Kata-kata Bijak dari Netty Virgiantini sama guru

Netty Virgiantini

Netty Virgiantini

Penulis dari Indonesia

Kategori: Penulis (Modern) Negara: FlagIndonesia

  • Sabar, semua sudah ada waktunya sendiri-sendiri. Dibikin santai aja.
  • Jalani saja hidup ini apa adanya. Seperti air mengalir, ikutlah ke mana arus akan membawamu. Walau mungkin alirannya akan menenggelamkanmu. Rasa sakit dan kecewanya nggak akan seberat orang yang selalu berharap.
  • Sudahlah, kita jalani saja hidup ini. Dinikmati saja. Disyukuri. Kalau lagi sedih ya nangis, kalau lagi senang ya tertawa. Hidup ini kan selang-seling. Bergantian. Nggak mungkin sedih terus atau senang terus. Kalau merasa nggak kuat, pasrahkan saja pada Gusti Allah. Minta diberi kekuatan.
  • Lambang cinta pada cincin ini maknanya bahwa sebagai pasangan kami saling membutuhkan kasih sayang satu sama lain untuk membentuk satu cinta yang utuh.
  • Dasar pemeras. Bakat jadi rentenir. Lintah darat kamu. Sukanya makan tanpa perlu keluar biaya.
  • Karma. Hukum karma! Siapa yang menabur angin, dia akan menuai badai. Siapa yang menanam, dia bakal memanen hasilnya. Siapa yang menyakiti hati seseorang, dia juga akan merasakan sakit yang sama. Seperti yang kamu lakukan dengan mengkhianati Yama, akhirnya kamu sendiri yang menuai akibatnya!
  • Begitulah kalau orang nggak mau belajar dari dunia persilatan. Tidak ada ketulusan dalam hatimu selain masalah untung rugi yang selalu dihitung layaknya pedagang.
  • Berani mengakui kesalahan sekaligus berani meminta maaf, itulah jiwa seorang pendekar sejati.
  • Apakah menanyakan kabar sebagai basa-basi sudah lumrah untuk membuka pembicaraan?
  • Adakah yang lebih pahit dari cinta bertepuk sebelah tangan?
  • Aku memang bersalah. Kalau ini cara Yama untuk membalas sakit hatinya, aku akan menerima dengan lapang dada. Mungkin ini karma terakhir yang harus kuterima.
  • Lain kali jangan sok jadi pahlawan kesiangan deh!
  • Biar kata HP diembat copet dan semua nomor ikutan raib, setidaknya nomor pacar kan harus sudah hafal di luar kepala. Tertulis dengan indah di lubuk hati.
  • Semua butuh proses. Butuh waktu. Apalagi urusan perasaan kan nggak semudah membalikkan telapak tangan.
  • Bola, bukan sekedar benda bulat, yang menggelinding jika ditendang. Bukan sekedar benda bundar, yang dikejar dua puluh orang untuk dimasukkan ke gawang. Tapi, sebuah benda bulat yang banyak berkisah tentang ambisi, semangat, cinta. Kemenangan sekaligus kegagalan, persahabatan sekaligus permusuhan, k
  • Kalau suka bilang suka. Kalau sayang bilang sayang. Kalau cinta bilang cinta. Kalau sudah bosa ya, lebih baik kita putus saja.
  • Jangan mati konyol karena mengikuti emosi.
  • Kata orang, cinta hanya ada di novel percintaan dan film-film roman. Di dunia nyata,cinta yang setulus hati dan sepenuh jiwa nggak pernah ada.
  • Udah mau maghrib, nggak baik cewek masih di luar rumah.
  • Dibilang katrok kok malah senyum-senyum gitu. Mungkin nggak ngerti artinya kali ya.
+17

Kata-kata Bijak 1 s/d 3 dari 3.

  • Kapan kamu bisa seperti Bashira? Belajarlah. Jangan bikin malu Ayah. Bashira saja selalu bikin Ayah bangga dengan prestasinya, sedangkan kamu malah bikin Ayah harus bolak-balik berurusan dengan guru BP karena kebiasaanmu menggambar waktu pelajaran. Kalian kan kembar, biarpun secara fisik berbeda setidaknya kepandaiannya kan bisa sama. Lagian dalam perut berbagi tempat dan dapat makanan dan gizi yang sama. Ini hanya karena kamu malas dan tidak mau belajar saja!
    Netty Virgiantini
    - +
    +12
  • Bukankah tugas seorang guru itu mendidik, mengarahkan, juga membimbing para siswa? Bukan malah membentak-bentak di depan kelas dan menghukum kalau mereka tidak bisa menyerap pelajaran dengan baik?
    Netty Virgiantini
    - +
    +11
  • Mengapa kebanyakan guru hanya menyukai anak-anak yang pandai dan pintar?
    Netty Virgiantini
    - +
    +5
Semua kata bijak dan ucapan terkenal Netty Virgiantini sama guru akan selalu Anda temukan di JagoKata.com

Tanya Jawab

Apa saja buku terkenal karya Netty Virgiantini?

Beberapa buku terkenal karya Netty Virgiantini adalah "Cincin Separuh Hati", "Lho, Kembar Kok Beda?" dan "Mahluk Tuhan Paling Katrok".