aku Ingin Lihat Semua Ini Berakhir 172

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +4

    Semua yang terjadi di kolong langit ini adalah urusan setiap orang yang berfikir.

    Sumber: Anak semua bangsa 390

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Dahulu dia selalu katakan apa yang dia pikirkan, tangiskan, apa yang ditanggungkan, teriakan ria kesukaan di dalam hati remaja. Kini dia harus diam - tak ada kuping sudi suaranya.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Dan dengan tidak terasa umur manusia pun lenyap sedetik demi sedetik ditelan siang dan malam. Tapi masalah-masalah manusia tetap muda seperti waktu, Di mana pun juga dia menyerbu ke dalam kepala dan dada manusia, kadang-kadang ia pergi lagi dan di tinggalkannya kepala dan dada itu kosong seperti langit.

    Sumber: Bukan Pasar Malam 68

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Kowé kira, kalo sudah pake pakean Eropa, bersama orang Eropa, bisa sedikit bicara Belanda lantas jadi Eropa? Tetap monyet!

    Sumber: Anak semua bangsa

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia

  • pramoedya-ananta-toer
  • kehidupan-lebih-nyata-daripada-pendapat-siapa-pun-tentang-kenyataan
  • saya-selalu-percaya-dan-ini-lebih-merupakan-sesuatu-yang-mistis-bahwa
  • pada-akhirnya-persoalan-hidup-adalah-persoalan-menunda-mati-biarpun-orangorang
  • tak-ada-satu-hal-pun-tanpa-bayangbayang-kecuali-terang-itu-sendiri
  • setiap-tulisan-merupakan-dunia-tersendiri-yang-terapungapung-antara-dunia