Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup dari: 1925-2006

Kutipan: Pramoedya Ananta Toer

Kutipan 61 s/d 70 dari 398.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Apa guna belajar ilmu dan pengetahuan Eropa, bergaul dengan orang-orang Eropa, kalau akhirnya toh harus merangkak, beringsut seperti keong dan menyembah seorang raja kecil yang barang kali buta huruf pula! God, God! Menghadap bupati sama dengan bersiap menampung penghinaan tanpa boleh membela diri. Tak pernah aku memaksa orang lai berbuat semacam itu terhadapku. Mengapa harus kulakukan untuk orang lain? Sambar gledek!

    Sumber: Bumi Manusia

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Cerita tentang kesenangan selalu tidak menarik. Itu bukan cerita tentang manusia dan kehidupannya, tapi tentang surga, dan jelas tidak terjadi di atas bumi kita ini.

    Sumber: Bumi Manusia (1980)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Cinta tidak pernah buta. Cinta baginya adalah memberi-memberikan segala-galanya dan berhenti apabila napas berhenti mengembus.

    Sumber: Panggil Aku Kartini Saja

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Dalam pencurian dan pembunuhan tidak pernah ada ampun.

    Sumber: Arok Dedes (1999)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Kau harus berterima kasih pada segala yang memberimu kehidupan, sekali pun dia hanya seekor kuda.

    Sumber: Bumi Manusia

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Orang rakus harta benda selamanya tak pernah membaca cerita, orang tak berperadaban. Dia takkan pernah perhatikan nasib orang. Apalagi yang hanya dalam cerita tertulis.

    Sumber: Mama 382

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Semua yang terjadi di kolong langit ini adalah urusan setiap orang yang berfikir.

    Sumber: Anak semua bangsa 390

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan.

    Sumber: Bumi Manusia (1980) h. 52

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Setiap hak yang berlebihan adalah penindasan.

    Sumber: Minke 82

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia

  • pramoedya-ananta-toer
  • kehidupan-lebih-nyata-daripada-pendapat-siapa-pun-tentang-kenyataan
  • saya-selalu-percaya-dan-ini-lebih-merupakan-sesuatu-yang-mistis-bahwa
  • pada-akhirnya-persoalan-hidup-adalah-persoalan-menunda-mati-biarpun-orangorang
  • tak-ada-satu-hal-pun-tanpa-bayangbayang-kecuali-terang-itu-sendiri
  • setiap-tulisan-merupakan-dunia-tersendiri-yang-terapungapung-antara-dunia