Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup dari: 1925-2006

Kutipan: Pramoedya Ananta Toer

Kutipan 21 s/d 30 dari 398.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +7

    Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas.

    Sumber: Bumi Manusia (1980) , h. 138

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya.

    Sumber: Minke 2

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya .

    Sumber: Minke 135

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut.

    Sumber: Rumah Kaca (1988) h. 460

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Hanya orang dan binatang bodoh saja yang kena cambuk.

    Sumber: Gadis Pantai (1962-65)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya.

    Sumber: Nama Saya Tidak Pernah Kotor. Jawa Pos, 18 April 1999

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Saya ini kagum kepada Bung Karno. Ia sanggup melahirkan nation, bukan bangsa, tanpa meneteskan darah. Mungkin dia satu-satunya, atau paling tidak satu di antara yang sangat sedikit. Kelahiran nation itu biasanya, dimana saja, mandi darah.

    Sumber: Suara Independen no.3/I: Augustus 1995

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +6

    Sebagai pengarang saya masih lebih percaya kepada kekuatan kata daripada kekuatan peluru yang gaungnya hanya akan berlangsung sekian bagian dari menit, bahkan detik.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Apabila rumah itu rusak, yang menempatinya pun rusak.

    Sumber: Bukan Pasar Malam (1951)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +5

    Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981) 4

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia

  • pramoedya-ananta-toer
  • kehidupan-lebih-nyata-daripada-pendapat-siapa-pun-tentang-kenyataan
  • saya-selalu-percaya-dan-ini-lebih-merupakan-sesuatu-yang-mistis-bahwa
  • pada-akhirnya-persoalan-hidup-adalah-persoalan-menunda-mati-biarpun-orangorang
  • tak-ada-satu-hal-pun-tanpa-bayangbayang-kecuali-terang-itu-sendiri
  • setiap-tulisan-merupakan-dunia-tersendiri-yang-terapungapung-antara-dunia