Kata-kata Bijak 1 s/d 20 dari 34.
-
Hidup itu seperti roda. Kadang kita ada di atas, kadang kita ada di bawah. Hidup bagai sekotak cokelat, entah rasa apa yang bakal kita dapetin. Hidup juga kayak cuaca. Hari ini bisa hujan, besok bisa cerah. Tapi, lo nggak akan punya hujan selamanya, atau kemarau selamanya. Kita butuh pahit dan manis secara bersamaan, sebuah bentuk keseimbangan.
Remember When― Winna Efendi -
Mereka semua memilih prioritas. Bahkan mereka terluka dan saling menyakiti, pada akhirnya mereka semua memilih apa yang penting bagi mereka.
Asli:They all choose priorities. Even they got hurt and hurt each other, at the end they all choose whats important for them
Remember When― Winna Efendi -
Namun, yang menyakitkan ternyata bukan kenyatan bahwa aku harus melepaskan dia, tapi mendengar dari mulutnya bahwa sebenarnya kami berdua bukan apa-apa. Dia sudah lama berhenti mencintai aku, sedangkan aku menyayanginya seperti tidak akan berakhir.
Remember When― Winna Efendi -
Nggak banyak cewek yang suka lagu punk yang keras dan lebih banyak suara orang teriak bersama tabuhan drum dan petikan listrik gitar.
Remember When― Winna Efendi -
Kita jadi takut merasakan terlalu bahagia, karena kalau terlalu bahagia, suatu saat semua itu bisa hilang dan menjadikan kita hampa.
Remember When― Winna Efendi -
Hidup kayak cuaca. Hari ini bisa hujan besok bisa cerah.
Remember When― Winna Efendi -
Hidup itu penuh emosi, dalam suatu priode waktu kita bisa ngrasain berbagai emosi yang berbaur jadi satu. Karena itulah yang membuat kita jadi seimbang.
Remember When― Winna Efendi -
Terkadang aku berharap dapat membaca hati orang. Melongok ke dalam sanubari mereka, membaca apa yang tertulis disana. Menghirup dalam - dalam keraguan mereka, mengecap asa yang tidak diucapkan, dan menggali alasan di setiap debar perasaan mereka.
Remember When― Winna Efendi -
Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat di mana kita berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan.
Remember When― Winna Efendi -
Seharusnya aku sudah tahu, bahwa dia memang sudah berubah. Hanya saja, aku sulit merelakan.
Remember When― Winna Efendi -
Semua orang punya apresiasi musik yang berbeda. Bukan berarti genre itu jelek, atau sebaliknya. Namanya juga selera.
Remember When― Winna Efendi -
Pernah nggak sih, lo berharap punya cinta yang lain? Yang meledak-ledak, yang bikin kaki lo lemas, yang bikin jantung nggakkaruan…
Remember When― Winna Efendi -
Aku nggak tahu apa dia sedang berbohong padaku atau sedang berkata jujur. Bukannya aku nggak mau percaya, aku takut percaya.
Remember When― Winna Efendi -
Sulit memberi tahu diri sendiri bahwa semua orang bisa berubah, dan aku harus menerimanya.
Remember When― Winna Efendi -
Cewek cenderung kasihan atau menghindari cowok yang udah ditolaknya.
Remember When― Winna Efendi -
Jangan merendahkan diri sendiri. Kamu bukan seperti apa yang orang lain bilang. Kamu adalah kamu.
Remember When― Winna Efendi -
Tapi saat ini, aku hanya ingin mengikuti kata hati - ke mana pun ia membawaku.
Remember When― Winna Efendi -
Waktu hidup manusia itu tidak pasti. Kita tidak punya kemampuan untuk nentuin masa dan arah hidup kita. Kalau yang di atas bilang waktu kita selesai, kita harus lepas tangan. Itulah ironisnya kehidupan. Hidup ini milik kita, juga bukan milik kita sendiri.
Remember When― Winna Efendi -
Ada kebanggaan tersendiri saat disebut pintar, tapi betapa inginnya cewek juga dibilang cantik.
Remember When― Winna Efendi -
Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada disana, menunggumu mengakui keberadaannya.
Remember When― Winna Efendi
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Remember When dari Winna Efendi akan selalu Anda temukan di JagoKata.com
Lihat semua kata-kata bijak dari Winna Efendi
Buku dari Winna Efendi:
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261 -
Christian Simamora
Penulis dari Indonesia 259




















Pramoedya Ananta Toer
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.
Christian Simamora