Kata-kata Bijak dari Riawani Elyta sama cinta

Riawani Elyta

Riawani Elyta

Penulis dari Indonesia

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

  • Secangkir kopi adalah jembatan kenangan dan komunikasi yang paling hangat. Dan, bersamanya, kita bisa menciptakan momen-momen spesial dalam secercah perjalanan hidup.
  • Nilai sebuah persahabatan tidaklah terletak pada kurun waktu, melainkan pada makna yang ia tinggalkan dalam jiwa. Makna postitif untuk mengisi hidup, makna kehadirannya dalam senang, susah, tangis, tawa… seperti gemerlap bintang di langit. Yang tak pernah redup cahayanya, meski rembulan sedang berwu
  • Jangan pelit buat berbagi ilmu, karena itu nggak akan bikin rugi atau bikin ilmu kita berkurang. Sebaliknya, ilmu kita bakal makin nempel di kepala. Apabila kita membantu orang lain maka suatu hari nanti saat kita butuh bantuan, yakin deh ada seseorang yang akan membantu kita.
  • Usia boleh dini, tapi tak lantas inovasi juga harus dangkal.
  • Menyerang bumi sama saja dengan tindakan bunuh diri. Maka mengurangi populasi manusia dengan bencana-bencana alam yang mereka picu adalah salah satu caranya.
  • Di mana kita berada, identitas adalah hal yang paling penting untuk dijaga.
  • Siapapun setuju kalau pendidikan memang hal terpenting dalam hidup. Tapi, pendidikan menjadi tak berarti jika kau tak punya kesempatan untuk mengaplikasikannya.
+4

Kata-kata Bijak 1 s/d 2 dari 2.

  • Siapapun akan sulit mengingkari bahwa cinta memiliki kekuatan besar yang mampu melunturkan kekerasan hati. Bahkan tak jarang pula menjerat manusia dengan hasrat ingin memiliki yang begitu besar.
    Riawani Elyta
    - +
    +1
  • Bukankah jatuh cinta bukan sesuatu yang dapat dirancang dan direncanakan? Bahkan, kehadirannya terkadang di luar dugaan?
    Riawani Elyta
    - +
     0
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Riawani Elyta sama cinta akan selalu Anda temukan di JagoKata.com

Tanya Jawab

Apa saja buku terkenal karya Riawani Elyta?

Beberapa buku terkenal karya Riawani Elyta adalah "The Coffe Memory", "Kitab Sakti Remadja Oenggoel" dan "I Will Survive".