Kata-kata Bijak 61 s/d 80 dari 839.
-
Dalam hidup setiap gadis, mereka menunggu hari datangnya seorang ksatria berkuda yang mengenakan jubah putih untuk hadir di sisinya, mempersembahkan sebuket bunga putih, menggandenga tangan gadis itu, dan mengundangnya naik ke atas kuda untuk pergi bersamanya.
-
Ketika saya beranjak dewasa, orangtua saya selalu mendorong kami untuk banyak membaca dan berpikir untuk diri sendiri. Mereka mengikutsertakan kami dalam diskusi-diskusi menyangkut segala hal, mulai dari buku hingga politik. Di musim panas, kami suka pergi ke Hood Canal di mana keluarga kami serta beberapa keluarga lainnya yang berkumpul di sana setiap tahunnya akan mengadakan banyak pertandingan - lomba estafet, lomba bawa telor, tangkap bendera. Selalu menyenangkan, dan memberi kami keyakinan bahwa kami bisa bersaing dan sukses.
-
Saat lahir, kita datang tanpa membawa apapun. Saat mati, kita pergi pun tanpa membawa apapun.
-
Hatimu tempat berlibur. Indah, tapi banyak pengunjungnya. Dan aku harus rela menjadi salah satunya, yang datang sejenak lalu pergi untuk seterusnya mengenang.
-
Hidup itu lucu, ya. Yang dicari, hilang. Yang dikejar, lari. Yang ditunggu, pergi.
-
Pada akhirnya, toh kamu harus memilih. Ibarat petualangan, kamu bisa pergi dan berpetualang dengan siapa pun. Tapi, sampai kapan? Ada satu masa ketika kamu akhirnya merasa lelah dan kembali pada seseorang yang denga setia dan sabar menunggumu.
-
Hanya karena aku mencintaimu, maka jiwaku dipenuhi warna, seperti sayap kupu-kupu. Hanya karena aku mencintaimu, maka hatiku bagai daun yang berurat dan berliku, di saat dirimu pergi dan berlalu.
-
Kau tidak bisa tinggal di sudut hutan menunggu orang lain untuk datang kepadamu. Kau harus pergi ke mereka kadang-kadang.
-
Banyak masalah yang ada pada diriku terkait ketenaran. Terlalu banyak membenci diri sendiri, terlalu banyak kejahatan dalam diriku. Sekarang aku belajar untuk melihat sisi baik dari segala sesuatu dari pada seperti hal ini, aku tidak bisa pergi ke Kmart, aku tidak bisa membawa anak-anak ku ke rumah hantu.
-
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.
-
Kau mungkin telah kehilangan ibumu. Dan, kau merasa ia telah benar-benar pergi. Kau tahu ia berada di suatu tempat yang kau yakini sebagai pelabuhan paling abadi. Kau mendoakannya setiap waktu, menaburkan kembang dengan jemari yang menyimpan rindu, lalu meninggalkan pemakaman dengan hati kehilangan. Lalu, kau menciptakan jarak, atau lebih tepatnya secara alamiah kau diarahkan untuk membuat jarak. Dan, ibumu tinggal menjadi kenangan.
-
Politik itu semu. Kawan lambat laun hanya akan menjadi lawan. Rejeki yang hanya diterima duit panas, yang cepat datang dan cepat pula pergi.
-
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.
-
Aku bilang, selamat tinggal, kau bilang, sampai jumpa. Kau belum benar-benar pergi, tapi aku sudah rindu.
-
Jika disurga dilarang ketawa saya tidak mau pergi kesana.
-
Aku tahu kemana aku pergi dan aku tahu yang benar, dan aku tidak harus menjadi apa yang kamu inginkan. Aku bebas menjadi apa yang yang aku mau.
Asli:I know where I’m going and I know the truth, and I don’t have to be what you want me to be. I’m free to be what I want.
-
Di dunia ini, ada yang jika diselingkuhi akan pergi meski sakit, lalu memulai hidup baru dengan orang lain. Ada juga yang jika diselingkuhi akan membalas dendam dengan karya, lalu sukses. Ada juga yang jika diselingkuhi akan mencoba bunuh diri.
-
Kalau pulang untuk melihat seseorang yang sudah pergi, apa tetap menyenangkan?
-
Hari Kemarin telah selamanya pergi. Manfaatkan sebaik-baiknya hari ini dan esok jika kau ingin menebus waktu yang hilang.
-
Jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa
Semua kata bijak dan ucapan terkenal pergi akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 4)