Kata-kata Bijak dari Pramoedya Ananta Toer sama hidup

Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Penulis dari Indonesia

Hidup: 1925 - 2006

Kategori: Politics | Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

Lahir: 6 Februari 1925 Meninggal: 29 April 2006

Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 44.

  • Bagi wanita muda, Mas Nganten, sebenarnya tak ada kesulitan hidup di dunia, apalagi kalau ia canti, dan rodi sudah tak ada lagi.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +8
  • Luka terhadap kebanggaan dan harga diri tak juga mau hilang. Bila teringat kembali bagaimana hina aku dijual. Aku tak mampu mengampuni kerakusan Sastrotomo dan kelemahan istrinya. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak dia takkan menjadi apa-apa.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +8
  • Hidup ini Anakku, hidup ini tak ada harganya sama sekali. Tunggulah saatnya, dan kelak engkau akan berpikir, bahwa sia-sia saja Tuhan menciptakan manusia di dunia ini.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +7
  • Cinta itu indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +6
  • Pendeknya aku harus waspada, kewaspadaan sebagai bea kebahagiaan hidup di dekat gadis cantik tanpa bandingan.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +5
  • Tak pernah ada perang untuk perang. Ada banyak bangsa yang berperang bukan hendak keluar sebagai pemenang. Mereka turun ke medan perang dan berguguran berkeping-keping seperti bangsa Aceh sekarang ini. Ada sesuatu yang dibela, sesuatu yang lebih berharga daripada hanya mati, hidup atau kalah-menang.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +5
  • Dan kini, Adikku, kini terasa betul oleh kita, pahit sungguh hidup di dunia ini, bila kita selalu ingat pada kejahatan orang lain. Tapi untuk kita sendiri, Adikku, bukankah kita tidak perlu menjahati orang lain?
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Hidup tanpa harapan adalah hidup yang kosong.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Kalau hidupmu terasa berat, coba lihat lagi bagaimana kamu menafsirkan hidup, sederhana saja atau terlalu banyak gaya?
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Mengapa dunia ini begini penuh iga manusia busuk? Hanya karena mau hidup lebih sejahtera dari yang lain? Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain? Alangkah sia-sia pendidikan orangtua kalau demikian. Alangkah sia-sia pendidikan agama. Alangkah sia-sia guru dan sekolah-sekolah.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Pengertian adalah hidup. Hidup adalah dihidupi dan menghidupi.
    Arok Dedes (1999)
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Tidak, yang mati tidak harus bisu. Energi mereka tetap hidup melalui berbagai cara, jalan dan sarana, terutama melalui kenangan dan mulut para nyawa yang lolos dari saringannya di Buru ini. Pada suatu kali mungkin ada yang mampu mencatatnya tanpa tangannya gemetar dan tanpa membasahi kertasnya.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +3
  • Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain?
    Larasati (2000)
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Bukankah hidup manusia ini tiap hari dicangkul, diendapkan, dan diseret juga seperti gundukan tanah merah itu?
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Ideologi ditanamkan didalam diri saya oleh keluarga saya, yaitu cinta akan keadilan, kebaikan dan alam, serta nasionalisme.Walaupun ideologi ini ditanamkan di diri saya pada usia muda, tapi ini masih terus hidup sampai kini. Jika saya melakukan kesalahan, maka saya akan mengakuinya.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Rupanya di bumi jajahan ini setiap orang hidup atas dasar hancur menghancurkan.
    Larasati (2000)
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Tanpa keberanian hidup adalah tanpa irama. Hidup tanpa irama adalah samadhi tanpa pusat.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +2
  • Apa yang ditakuti bu? Kita semua hidup terus menerus dalam ketakutan. Apa kalian biasanya ketakutan? Tidak ada. Kalau revolusi menang, tidak seorang pun perlu takut lagi.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +1
  • Apakah manusia hidup untuk sistem ataukah sistem untuk manusia? Jika manusia dilahirkan untuk sistem, maka manusia itu akan menderita.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +1
  • Bangun dari bumi penjajahan: hancur menghancurkan! Sedang mereka yang tidak dihancurkan, mereka yang tidak menghancurkan adalah landasan hidup binatang ini.
    Pramoedya Ananta Toer
    - +
    +1
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Pramoedya Ananta Toer sama hidup akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)