Kata-kata Bijak 1 s/d 20 dari 42.
-
Kecantikan seorang wanita, tidak dilihat dari wajahnya, fisiknya, apalagi dari pakaiannya. Tapi lihatlah dari matanya. Wanita yang sederhana, teguh, berwawasan, setia, mandiri, jujur, berakhlak baik, berprinsip, sungguh menyenangkan melihat bola matanya. Begitu menawan. Begitu membawa kedamaian bahkan walau dengan tampilan yang sangat bersahaja.
-
Ekspresi seorang wanita di wajahnya jauh lebih penting dari pakaian yang ia pakai.
-
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari wajahnya tapi kecantikan sesungguhnya dari seorang wanita tercermin dari jiwanya. Kepedulian untuk memberikan semangat yang selalu ia tunjukkan. Kecantikan wanita bertumbuh dari tahun ke tahun.
-
Hanya perlu 7 detik untuk jatuh cinta. Detik pertama, mengamati siluet keseluruhannya. Kedua, menatap matanya. Ketiga, lihat ekspresi wajahnya. Keempat, cek senyumnya, atau kalau tidak ya, bentuk bibirnya. Kelima, lihat gayanya bergerak. Keenam, cek apa ada getaran yang melanda perut kemudian dada, menandakan diri lo tertarik. Ketujuh, yang paling penting, kontak mata, seolah meyakini bahwa pertemuan ini tak terelakkan dan memang direncanakan oleh Takdir.
-
Orang yang hatinya penuh syukur, wajahnya bercahaya memendarkan kedamaian, penghormatan, dan pengaruh.
-
Jangan menertawakan seorang pemuda karena kepura-puraannya; dia hanya mencoba satu wajah demi satu untuk menemukan wajahnya sendiri.
Asli:Don't laugh at a youth for his affectations; he is only trying on one face after another to find his own.
Afterthoughts (1931) Age and Death -
Ya Tuhan! Apa susahnya? Kamu tinggal telepon, bilang, 'Hai, Esok, aku sedang di kotamu, apakah kamu mau bertemu? atau 'Hai, Esok, aku sedang di kotamu, apakah kamu mau makan malam bersamaku malam ini? Beres. Atau kamu bisa mengirim pesan pendek, sehingga kamu tidak perlu menatap wajahnya di layar hologram yang khawatir nanti membuatmu menjadi batu.
-
Siapa dia? Wajahnya begitu familier, tapi tumpukan kabut perpisahan telah membuat segalanya memudar.
-
Seakan ada magnet yang menggerakkan bola mataku ke ujung kaki. Sontak batinku menjerit hebat. Sebuah kepala berambut panjang muncul dari bawah kolong. Kaila ikut melihat mahluk itu. Entah apa yang dia rasakan saat ini. Yang jelas, wajah kami terlihat tidak berbeda. Sama-sama diselimuti ketakutan. Samar-samar aku melihat mahluk itu bergerak dengan cara mengesot. Wajahnya menyeramkan dan tidak beraturan, seperti ada luka sobekan pada tiap senti wajahnya.
-
Kilat sepatu cowok itu mengingatkannya pada salah satu penggorengan mamanya. Sepatu itu membuatnya ngeri. Dia memandang cowok itu sekali lagi. Sekarang wajahnya menjadi terlihat sangat mengerikan, semengerikan sepatunya.
-
Bukan berkhayal, desis sebuah suara di relung benak Liv. Tadi benar ada sosok lain di cermin, persis di antara kamu dan dinding. Rambutnya sepundak, terurai, pakaiannya putih panjang. Ia menghadap ke dinding, supaya kamu tidak melihat wajahnya.
-
Jadilah manusia yang dipandang bukan karena hartanya, bukan karena jabatannya, bukan juga karena wajahnya, tapi ia dipandang karena manfaatnya.
-
Orang-orang di kota itu wajahnya keras semua. Setiap hari mereka harus menghadapi stress. Menghadapi yang namanya macet. Sering juga menghadapi banjir. Menghadapi ribut politik atau demo atau apalah. Inilah. Itulah. Gimana enggak bikin wajah berubah keras.
-
Orang-orang yang disuntik silikon wajahnya jadi mirip seperti kembar. Secara tidak disadari, mereka sudah one step ahead.
-
Aku melihat ada orang yang mengintip dari sela-sela pintu seng itu. Wajahnya putih. Matanya merah seperti orang yang tidak pernah tidur. Lebih mengejutkan lagi, orang itu tersenyum kepadaku.
-
Kakiku gemetaran dan tubuhku tidak bisa bergerak. Bayangkan rasanya, kamu sendirian danmelihat mahluk menyeramkan seperti itu. Lebih menyeramkan lagi, mahluk ini tiba-tiba menoleh ke arahku. Wajahnya rata.
-
Pertama-tama, aku menembak kepalanya; kemudian aku merusak wajahnya sehingga ibunya sendiri tak akan bisa mengenali dia. Percaya atau tidak, bahkan kegilaanku pun memiliki metode. Ada sebuah rencana besar, dan rencana itu indah.
-
Kami semua memakai topeng. Hanya dia yang harus sesuai dengan wajahnya.
Asli:Eine Maske tragen wir alle. Nur sollte sie zum Gesicht passen.
-
Karena untuk yang namanya sahabat, kau akan bersedia melakukan banyak hal, demi memastikan senyum tetap terukir di wajahnya.
-
Di rumah orang kaya tidak ada tempat untuk meludah kecuali di wajahnya.
Asli:In a rich man's house there is no place to spit but his face.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal wajahnya akan selalu Anda temukan di JagoKata.com







