Kata-kata Bijak: tuhannya

  • Kebanyakan manusia berjuang mengada-adakan dirinya. Menonjol-nonjolkan dirinya, bahkan untuk itu mereka meniadakan mahluk selainnya. Sampai tega meniadakan Tuhannya, itulah kematian.

Kata-kata Bijak 1 s/d 7 dari 7.

1
  • Pidi Baiq
    Pidi Baiq
    Penulis, musisi, seniman dari Indonesia 1972-
    ajax-loader
    - +
    +128
    Jika doa bukan sebuah permintaan, setidaknya itu adalah sebuah pengakuan atas kelemahan diri manusia dihadapan Tuhannya.
    Sumber: Dilan
  • Emha Ainun Nadjib
    Emha Ainun Nadjib
    Seorang seniman, budayawan, penyair, serta intelektual asal Indonesia. 1953-
    ajax-loader
    - +
    +105
    Kebanyakan manusia berjuang mengada-adakan dirinya. Menonjol-nonjolkan dirinya, bahkan untuk itu mereka meniadakan mahluk selainnya. Sampai tega meniadakan Tuhannya, itulah kematian.
  • Rhoma Irama
    Rhoma Irama
    Musisi dangdut dari Indonesia 1946-
    ajax-loader
    - +
    +14
    Derajat manusia di sisi Tuhannya
    Bukan karena hartanya.
    Sumber: Taqwa
  • Joseph Addison
    Joseph Addison
    Politikus, penulis dan penyair dari Inggris 1672-1719
    ajax-loader
    - +
    +5
    Barang siapa yang memiliki kepercayaan yang kuat dan tak tergoncangkan terhadap Tuhannya, maka orang tersebut sangatlah kuat dalam kekuasaannya, pandai karena kebijaksanaannya, dan beruntung karena kebahagiaannya.
  • Anakku, engkau hidup di sebuah masa yang berbeda dari masaku dulu. Engkau akan menghadapi beban yang lebih berat dan fitnah di sana-sini. Engkau hidup di masa orang tidak saling percaya, senang berbantah-bantahan, lebih mendahulukan akal daripada hati, dan mengecilkan perintah Tuhannya.
    Sumber: Bila Esok Ayah Tiada 1
  • Irfa Hudaya
    Irfa Hudaya
    Penulis dari Indonesia
    ajax-loader
    - +
    +1
    Semua manusia adalah sama. Posisi di hadapan Tuhan bukanlah berdasarkan harta dan kedudukan sosial semata. Ahlaknya nanti yang akan membedakan ketinggian derajat seseorang di mata Tuhannya.
    Sumber: Khadijah: First Love Never Dies 144
  • Chief Seattle
    ajax-loader
    - +
     0
    Beberapa bulan lagi, beberapa musim dingin lagi, dan bukan salah satu dari tuan rumah perkasa yang pernah mengisi tanah luas ini atau yang sekarang berkeliaran dalam kelompok-kelompok terpisah melalui kesendirian luas ini akan tetap menangis di atas makam-makam orang yang dulu sekuat dan sekuat berharap seperti milikmu sendiri. Tetapi mengapa kita harus memperbaikinya? Mengapa saya harus bergumam pada nasib rakyat saya? Suku terdiri dari individu dan tidak lebih baik dari mereka. Manusia datang dan pergi seperti ombak laut. Air mata, tamanamus, sebuah celoteh, dan mereka hilang dari mata kita yang rindu selamanya. Bahkan orang kulit putih, yang Tuhannya berjalan dan berbicara dengannya, sebagai teman ke teman, tidak dibebaskan dari takdir bersama. Bagaimanapun, kita mungkin saudara. Kita akan melihat.
    Asli: A few more moons, a few more winters, and not one of all the mighty hosts that once filled this broad land or that now roam in fragmentary bands through these vast solitudes will remain to weep over the tombs of a people once as powerful and as hopeful as your own. But why should we repine? Why should I murmur at the fate of my people? Tribes are made up of individuals and are no better than they. Men come and go like the waves of the sea. A tear, a tamanamus, a dirge, and they are gone from our longing eyes forever. Even the white man, whose God walked and talked with him, as friend to friend, is not exempt from the common destiny. We may be brothers, after all. We shall see.
    Sumber: Speech
1
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dengan tuhannya yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 7 ditemukan