Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup dari: 1925-2006

Kutipan: Pramoedya Ananta Toer

Kutipan 21 s/d 30 dari 398.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +11

    Biarlah hati ini patah karena sarat dengan beban, dan biarlah dia meledak karena ketegangan.

    Sumber: Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +11

    Sebagai pengarang saya masih lebih percaya kepada kekuatan kata daripada kekuatan peluru yang gaungnya hanya akan berlangsung sekian bagian dari menit, bahkan detik.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +10

    Seorang guru adalah korban, korban untuk selama-lamanya. Dan kewajibannya terlampau berat, membuka sumber kebajikan yang tersembunyi dalam tubuh anak-anak bangsa.

    Sumber: Bukan Pasar Malam (1951)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +10

    Tak ada satu hal pun tanpa bayang-bayang, kecuali terang itu sendiri.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +9

    Apabila rumah itu rusak, yang menempatinya pun rusak.

    Sumber: Bukan Pasar Malam (1951)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +9

    Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981) 4

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +8

    Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut.

    Sumber: Rumah Kaca (1988) h. 460

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +8

    Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia.

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +8

    Selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia.

    Sumber: Anak Semua Bangsa (1981)

  • Pramoedya Ananta Toer
    ajax-loader
    - +
    +7

    Betapa sederhana hidup ini sesungguhnya yang pelik cuma liku dan tafsirannya.

    Sumber: Rumah Kaca (1988)

Tentang Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung pulau jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya.

Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya.

Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.

Sumber Wikipedia

  • pramoedya-ananta-toer
  • kehidupan-lebih-nyata-daripada-pendapat-siapa-pun-tentang-kenyataan
  • saya-selalu-percaya-dan-ini-lebih-merupakan-sesuatu-yang-mistis-bahwa
  • pada-akhirnya-persoalan-hidup-adalah-persoalan-menunda-mati-biarpun-orangorang
  • tak-ada-satu-hal-pun-tanpa-bayangbayang-kecuali-terang-itu-sendiri
  • setiap-tulisan-merupakan-dunia-tersendiri-yang-terapungapung-antara-dunia