Kata-kata Bijak dari Sungging Raga sama cerita

Sungging Raga

Sungging Raga

Penulis dari Indonesia

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

  • Kereta merangkak pelan, rel pernah terisap cairan keruh, yang setelah mengering hanya menitipkan debu.
  • Di masa sekarang, cinta lebih mudah dari harga promosi di supermarket. Cinta telah lama usang, ketika kau menyadari bahwa berapa banyak omong kosong diciptakan manusia di dalamnya.
  • Ia kemudian memunguti sampah itu, berusaha mengembalikan keindahannya, menanam pohon pertama, yang akarnya adalah doa, dan buahnya adalah pemberian maaf dan melupakan masa lalu.
  • Pada awalnya kau hanya air mengalir, tanpa membawa apa-apa. Lalu daun-daun kering ikut bersamamu, bercakap-cakap satu sama lain, mengeluh kenapa mereka begitu mudah dilepaskan, ditelantarkan.
  • Pada akhirnya, setiap orang adalah perjalanan bagi manusia lainnya, dan setiap perjalanan terbuat dari dua hal: pertemuan dan perpisahan.
  • Kalau berjalan maju, aku meninggalkan sesuatu, tetapi kalau berjalan mundur, aku tidak meninggalkan sesuatu, justru aku yang ditinggalkan.
  • Dan cinta tak lebih dari sebutir pasir yang ringan dalam timbangan.
  • Aroma kematian seperti cuaca kemarau yang tersedak. Dan hujan tak pernah datang, kecuali dalam puisi anak-anak yang sekolahnya telah sempurna terendam.
  • Sama seperti benda-benda lain di kota ini, rasa kemanusiaan pun telah lama hilang, menjadi debu.
+6

Kata-kata Bijak 1 s/d 1 dari 1.

  • Apa Anda pikir semua yang Anda alami saat ini cuma main-main? Cuma cerita pendek?
    Sungging Raga
    - +
    +1
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Sungging Raga sama cerita akan selalu Anda temukan di JagoKata.com

Tanya Jawab

Apa saja buku terkenal karya Sungging Raga?

Beberapa buku terkenal karya Sungging Raga adalah "Kota Ingatan", "Mengukur Perpisahan" dan "Sepanjang Aliran Sungai".