Pramoedya Ananta Toer
Penulis dari Indonesia
Hidup: 1925 - 2006
Kategori: Politics | Penulis (Modern) Negara:
Indonesia
Lahir: 6 Februari 1925 Meninggal: 29 April 2006
Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 47.
-
Revolusi atau perjuangan apa saja bisa lahir dan mencapai keagungannya kalau setiap pribadi tampil berani.
Larasati (2000)― Pramoedya Ananta Toer -
Berkhianat pada revolusi ini berarti berkhianat pada diri sendiri, pada publik yang membayarnya.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Ibuku tinggal di sarang. Ini bukan rumah. Di negeri matahari ini, bahkan sinar matahari dia tidak kebagian!
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Mereka berjabat tangan, seperti gunung berjabatan dengan samudera. Mereka hanya dua gumpal daging kecil, tetapi jiwanya lebih besar dari gunung, lebih luas dari laut, karena kereka ikut melahirkan sesuatu yang nenek-moyangnya dan bangsa-bangsa lain tidak atau belum melahirkannya: kemerdekaan.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Tak bakal mampu orang Indonesia punya babu dalam keadaan begitu sulit beras.
Larasati (2000)― Pramoedya Ananta Toer -
Anjing-anjing ini baik selama bisa diambil manfaatnya, salah-salah dia menggigit dalam keadaan gila.
Larasati (2000)― Pramoedya Ananta Toer -
Dia tidak beranak, tidak berbini. Kalau perjuangannya menang, mungkin dia telah tewas, dan kemenangannya itu tidak dinikmati apapun di antara keluarganya sendiri, tetapi buat orang-orang lain.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Kau mengerti sekarang, mengapa kau berpihak pada yang di seberang sana? Karena kau tak pernah mempelajari sejarah. Juga semua mereka yang ikut dari seberang sana karena sama bodohnya.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Mengapa dunia ini begini penuh iga manusia busuk? Hanya karena mau hidup lebih sejahtera dari yang lain? Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain? Alangkah sia-sia pendidikan orangtua kalau demikian. Alangkah sia-sia pendidikan agama. Alangkah sia-sia guru dan sekolah-sekolah.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Sia-sianya dunia ini kalau untuk meningkatkan satu orang yang lain mesti diinjak.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain?
Larasati (2000)― Pramoedya Ananta Toer -
Bumi revolusi masih luas. Bumi jajahan terlampau sempit. Semua orang penting di bumi penjajahan ini tidak bakal lebih dari kau! Juga kolonelmu sendiri lebih hina dari kau yang paling tinggi kedudukannya.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Dan seperti selamanya dalam perjuangan, mereka bersiap-siap terus, selalu bersiap-siap. Bersiap untuk menyerang dan diserang, bersiap untuk merdeka seratus prosen.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Kesetiaan memang bisa diharapkan dari mereka (orang kebanyakan), tetapi kebesaran hanya bisa datang dari seorang raja yang bijaksana.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Pada waktu itulah ia mulai mengerti sedikit tentang kehormatan: dia sama nilainya dengan uang.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Rupanya di bumi jajahan ini setiap orang hidup atas dasar hancur menghancurkan.
Larasati (2000)― Pramoedya Ananta Toer -
Seluruh kedudukan yang enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi. Angkatan tua itu sungguh bobrok. Hanya angkatan tua yang korup dan mengajak korup! Angkatan muda membuat revolusi melahirkan sejarah.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Usulkan yang lebih buruk biar kau mendapatkan lebih baik.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Apa yang ditakuti bu? Kita semua hidup terus menerus dalam ketakutan. Apa kalian biasanya ketakutan? Tidak ada. Kalau revolusi menang, tidak seorang pun perlu takut lagi.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer -
Bangun dari bumi penjajahan: hancur menghancurkan! Sedang mereka yang tidak dihancurkan, mereka yang tidak menghancurkan adalah landasan hidup binatang ini.
Larasati― Pramoedya Ananta Toer
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Larasati dari Pramoedya Ananta Toer akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)
Lihat semua kata-kata bijak dari Pramoedya Ananta Toer
Kata kunci dari kata bijak ini:
Penulis serupa
-
Tere Liye
Penulis dari Indonesia 409 -
Primadonna Angela
Penulis dari Indonesia 304 -
Boy Candra
Penulis dari Indonesia 298 -
Winna Efendi
Penulis dari Indonesia 282 -
Oscar Wilde
Penulis dari Irlandia 281 -
Orizuka
Penulis dari Indonesia 273 -
Arumi E.
Penulis dari Indonesia 261 -
Christian Simamora
Penulis dari Indonesia 259
Tere Liye
Primadonna Angela
Boy Candra
Winna Efendi
Oscar Wilde
Orizuka
Arumi E.
Christian Simamora