Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup dari: 1925-2006

Kutipan: Pramoedya Ananta Toer

Kutipan 51 s/d 60 dari 156.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +1

    Di dunia ini tak ada sesuatu kegirangan yang lebih besar daripada kegirangan seorang bapak yang mendapatkan anaknya kembali.

    Sumber: Bukan Pasar Malam (1951)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +1

    Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya .

    Sumber: Minke 135

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +1

    Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut.

    Sumber: Rumah Kaca (1988) h. 460

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +1

    Ideologi ditanamkan didalam diri saya oleh keluarga saya, yaitu cinta akan keadilan, kebaikan dan alam, serta nasionalisme.Walaupun ideologi ini ditanamkan di diri saya pada usia muda, tapi ini masih terus hidup sampai kini. Jika saya melakukan kesalahan, maka saya akan mengakuinya.

    Sumber: Aku Ingin Lihat Semua Ini Berakhir 146

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +1

    Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +1

    Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya .

    Sumber: Bumi Manusia (1980) , h. 409

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +1

    Orang itu membutuhkan air dalam hidupnya.

    Sumber: Bukan Pasar Malam (1951)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +1

    Pernah kudengar orang kampung bilang: sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +1

    Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +1

    Sebagai ideologi, komunisme bermakna untuk individu. Akan tetapi, sebagai sistem politik, komunisme tidak demokratis dan mengarah pada penindasan.

    Sumber: Saya Ingin Lihat Semua Ini berakhir (2008) 141

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia

  • pramoedya-ananta-toer
  • kehidupan-lebih-nyata-daripada-pendapat-siapa-pun-tentang-kenyataan
  • saya-selalu-percaya-dan-ini-lebih-merupakan-sesuatu-yang-mistis-bahwa
  • pada-akhirnya-persoalan-hidup-adalah-persoalan-menunda-mati-biarpun-orangorang
  • tak-ada-satu-hal-pun-tanpa-bayangbayang-kecuali-terang-itu-sendiri
  • setiap-tulisan-merupakan-dunia-tersendiri-yang-terapungapung-antara-dunia