Kata-kata Bijak 1 s/d 20 dari 37.
-
Hidup itu seperti roda. Kadang kita ada di atas, kadang kita ada di bawah. Hidup bagai sekotak cokelat, entah rasa apa yang bakal kita dapetin. Hidup juga kayak cuaca. Hari ini bisa hujan, besok bisa cerah. Tapi, lo nggak akan punya hujan selamanya, atau kemarau selamanya. Kita butuh pahit dan manis secara bersamaan, sebuah bentuk keseimbangan.
― Winna Efendi -
Hidup itu penuh emosi, dalam suatu priode waktu kita bisa ngrasain berbagai emosi yang berbaur jadi satu. Karena itulah yang membuat kita jadi seimbang.
― Winna Efendi -
Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat di mana kita berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan.
― Winna Efendi -
Hidup adalah kanvas kosong; kamu bebas menciptakan ceritamu dan menentukan akhirnya. Jadilah arsitek untuk hidupmu sendiri.
― Winna Efendi -
Banyak orang yang berharap dapat memutar kembali waktu karena penyesalan, sampai hanya itu yang tinggal di benak mereka. Sampai penyesalan menggerogoti jiwa mereka, sampai lama-kelamaan mereka mati bersamanya. Penyesalan, sama seperti hidup, sama seperti kenangan, adalah hal yang sangat mengerikan.
― Winna Efendi -
Kanker itu mimpi buruk buat semua orang, sesuatu yang bikin hidup berhenti begitu aja.
― Winna Efendi -
Manusia selalu bertanya-tanya tentang banyak hal. Mengapa kita bertemu, mengapa orang-orang harus berpisah, mengapa beberapa tidak bisa bersama, mengapa waktu tidak dapat diputar kembali. Apa alasannya, aku tidak tahu. Tapi aku yakin, segala sesuatu beralasan. Unmei, sadame, hitsuzen – nasib, takdir, hal-hal yang tidak dapat dihindari, semuanya memiliki peran dalam hidup kita. Mungkin kita tidak mengetahui alasannya sekarang, tapi suatu hari nanti, segalanya akan lebih jelas.
― Winna Efendi -
Nggak semua cerita punya akhir yang bahagia. Begitu pula hidup. Bahkan, sering kali hidup punya kejutan tersendiri.
― Winna Efendi -
Percaya atau tidak, setiap karya mewakili sesuatu penciptanya, baik itu emosi yang dirasakannya, pengalaman hidup, maupun impiannya. Biasanya, saat berkaryalah seseorang paling jujur mengenai perasaannya.
― Winna Efendi -
Di dunia ini banyak orang yang pura-pura tertawa, hanya supaya mereka kelihatan normal dan bisa melanjutkan hidup.
― Winna Efendi -
Rasa sayang terhadap setiap orang yang ada dalam hidup kita nggak sama, baik dalam bentuk maupun kadarnya.
― Winna Efendi -
Saat ini, aku ingin menjadi sumber kekuatannya. Aku ingin menjadi matahari dalam langitnya, alasannya untuk tertawa dan untuk tetap hidup.
― Winna Efendi -
Waktu hidup manusia itu tidak pasti. Kita tidak punya kemampuan untuk nentuin masa dan arah hidup kita. Kalau yang di atas bilang waktu kita selesai, kita harus lepas tangan. Itulah ironisnya kehidupan. Hidup ini milik kita, juga bukan milik kita sendiri.
― Winna Efendi -
Berhentilah menjadi buta akan sekeliling lo. Dia cuma orang yang baru lewat dalam hidup lo, tapi begitu gampangnya lo menyerahkan semuanya buat dia.
― Winna Efendi -
Dalam hidup ini, lo nggak selalu bisa dapetin apa yang lo mau, orang-orang yang lo sayang nggak selalu punya perasaan yang sama. Karena itulah gue percaya, akan selalu ada orang-orang lain yang bisa memberikan bentuk kebahagiaan lain.
― Winna Efendi -
Hidup adalah sebuah hak yang istimewa. Bahwa kita perlu menjalaninya sebaik mungkin meski harapan hampir padam.
― Winna Efendi -
Jika Anda bisa menggunakan tombol mundur, maukah Anda bukan? Kembali hidup seperti dulu lagi?
Asli:If you could use that rewind button, would you? Turn things back the way they used to be?
― Winna Efendi
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Winna Efendi sama hidup akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261 -
Christian Simamora
Penulis dari Indonesia 259




















Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.
Christian Simamora