Kata-kata Bijak dari Rons Imawan sama cinta

Rons Imawan

Rons Imawan

Penulis dari Indonesia

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

  • Jika cinta itu agama, maka aku memelukmu seperti memeluk agama. Tak akan pernah kulepas hingga aku menua dan tiada.
  • Air bisa memadamkan api. Itulah kenapa saat hatimu terbakar, kamu harus menangis. Biar api di dadamu padam oleh air mata.
  • Menyenangkan orang lain melalui tindakan, lebih baik daripada seribu kali menundukkan kepala memanjatkan doa.
  • Apabila saaatnya tiba, dia akan menyapa Udin atas nama cinta, bukan sahabat. Perasaannya kini ia titipkan di palung lautan terdalam. Tidak, Inong tak menyimpannya dalam hati, terlalu mengundang risiko. Sungguh, segenggam rumput pun tak akan pernah dia biarkan tahu.
  • Membuat orang lain tersenyum adalah salah satu perasaan terbaik. Membuat orang lain bahagia adalah kesempurnaan hidup.
  • Kalau masalah nggak bisa diselesaikan, jangan lari, tapi juga jangan menyerah. Masalah itu enaknya diketawain.
  • Jika segala hal direncanakan, apa menariknya hidup? rencanakan sebagian. Sisanya, biarkan jadi kejutan.
  • Cinta memang tak harus memiliki. Itu benar. Tuhan tak selalu menyatukanmu dengan cinta sejati, melainkan dengan yang terbaik. yang terbaik tak selalu cinta sejati, bukan?
  • Dalam situasi tertentu, terkadang melakukan sesuatu jauh lebih baik ketimbang diam pasrah dan berdoa. Saat kita melakukan sesuatu, mungkin saja saat itu adalah proses di mana Tuhan mendengarkan doa kita.
  • Banyak yang percaya bahwa "cinta tak harus memiliki", padahal kenyataannya banyak yang "memiliki, tapi tak harus cinta."
  • Demi anak, kadang orangtua rela melakukan hal bodoh, lebih bodoh dari apa yang dilakukan anak-anaknya.
+8

Kata-kata Bijak 1 s/d 12 dari 12.

  • Jika cinta itu agama, maka aku memelukmu seperti memeluk agama. Tak akan pernah kulepas hingga aku menua dan tiada.
    Rons Imawan
    - +
    +55
  • Apabila saaatnya tiba, dia akan menyapa Udin atas nama cinta, bukan sahabat. Perasaannya kini ia titipkan di palung lautan terdalam. Tidak, Inong tak menyimpannya dalam hati, terlalu mengundang risiko. Sungguh, segenggam rumput pun tak akan pernah dia biarkan tahu.
    Rons Imawan
    - +
    +23
  • Cinta jelas tak harus memiliki. Kehilangan sesuatu yang belum pernah dimiliki memang dilema yang aneh.
    Rons Imawan
    - +
    +3
  • Cinta memang tak harus memiliki. Itu benar. Tuhan tak selalu menyatukanmu dengan cinta sejati, melainkan dengan yang terbaik. yang terbaik tak selalu cinta sejati, bukan?
    Rons Imawan
    - +
    +3
  • Menjadi seorang ibu sepanjang hari adalah pekerjaan dengan upah tertinggi karena bayarannya adalah cinta sejati. Udin memiliki itu. Dia akan membayarnya secara tunai. Setiap hari, semampunya, sepanjang hidupnya.
    Rons Imawan
    - +
    +3
  • Cinta tidak pernah menuntut. Cinta selalu memberi. Cinta selalu menderita; tanpa pernah meratap, tanpa pernah mendendam.
    Rons Imawan
    - +
    +2
  • Itulah cinta. terkadang, pengorbanan besar mampu mengembalikannya pada saat tak terduga.
    Rons Imawan
    - +
    +2
  • Tak ada kehilangan yang lebih menyayat hati melebihi rasa cinta yang tak pernah ditunjukkan.
    Rons Imawan
    - +
    +2
  • Banyak yang percaya bahwa "cinta tak harus memiliki", padahal kenyataannya banyak yang "memiliki, tapi tak harus cinta."
    Rons Imawan
    - +
    +1
  • Cinta yang hadir dari kerendahan hati tentu lebih tulus daripada yang lahir dari ketinggian hati.
    Rons Imawan
    - +
    +1
  • Jika aku pindah ke lain cinta, maka aku pindah agama. Tak akan pernah aku ganti hingga aku meregang nyawa.
    Rons Imawan
    - +
    +1
  • Terkadang, cinta tak bisa menunggu. Terlambat sedetik saja, dia tak akan pernah tahu....untuk selamanya. Bukan hanya kamu yang akan kecewa, tapi dia juga.
    Rons Imawan
    - +
     0
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Rons Imawan sama cinta akan selalu Anda temukan di JagoKata.com

Tanya Jawab

Apa kutipan paling terkenal dari Rons Imawan?

Dua kutipan paling terkenal dari Rons Imawan adalah:

  • "Jika cinta itu agama, maka aku memelukmu seperti memeluk agama. Tak akan pernah kulepas hingga aku menua dan tiada."
  • "Apabila saaatnya tiba, dia akan menyapa Udin atas nama cinta, bukan sahabat. Perasaannya kini ia titipkan di palung lautan terdalam. Tidak, Inong tak menyimpannya dalam hati, terlalu mengundang risiko. Sungguh, segenggam rumput pun tak akan pernah dia biarkan tahu."