Tere Liye
Penulis dari Indonesia
Hidup: 1979 -
Kategori: Penulis (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 21 Mei 1979
Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 56.
-
Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa.
Hujan― Tere Liye -
Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.
Hujan― Tere Liye -
Ada banyak hal yang bisa saling dipahami oleh dua sahabat sejati tanpa harus bicara apa pun.
Hujan― Tere Liye -
Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami.
Hujan― Tere Liye -
Tapi lihatlah, takdir kembali menyakitimu. Seakan semua itu belum cukup. Takdir sendiri yang mengirimkan laki-laki padamu, hanya untuk di ujung cerita, direnggut begitu saja darimu. Ini sungguh menyakitkan.
Hujan― Tere Liye -
Kamu tahu, Lail, tidak ada kabar adalah kabar, yaitu kabar tidak ada kabar. Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian tidak ada kepastian.
Hujan― Tere Liye -
Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.
Hujan― Tere Liye -
Bagi orang-orang yang sedang menyimpan perasaan, ternyata bukan soal besok kiamat saja yang bisa membuatnya panik, susah hati. Cukup hal kecil seperti jaringan komunikasi terputus, genap sudah untuk membuatnya nelangsa.
Hujan― Tere Liye -
Lebih baik mendengar kebohongan meski itu amat menyakitkan daripada mendengar kebohongan meski itu amat menyenangkan.
Hujan― Tere Liye -
Sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Jika kita bisa menerima, maka kita bisa melupakan.
Hujan― Tere Liye -
Aku benar-benar minta maaf kamu harus melewati masa-masa itu tanpa penjelasan. Membuatmu bertanya-tanya, membuatmu menunggu.
Hujan― Tere Liye -
Bagaimana kalau ada hewan buas di tengah jalan? Tidak ada hewan buas. Mereka memilih meringkuk di sarangnya. Hanya kita yang nekat melewati badai. Kita hewan buasnya, Lail.
Hujan― Tere Liye -
Kita akan melewati musim panas bersama-sama. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi.
Hujan― Tere Liye -
Cemburu. Ternyata kata itu sangat menyakitkan.
Hujan― Tere Liye -
Kesibukan. Itu selalu berhasil menaklukkan pikiran-pikiran negatif.
Hujan― Tere Liye -
Urusan perasaan ini, sejak zaman prasejarah hingga bumi hampir punah, tetap saja demikian polanya.
Hujan― Tere Liye -
Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.
Hujan― Tere Liye -
Hanya orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu, orang-orang yang berhasil menaklukkan diri sendiri.
Hujan― Tere Liye -
Kebaikan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa.
Hujan― Tere Liye -
Mereka hanya duduk bersama selama satu jam, setelah setahun tidak bertemu. Sebentar sekali dibandingkan 365 hari. Tapi bagi Lail, itu lebih dari cukup. Dia sudah sangat senang. Rasa senang yang bisa membuatnya sabar menunggu setahun lagi.
Hujan― Tere Liye
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Hujan dari Tere Liye akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)
Lihat semua kata-kata bijak dari Tere Liye
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia 437 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261 -
Christian Simamora
Penulis dari Indonesia 259
Pramoedya Ananta Toer
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.
Christian Simamora