Kata-kata Bijak 121 s/d 125 dari 125.
-
Zaman memang selalu berubah, beranjak ke depan. Bukan anak yang harus melulu memahami orangtua, tapi orangtua juga harus sudi mengejar ketertinggalannya dengan memahami anak.
-
Meskipun orangtua bicara sekarang sudah tidak apa-apa, tapi hari ini siapa yang tahu.
-
Pengalaman terberat seorang anak dalam kasus poligami, ketika harus menyaksikan salah satu dari orangtua menahan pedih atau peristiwa menekan itu.
-
Adalah wajar sebagai orangtua menginginkan anak tumbuh menjadi pribadi yang hebat, yang bisa dibanggakan. Orangtua mana yang ingin melihat anaknya dipuji orang karena berhasil meraih rangking pertama di kelas? Orangtua mana yang tidak bahagia melihat anaknya sendiri berdiri tegap di depan penonton hendak menerima piala juara nomor 1? Orangtua mana pula yang tidak berurai air mata karena terharu melihat anaknya berhasil mengalahkan anak lain di acara lomba pidato? Meski hanya antar-RW? Tentunya semua orangtua ingin merasakan hal itu. Nah, keinginan besar itulah yang terkadang membutakan mata sehingga anak di-force berprestasi, berhasil dan mendapat piala juara 1
-
Menikah itu ya menikah saja. Tidak usah memikirkan klop atau tidak. Mamak dan bapakmu dulu saja menikah karena dijodohkan orangtua; tidak pakai cinta. Tapi, toh nyatanya kehidupan keluarga ini tetap baik-baik saja.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal orangtua akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 7)