Kata-kata Bijak 81 s/d 100 dari 213.
-
Meski bagi orang lain impian kalian adalah sampah atau remah-remah, kalian harus tetap membesarkan impian dengan pupuk kerja keras dan siraman doa.
-
Selama ini aku merasa terlalu menutup hatiku, seharusnya aku menyadari. Jika ayah patut bahagia. Bahwa bunda sudah pergi – bunda takkan pernah tergantikan posisinya, tapi Tante Ajeng layak mendapatkan kesempatan. Selama ini Tante Ajeng selalu baik padaku meski aku selalu memperlakukannya semena-mena. Semestinya aku tahu, ia tak pernah mencoba menjadi bunda, ia hanya menunjukkan betapa ia menyayangiku seperti ia sayang pada ayah. Aku adalah bagian tak terpisahkan dari ayah, ia tak mungkin hanya mencintai ayahku saja. Tante Ajeng bilang tak mungkin mencintai dengan setengah-setengah, cinta adalah totalitas.
-
Bolehkah aku mencintainya?
Meski pada akhirnya aku akan menyakitinya? -
Buatlah kenangan yang baru dan jangan putus asa untuk terus membuat yang baru, meski rasanya seperti menyalakan api pada kayu yang basah!
-
Cinta saja sudah cukup meski dunia pudar, dan hutan tak bersuara tapi hanya mengeluh.
-
Dalam kehidupan, hanya ada dua cara menunggu takdir, Ayuh; pasrah atau berusaha. Kalau pasrah, maka takdir yang datang seperti lempung yang dibentuk Tuhan sekehendak-Nya tanpa ada campur tangan kita. Sedangkan kalau kita berusaha, maka kita telah ikut campur tangan dengan lempung yang dibentuk Tuhan itu, meski hasilnya bisa saja juga tidak sesuai keinginan kita. Tapi, setidaknya kita telah berusaha, bukan?
Takdir Tuhan, siapa yang tahu? -
Dan aku akan tetap menunggumu. Meski dalam kondisi sedingin, segelap, sesenyap, dan semengilukan ini.
-
Kadang kala pasrah meski terpaksa tanpa ampun layak dijadikan pilihan untuk sedikit meredakan gemuruh badai di dalam dada.
-
Kau tahu, aku sangat kagum padamu. Kau bisa menyentuh dan mengubah kehidupan orang-orang, meski kau sudah tak ada lagi disini sekarang, itu hal yang keren.
-
Kritikan, meski disampaikan dengan santun, tetap saja menyakitkan.
-
Meski kita berduka atau ingin ditinggalkan sendiri, orang lain tidak sepenuhnya paham. Hidup terus berlanjut. Dunia terus berjalan dengan problematikanya masing-masing.
-
Meski sekarang sudah zaman digital, tetap saja orang masih memandang sebelah mata pada kaum perempuan.
-
Meski tetap harus bijaksana dengan pengeluaran, bukan berarti kita lantas alergi dengan barang-barang mahal.
-
Meski kita membenci sekolah, tapi kita lebih benci lagi jika sudah lulus dari sana dan tak bisa kembali.
-
Semua orang memiliki jatah waktu yang sama. Memiliki jam dan menit yang sama setiap hari. Orang kaya tidak bisa membeli waktu. Para ilmuwan tidak dapat menciptakan menit baru. Dan Kamu tidak dapat menghemat waktu untuk menghabiskannya di hari yang lain. Meski begitu, waktu memang luar biasa adil dan toleran. Tidak peduli berapa banyak waktu mu terbuang di masa lalu, Kamu masih memiliki hari esok.
Asli:Time is an equal opportunity employer. Each human being has exactly the same number of hours and minutes every day. Rich people can’t buy more hours. Scientists can’t invent new minutes. And you can’t save time to spend it on another day. Even so, time is amazingly fair and forgiving. No matter how much time you’ve wasted in the past, you still have an entire tomorrow.
-
Seorang perempuan tahu dia telah menemukan laki-laki yang tepat untuk melabuhkan hati saat dia merasa nyaman berada di sisinya, bahkan meski sekadar memikirkannya.
Asma Nadia
Penulis dari Indonesia, Pendiri Forum Lingkar Pena dan Manajer Asma Nadia Publishing House (1972 - ) -
Untukmu wanita, carilah pria yang senantiasa menjaga sholat isya & subuhnya dimesjid. Agar kaupun senantiasa dijaga meski dikala waktu sempit.
-
Alangkah tamaknya kau. Maumu selalu untuk memudahkan hidupmu seorang. Tak peduli kau sesudah itu bahwa kehidupan orang lain akan hancur berantakan, meski orang lain itu anak kandungmu sendiri.
-
Berdoalah, meminta, maka Tuhan akan mengabulkannya. Meski tidak sekarang, namun kebahagiaan akan datang padamu perlahan demi perlahan.
-
Cinta itu di luar akal, kau tidak mungkin tidak memikirkannya. Meski kau sudah menutup mata untuk tidak melihatnya, menutup telinga untuk tidak mendengarnya, dan menutup mulut untuk tidak membicarakannya. Sekuat apa pun usahamu untuk mencegah keberadaannya dengan semua indra yang kau miliki, kau tetap bisa merasakannya dengan hatimu.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal otakku—meski akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 5)