Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup dari: 1925-2006

Kutipan: Pramoedya Ananta Toer

Kutipan 31 s/d 40 dari 398.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Seorang guru adalah korban, korban untuk selama-lamanya. Dan kewajibannya terlampau berat, membuka sumber kebajikan yang tersembunyi dalam tubuh anak-anak bangsa.

    Sumber: Bukan Pasar Malam (1951)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Setiap pengalaman yang tidak dinilai baik oleh dirinya sendiri ataupun orang lain akan tinggal menjadi sesobek kertas dari buku hidup yang tidak punya makna. Padahal setiap pengalaman tak lain daripada fondasi kehidupan.

    Sumber: Nyanyi Sunyi Seorang Bisu #2

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981) 4

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Barangsiapa muncul di atas masyarakatnya, dia akan selalu menerima tuntutan dari masyarakatnya-masyarakat yang menaikkannya, atau yang membiarkannya naik.... Pohon tinggi dapat banyak angin? Kalau Tuan segan menerima banyak angin, jangan jadi pohon tinggi.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Betapa sederhana hidup ini sesungguhnya yang pelik cuma liku dan tafsirannya.

    Sumber: Rumah Kaca (1988)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Dahulu, nenek moyangmu selalu mengajarkan, tidak ada yang lebih sederhana daripada hidup: lahir, makan-minum, tumbuh, beranak-pinak dan berbuat kebajikan.

    Sumber: Bunda 65

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Di dunia ini tak ada sesuatu kegirangan yang lebih besar daripada kegirangan seorang bapak yang mendapatkan anaknya kembali.

    Sumber: Bukan Pasar Malam (1951)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Hanya orang dan binatang bodoh saja yang kena cambuk.

    Sumber: Gadis Pantai (1962-65)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya.

    Sumber: Nama Saya Tidak Pernah Kotor. Jawa Pos, 18 April 1999

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

    Sumber: Rumah Kaca (1988) , h. 352

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia

  • pramoedya-ananta-toer
  • kehidupan-lebih-nyata-daripada-pendapat-siapa-pun-tentang-kenyataan
  • saya-selalu-percaya-dan-ini-lebih-merupakan-sesuatu-yang-mistis-bahwa
  • pada-akhirnya-persoalan-hidup-adalah-persoalan-menunda-mati-biarpun-orangorang
  • tak-ada-satu-hal-pun-tanpa-bayangbayang-kecuali-terang-itu-sendiri
  • setiap-tulisan-merupakan-dunia-tersendiri-yang-terapungapung-antara-dunia