Kata-kata Bijak dari Risda Nur Widia sama matahari

Risda Nur Widia

Risda Nur Widia

Penulis dari Indonesia

Hidup: 1992 -

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

  • Mendadak seberkas sinar matahari membersit dari gundukan mendung. Gerimis turun bersama kilas cahaya tipis di langit. Pelan-pelan membasahi pelataran.
  • Mereka benar-benar layaknya derai angin di tengah gurun yang tiba dengan baju kumal, wajah melas, dan becak tua penuh karat.
  • Rentetan peristiwa yang melulu dan membuat seorang jengah. Ia berlari untuk menyelamatkan diri dari semua belenggu itu.
  • Sendu dalam larik kalimat itu mengawang sunyi.
  • Betapa hidup ini sudah kehilangan hiburan yang bermutu.
  • Alam memiliki energi tak langsung yang merasuki pikiran.
  • Pekik tangis seolah menjadi pemanis kamp setiap hari.
  • Bunga-bunga kesunyian pun seperti diciptakan untuk menandai kemurungan di setiap kota.
+5

Kata-kata Bijak 1 s/d 3 dari 3.

  • Mendadak seberkas sinar matahari membersit dari gundukan mendung. Gerimis turun bersama kilas cahaya tipis di langit. Pelan-pelan membasahi pelataran.
    Risda Nur Widia
    - +
    +25
  • Sebersit cahaya matahari yang menyeruak diiring gerimis; di sanalah pertanda ada malaikat yang sedang ikut berduka atas suatu kejadian.
    Risda Nur Widia
    - +
    +1
  • Tiba-tiba kau ingat sebuah kisah tentang hujan yang diselingi semburat cahaya matahari.
    Risda Nur Widia
    - +
    +1
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Risda Nur Widia sama matahari akan selalu Anda temukan di JagoKata.com

Tanya Jawab

Apa saja buku terkenal karya Risda Nur Widia?

Beberapa buku terkenal karya Risda Nur Widia adalah "Seratus Tahun Berlari", "Bunga Kesunyian yang Tumbuh di Jantungmu" dan "Ziarah Para Malaikat".

Kapan Risda Nur Widia hidup??

Risda Nur Widia masih hidup dan lahir pada tahun 1992.