Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup dari: 1925-2006

Kutipan: Pramoedya Ananta Toer

Kutipan 51 s/d 60 dari 398.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Cinta tidak pernah buta. Cinta baginya adalah memberi-memberikan segala-galanya dan berhenti apabila napas berhenti mengembus.

    Sumber: Panggil Aku Kartini Saja

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Dan sejak itu pula ia praktekan tafsiran bahwa kehormatan berarti uang.

    Sumber: Larasati

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Masa lalu tak perlu jadi beban, bila tak sudi jadi pembantu.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Siapa yang dapat ramalkan bagaimana jadinya bayi? Jadi nabi atau bajingan, atau jadi sekedar tambahan isi dunia.

    Sumber: Jejak Langkah (1985)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Ucapan tiada pada tempatnya bukan lahir di rumah ini, Yang Suci, hanya terbawa entah dari mana.

    Sumber: Arok Dedes (1999)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Alam dan manusia telah membikinnya tidak brdaya dalam umur yang baru setengah abad. Sejak meninggalkan kampung halaman dan keluarga ia hanya mengenal penderitaan, tindasan, dan aniaya. Kami hanya dapat menangis dalam hati. Dan itupun tidak berguna. Orang-orang Jepang yang telah menindasnya sampai ia jadi begitu sekarang mungkin hidup senang di tengah keluargaya. Ya, sejak 1950, mungkin sudah sejak 1945.

    Sumber: Perawan Dalam Cengkeraman Militer

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    bila akar dan batang sudah cukup kuat dan dewasa, dia akan dikuatkan oleh taufan dan badai.

    Sumber: Raden Tomo 277

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Dan apalah artinya kebahagiaan kalau bukan rangkaian kesenangan detik demi detik tanpa nurani berjingkrak-jingkrak menggugat.

    Sumber: Pangemanann 141

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Di dunia ini tak ada sesuatu kegirangan yang lebih besar daripada kegirangan seorang bapak yang mendapatkan anaknya kembali.

    Sumber: Bukan Pasar Malam (1951)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. Kan kau sendiri pernah bercerita padaku: nenek moyang kita menggunakan nama yang hebat-hebat, dan dengannya ingin mengesani dunia dengan kehebatannya-kehebatan dalam kekosongan. Eropa tidak berhebat-hebat dengan nama, dia berhebat-hebat dengan ilmu pengetahuannya. Tapi si penipu tetap penipu, si pembohong tetap pembohong dengan ilmu dan pengetahuannya.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981)

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia

  • pramoedya-ananta-toer
  • kehidupan-lebih-nyata-daripada-pendapat-siapa-pun-tentang-kenyataan
  • saya-selalu-percaya-dan-ini-lebih-merupakan-sesuatu-yang-mistis-bahwa
  • pada-akhirnya-persoalan-hidup-adalah-persoalan-menunda-mati-biarpun-orangorang
  • tak-ada-satu-hal-pun-tanpa-bayangbayang-kecuali-terang-itu-sendiri
  • setiap-tulisan-merupakan-dunia-tersendiri-yang-terapungapung-antara-dunia