Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup dari: 1925-2006

Kutipan: Pramoedya Ananta Toer

Kutipan 71 s/d 80 dari 398.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981) h. 84

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Kau harus berterima kasih pada segala yang memberimu kehidupan, sekali pun dia hanya seekor kuda.

    Sumber: Bumi Manusia

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Kau terpelajar, cobalah bersetia pada kata hati.

    Sumber: Bumi Manusia (1980)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Mendapat upah karena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran?

    Sumber: Jean Marais 59

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya .

    Sumber: Bumi Manusia (1980) , h. 409

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali.

    Sumber: Rumah Kaca (1988) , h. 443

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Pengertian adalah hidup. Hidup adalah dihidupi dan menghidupi.

    Sumber: Arok Dedes (1999)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Saya hanya mendukung partai yang berpihak pada keadilan dan kemanusaiaan.

    Sumber: Saya Ingin Lihat Semua Ini berakhir (2008) 136

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Semua yang terjadi di kolong langit ini adalah urusan setiap orang yang berfikir.

    Sumber: Anak semua bangsa 390

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +2

    Seorang tanpa prinsip adalah sehina-hina orang manusia setengik-tengiknya.

    Sumber: Rumah Kaca (1988)

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia

  • pramoedya-ananta-toer
  • kehidupan-lebih-nyata-daripada-pendapat-siapa-pun-tentang-kenyataan
  • saya-selalu-percaya-dan-ini-lebih-merupakan-sesuatu-yang-mistis-bahwa
  • pada-akhirnya-persoalan-hidup-adalah-persoalan-menunda-mati-biarpun-orangorang
  • tak-ada-satu-hal-pun-tanpa-bayangbayang-kecuali-terang-itu-sendiri
  • setiap-tulisan-merupakan-dunia-tersendiri-yang-terapungapung-antara-dunia