Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup dari: 1925-2006

Kutipan: Pramoedya Ananta Toer

Kutipan 51 s/d 60 dari 398.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Cerita tentang kesenangan selalu tidak menarik. Itu bukan cerita tentang manusia dan kehidupannya, tapi tentang surga, dan jelas tidak terjadi di atas bumi kita ini.

    Sumber: Bumi Manusia (1980)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Dalam pencurian dan pembunuhan tidak pernah ada ampun.

    Sumber: Arok Dedes (1999)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Dan apalah artinya kebahagiaan kalau bukan rangkaian kesenangan detik demi detik tanpa nurani berjingkrak-jingkrak menggugat.

    Sumber: Pangemanann 141

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Ibu bapak tani—ibu bapak tanah air—akan meratapi putera-puterinya yang terkubur dalam udara terbuka di atas rumput hijau, di bawah naungan langit biru di mana awan putih berarak dan angin bersuling di rumpun bambu. Kemudian tinggallah tulang belulang putih yang bercerita pada musafir lalu, “ Di sini pernah terjadi pertempuran. Dan aku mati di sini.

    Sumber: Percikan Revolusi Subuh

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Kemanusiaan kadang-kadang menghubungkan seorang dari kutub utara dan seorang dari kutub selatan.

    Sumber: Bukan Pasar Malam (1951)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Kepengarangan yang memiliki faal (perbuatan) sosial pada gilirannya harus pula bersambung dengan pers yang progesif.

    Sumber: Panggil Aku Kartini Saja

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Melawan, Minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Orang rakus harta benda selamanya tak pernah membaca cerita, orang tak berperadaban. Dia takkan pernah perhatikan nasib orang. Apalagi yang hanya dalam cerita tertulis.

    Sumber: Mama 382

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +3

    Saya adalah seorang anak Renaisans. Karenanya, saya percaya kebaikan dan keadilan. Saya adalah manusia yang baik karena saya menginginkannya, bukan karena agama, undang-undang, atau paksaan. Itu adalah pengertian yang humanis. Saya ingin dianggap manusia baik karena keinginan saya, karena nurani saya, bukan karena sesuatu dari luar.

    Sumber: Aku Ingin Lihat Semua Ini Berakhir 168

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia

  • pramoedya-ananta-toer
  • kehidupan-lebih-nyata-daripada-pendapat-siapa-pun-tentang-kenyataan
  • saya-selalu-percaya-dan-ini-lebih-merupakan-sesuatu-yang-mistis-bahwa
  • pada-akhirnya-persoalan-hidup-adalah-persoalan-menunda-mati-biarpun-orangorang
  • tak-ada-satu-hal-pun-tanpa-bayangbayang-kecuali-terang-itu-sendiri
  • setiap-tulisan-merupakan-dunia-tersendiri-yang-terapungapung-antara-dunia