Kata-kata Bijak dari Interlude dari Windry Ramadhina

Windry Ramadhina

Windry Ramadhina

Penulis novel dari Indonesia

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

  • Pelangi yang muncul setelah hujan adalah janji alam bahwa masa buruk telah berlalu dan masa depan akan baik-baik saja.
  • Menulis cuma pelampiasan, tapi itu lebih baik daripada memendam perasaan.
  • Ini tentang kau mengulangi kesalahanmu karena tidak bisa menentukan prioritas.
  • Nostalgia akan membuat siapa pun menjadi lemah dan tanpa sadar memaafkan kesalahan yang paling besar sekali pun.
  • Aku berharap tak pernah bertemu denganmu. Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku.
  • Hanya seni yang membangkitkan perasaan seseorang.
  • Bagiku tiga persen adalah harapan, sesuatu yang ku genggam erat-erat dan tidak akan ku lepaskan.
  • Pemuda lucu. Dia takut ketinggian, tapi rela terbang ribuan mil demi cinta. Lalu, ketika cinta itu sudah di tangan, dia melepaskannya.
  • Di era media sosial begini, kau masih percaya dukun?
  • Ada lebih banyak kenangan yang menyenangkan daripada yang menyedihkan.
  • Hanya karena sebuah buku berakhir di rak obral bukan berarti karya itu buruk.
  • Komitmen adalah penyakit. Itu sesuatu yang menggerogoti hubungan lelaki dan perempuan sampai habis, sampai keduanya tidak lagi apa yang dulu membuat mereka bergairah. Mereka jadi terikat.
  • Memang tidak masuk akal. Kau racun, Samuel. Semakin lama aku mengenalmu, semakin aku sulit menyingkirkanmu dari kepalaku.
+10

Kata-kata Bijak 1 s/d 13 dari 13.

  • Di era media sosial begini, kau masih percaya dukun?
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
    +4
  • Beri kesempatan kepada dirimu sendiri. Kalau tidak, selamanya kau tidak akan bisa menjalin hubungan.
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
    +2
  • Di dunia ini, beberapa orang hidup tenang, beberapa orang sebaliknya mengalami kejadian buruk. Kedengarannya tidak adil, memang. Tapi, mereka yang mengalami kejadian buruk dan bertahan dari semua itu akan menjadi lebih kuat dari yang lain.
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
    +2
  • Hari pertama semester baru biasanya membosankan.
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
    +2
  • Kau masih muda, saat kau lebih dewasa, kau akan tahu. Manusia tidak selamanya sama.
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
    +2
  • Orangtua kangen dan mau tahu keadaan anaknya, masa tidak boleh?
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
    +2
  • Jangan pedulikan pendapat mahasiswa-mahasiswa lain. Mereka bisa bicara semau mereka karena tidak mengalami apa yang kau alami.
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
    +1
  • Sejak kapan kau tahu sopan santun? Kau cuma mau lari dari pembicaraan.
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
    +1
  • Di dunia ini, tidak ada perempuan yang sungguh-sungguh tidak berdaya.
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
     0
  • Kalau begitu, biar aku jadi lautmu. Aku akan membantumu meluruhkan semua cela itu.
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
     0
  • Rasa tidak menjamin kebahagiaan.
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
     0
  • Untuk apa dulu mengikat janji kalau sekarang saling membenci?
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
     0
  • Kau tidak kotor, Hanna. Kau cantik. Salah. Kau sempurna. Bagiku, kau tidak punya cela. Bagimu. Bagiku, saat ini aku cuma punya cela.
    Interlude
    Windry Ramadhina
    - +
    -1
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Interlude dari Windry Ramadhina akan selalu Anda temukan di JagoKata.com

Lihat semua kata-kata bijak dari Windry Ramadhina

Buku dari Windry Ramadhina: