Kata-kata Bijak: sejatinya

  • Karena sejatinya setiap mantan akan memberikan pelajaran yang berbeda. Tak ada yang terindah maupun yang terbaik.
  • Cinta yang sejatinya sudah lama ada di sana, namun belum tahu saja kapan hujan turun dan memekarkan kuncup bunga bersama cinta di hatinya.
  • Cinta hadir untuk dirasakan. Cinta seperti benih, harus disiram dan dijaga, dengan hati yang baik dan rasa percaya. Cinta akan membebaskanmu untuk menjadi sejatinya dirimu.
  • Waktu yang akan menjelaskan dengan baik ketulusan seseorang. Niat baik, dan tujuan-tujuannya. Jika sejatinya memang baik, maka seiring waktu berjalan, akan terlihat semakin terang; sebaliknya, jika hanya topeng, maka seiring waktu berlalu, pasti akan terbuka juga.
  • Karena sejatinya bibir diciptakan untuk mencium, bukan untuk mencaci orang yang pernah dicintai.
  • Sejatinya, dalam hidup ini kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egoisme. Ketidakpedulian. Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa menang dalam pertempuran itu, maka pertempuran lainnya akan mudah sa
  • Ateis lebih tepatnya adalah orang-orang yang mengaku beragama dan bertuhan, tapi tindakannya korup. mereka tidak benar-benar bertuhan, mereka mengaku menuhankan Allah atau dengan apapun memberi nama, tetapi sejatinya mereka Tuhankan duit. Duit itu berbentuk. Padahal, konon, tuhan tidak berbentuk.
  • Sejatinya, banyak momen berharga dalam hidup datang dari hal-hal kecil yang luput kita perhatikan, karena kita terlalu sibuk mengurus sebaliknya.
  • Definisi manajemen yang konvensional adalah menyelesaikan pekerjaan melalui sumber daya manusia, tetapi sejatinya manajemen itu membangun sumber daya manusia melalui pekerjaan.
  • Tidak ada yang benar-benar bisa kita lupakan. Karena saat kita lupa, masih ada sisi-sisi yang mengingatnya. Boleh jadi selama ini kita terus menyibukkan diri, karena sejatinya aku sedang mengenyahkan masa lalu itu.
+7

Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 38.

  • Tere Liye
    Tere Liye
    Penulis dari Indonesia 1979-
    ajax-loader
    - +
    +790
    Waktu yang akan menjelaskan dengan baik ketulusan seseorang. Niat baik, dan tujuan-tujuannya. Jika sejatinya memang baik, maka seiring waktu berjalan, akan terlihat semakin terang; sebaliknya, jika hanya topeng, maka seiring waktu berlalu, pasti akan terbuka juga.
  • Tere Liye
    Tere Liye
    Penulis dari Indonesia 1979-
    ajax-loader
    - +
    +232
    Sejatinya, dalam hidup ini kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egoisme. Ketidakpedulian. Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa menang dalam pertempuran itu, maka pertempuran lainnya akan mudah saja.
    Sumber: Pulang
  • Kang Maman (Maman Suherman)
    Kang Maman (Maman Suherman)
    Penulis, Produser, dari Indonesia 1965-
    ajax-loader
    - +
    +91
    Karena sejatinya bibir diciptakan untuk mencium, bukan untuk mencaci orang yang pernah dicintai.
  • Boy Candra
    Boy Candra
    Penulis dari Indonesia 1989-
    ajax-loader
    - +
    +88
    Kita tidak perlu saling menyalahkan. Juga tidak usah mencari siapa yang salah. Karena sejatinya, dalam hubungan asmara, berbeda pendapat adalah hal yang wajar.
    Sumber: Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang Menyelesaikan yang Kusut, hlm. 80
  • Sujiwo Tejo
    Sujiwo Tejo
    Wartawan, pelukis, budayawan dan penulis dari Indonesia 1962-
    ajax-loader
    - +
    +75
    Ateis lebih tepatnya adalah orang-orang yang mengaku beragama dan bertuhan, tapi tindakannya korup. mereka tidak benar-benar bertuhan, mereka mengaku menuhankan Allah atau dengan apapun memberi nama, tetapi sejatinya mereka Tuhankan duit. Duit itu berbentuk. Padahal, konon, tuhan tidak berbentuk.
    Sumber: Republik #Jancukers 14
  • Tere Liye
    Tere Liye
    Penulis dari Indonesia 1979-
    ajax-loader
    - +
    +51
    Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan itu semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu.
    Sumber: Kau, Aku Dan Sepucuk Angpau Merah
  • Tere Liye
    Tere Liye
    Penulis dari Indonesia 1979-
    ajax-loader
    - +
    +24
    Jangan pernah bersedih ketika orang-orang menilai hidup kita rendah. Karena sejatinya kemuliaan tidak pernah tertukar. Boleh jadi orang-orang yang menghina itulah yang lebih hina. Sebaliknya, orang-orang yang dihinalah yang lebih mulia. Tidak selalu penghinaan harus dibalas dengan penghinaan. Bahkan, cara terbaik menanggapi olok-olok adalah dengan biasa-biasa saja. Tidak perlu marah. Tidak perlu membalas.
  • Tere Liye
    Tere Liye
    Penulis dari Indonesia 1979-
    ajax-loader
    - +
    +16
    Apa arti persahabatan? Apa pula arti persahabatan? Apakah sahabat baik akan mengkhianati sahabat sejatinya?
    Sumber: Tentang Kamu 141
  • Agha Hasan Abedi
    Agha Hasan Abedi
    Bankir dari Pakistan 1922-1995
    ajax-loader
    - +
    +15
    Definisi manajemen yang konvensional adalah menyelesaikan pekerjaan melalui sumber daya manusia, tetapi sejatinya manajemen itu membangun sumber daya manusia melalui pekerjaan.
  • Najwa Shihab
    Najwa Shihab
    Presenter berita, jurnalis dari Indonesia 1977-
    ajax-loader
    - +
    +14
    Gubernur boleh berkuasa, tapi pemangku Jakarta sejatinya adalah warga ibukota.
    Sumber: Pemangku Jakarta
Kata-kata sejatinya - quotes, kata-kata bijak dan kutipan sejatinya yang terbaik dan terkenal: 38 ditemukan