Kata-kata Bijak dari Pramoedya Ananta Toer sama manusia

Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup: 1925 - 2006

Kategori: Politics | Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

Lahir: 6 Februari 1925 Meninggal: 29 April 2006

Kata-kata Bijak 41 s/d 60 dari 65.

  • Hujan ingin bercerai dengan banjir
    Tapi kota yang pikun membuatnya bagai cinta sejati dua anak manusia
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +5
  • Kadang-kadang manusia ini tak kuasa melawan kenang-kenangannya sendiri. Dan tersenyum aku oleh keinsyafan itu. Ya, kadang-kadang tak sadar manusia terlampau kuat dan menenggelamkan kesadarannya. Aku tersenyum lagi.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +5
  • Perkembangan yang ideal akan tercapai melalui demokrasi. Tak ada jalan lain daripada yang memungkinkan setiap manusia untuk menggunakan hak-haknya.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +5
  • Pada akhirnya perbuatan manusia menentukan, yang mengawali dan mengakhiri.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +4
  • Akhirnya manusia ini mati juga. Mati. Sakit.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Gelar itu dipersembahkan pada manusia oleh manusia, maka bukan tanpa alasan.
    Arok Dedes (1999)
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Jawa dan manusianya hanya sebuah pojokan tidak terlalu penting dalam keseluruhan bumi manusia.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Kalau hati dan pikiran manusia sudah tak mampu mencapai lagi, bukankah hanya pada Tuhan juga orang berseru?
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Lebih baik dan paling baik adalah memohon kepada ALlah, sampai berapalah kekuasaan manusia, apalagi orang kulit pulih pula.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Mengapa dunia ini begini penuh iga manusia busuk? Hanya karena mau hidup lebih sejahtera dari yang lain? Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain? Alangkah sia-sia pendidikan orangtua kalau demikian. Alangkah sia-sia pendidikan agama. Alangkah sia-sia guru dan sekolah-sekolah.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Para dewa mengejawantahkan diri pada dunia melalui syaktinya, ketidakbijaksanaan manusia mengejawantahkan diri dalam kerusuhan lingkungannya.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Setiap saat orang bisa minta ampun pada Tuhan, bila berdosa terhadap-Nya, dosa terhadap sesama manusia lain lagi, terlalu susah untuk mendapat ampun daripadanya. Tuhan Maha Pemurah, manusia maha tidak pemurah.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Ya, anakku, selama hidupku yang limapuluh enam tahun ini tahulah aku, bahwa usaha dan iktiar manusia itu sangat terbatas. Aku sendiri tak membiarkan adikmu sakit bila saja aku berkuasa atas nasib manusia.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Bukankah hidup manusia ini tiap hari dicangkul, diendapkan, dan diseret juga seperti gundukan tanah merah itu?
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Kesalahan tindakan tidak pernah terampuni, kecuali hanya oleh Hyang Mahadewa. Untuk itu a?a Mahadewa, karena manusia tidak bersikap pengampun.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Para dewapun tak jarang belajar dari manusia, bahkan dibebaskan oleh manusia.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Perang memang kutukan untuk manusia.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Tak ada yang tahu apakah prajurit-prajurit itu Syiwa atau Wisynu, boleh jadi bahkan Buddha. Tidak ada yang mengetahui hati manusia secara tepat.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Tiap mata murah, saudara, dan jiwa tiga kali lebih murah. Dan bertambah banyak Amerika mendatangkan peluru, bertambah turun jiwa manusia.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Apakah manusia hidup untuk sistem ataukah sistem untuk manusia? Jika manusia dilahirkan untuk sistem, maka manusia itu akan menderita.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +1
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Pramoedya Ananta Toer sama manusia akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 3)