Buya Hamka

Buya Hamka

Seorang ulama, aktivis dan sastrawan Indonesia

Hidup dari: 1908-1981

Kutipan: Buya Hamka

Kutipan 1 s/d 10 dari 69.

  • Buya Hamka
    ajax-loader
    - +
    +417

    Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

  • Buya Hamka
    ajax-loader
    - +
    +406

    Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri.

  • Buya Hamka
    ajax-loader
    - +
    +244

    Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup.
    Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.

  • Buya Hamka
    ajax-loader
    - +
    +235

    Kehidupan itu laksana lautan. Orang yang tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, maka karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang. Hilang di tengah samudera yang luas. Tiada akan tercapai olehnya tanah tepi.

  • Buya Hamka
    ajax-loader
    - +
    +188

    Agama tidak melarang sesuatu perbuatan kalau perbuatan itu tidak merusak jiwa. Agama tidak menyuruh, kalau suruhan tidak membawa selamat dan bahagia jiwa.

  • Buya Hamka
    ajax-loader
    - +
    +146

    Air mata berasa asin itu karenanya air mata adalah garam kehidupan.

  • Buya Hamka
    ajax-loader
    - +
    +135

    Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

  • Buya Hamka
    ajax-loader
    - +
    +130

    Bahwasanya air mata tiadalah ia memilih tempat untuk jatuh, tidak pula memilih waktu untuk turun.

    Sumber: Di Bawah Lindungan Ka'bah

  • Buya Hamka
    ajax-loader
    - +
    +122

    Bahwasanya cinta yang bersih dan suci (murni) itu, tidaklah tumbuh dengan sendirinya.

  • Buya Hamka
    ajax-loader
    - +
    +106

    Jangan takut jatuh, kerana yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Yang takut gagal, kerana yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, kerana dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.

Kata kunci dari kata bijak ini:

  1. membangkitkan
  2. menghembuskan
  3. kadang-kadang
  4. berhati-hati
  5. pengkerdilan
  6. mendahulukan
Semua kutipan, kata mutiara dan kata-kata bijak Buya Hamka selalu di JagoKata.Com: 69 ditemukan

Tentang Buya Hamka

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih di kenal dengan Buya Hamka. Beliau lahir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, lebih tepatnya di Sungai Batang, Tanjung Raya, pada tanggal 17 Februari 1908. Beliau adalah seorang sastrawan Indonesia, ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik. Beliau dibesarkan dalam tradisi Minangkabau, Buya Hamka di Sekolah Dasar Maninjau hanya sampai kelas dua. Sejak muda Beliau di kenal sebagai seorang pengelana. Hamka dikenal sebagai seorang moderat. Tidak pernah beliau mengeluarkan kata-kata keras, apalagi kasar dalam komunikasinya. Beliau lebih suka memilih menulis roman atau cerpen dalam menyampaikan pesan-pesan moral Islam. Beliau meninggal pada usia 73 tahun, di Jakarta, pada tanggal 24 juli 1981. Atas jasa dan karya-karyanya, Buya Hamka menerima anugerah penghargaan, antaralai: Doctor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar Cairo pada tahun 1958, Doctor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia pada tahun 1958, Gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.

  • buya-hamka
  • bertobat-tidak-hanya-berarti-menyesali-dosa-tetapi-juga-membenci-dosa
  • jangan-pernah-merobohkan-pagar-tanpa-mengetahui-mengapa-didirikan-jangan
  • jelas-sekali-bahwasanya-rumah-tangga-yang-aman-damai-ialah-gabungan-di
  • bahwasanya-cinta-yang-bersih-dan-suci-murni-itu-tidaklah-tumbuh-dengan
  • iman-tanpa-ilmu-bagaikan-lentera-di-tangan-bayi-namun-ilmu-tanpa-iman