Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 520.
-
Keinginanku untuk mengungkapkan perasaan kembali lumpuh dan patah. Aku belum berani mengungkapkan rasa, aku memilih jatuh cinta diam-diam. Dalam keadaan menyembunyikan perasaan seperti ini, aku tetap bahagia. Kebahagiaan itu sulit kujelaskan. Ruang untuk mencintainya semakin besar dan aku tak mengerti mengapa sampai saat ini aku belum benar-benar berhasil menggapainya. Mungkinkah dia terlalu tinggi untukku? Apakah dia terlalu sempurna untuk kugenggam?
-
Matahari bersinar dan hangat menerangi kita, tapi kita tidak punya rasa ingin tahu mengapa. Di sini lain, kita minta alasan untuk semua hal yang buruk, rasa sakit, rasa lapar, nyamuk, dan orang bodoh.
Asli:The sun shines and warms and lights us and we have no curiosity to know why this is so; but we ask the reason of all evil, of pain, and hunger, and mosquitoes and silly people.
-
Hari esok adalah misteri. Hari ini adalah hadiah. Itulah mengapa disebut saat ini.
Asli:Tomorrow is a mystery. Today is a gift. That is why it is called the present.
-
Ada apa gerangan mengapa mesti tergesa-gesa, tak bisakah tenang menikmati bulan penuh dan bintang.
Haruskah Pergi – 2006 - Iwan Fals & Indra Lesmana -
Merasa diabaikan? Mengapa marah dan resah? Yang perlu kau lakukan hanya terus bersinar, hingga ia tak bisa tak melihat kilau itu.
-
Tidak usah memedulikan cibiran orang-orang. Nanti, pada masanya, mereka akan mengerti mengapa hati kita begitu keras kepala memperjuangkan.
-
Dua hari yang paling penting di dalam hidup Anda adalah hari Anda dilahirkan dan hari Anda mencari tahu mengapa.
Asli:The two most very important days in your life are the day you were born and the day you figure out why.
-
Mengapa tak seorang pun mengerti saya, namun semua orang menyukai saya?
Asli:Why is it that nobody understands me, yet everybody likes me?
-
Mengapa yang tidak setuju tak dapat mengekang nafsu menghina? Antara kita sendiri, kalau hanya hendak menghina pun tidak semua bisa berdiri sama tinggi. Penghinaan yang bodoh hanya akan memukul diri sendiri.
-
Pergi kau matahari tua yang bodoh dan tak tahu diri. Mengapa kau menyelinap lewat jendela-jendela dan tirai-tirai memanggil-manggil kami? Haruskah musim-musim para pecinta ini mengikuti gerakanmu?
-
Mengapa? Untuk apa? Dengan apa? Ke mana? Di mana? Bagaimana? Tidakkah terus bertahan hidup itu suatu ketololan?
-
Manusia itu sama seperti gedung. Lantai dasarnya adalah jiwa dan sikap. Awalnya manusia berpikir, setetes noda tidak akan jadi masalah. Cuma setetes itu. Lalu berlanjut dan terus berlanjut. Hingga lama kelamaan, bercak hitam mulai memenuhi tiap jengkal lantai serta meresap ke dalam. Kita tidak tahu, yang harus dilakukan hanyalah menebarkan bedak putih yang murni. Untuk menyerap oli juga sikap buruk. Ratakan dengan sapu sikat. Proses ini tidak hanya ada satu kali. Perlu berkali-kali agar mendapatkan hasil maksimal. Noda meresap pada laintai hitam pekat ini saja bisa dibersihkan. Mengapa tidak dengan sikapmu? Jika kau saja lelah. Lalu sikap seperti apa yang kau harap ditunjukkan oleh orang di sekitarmu?
-
Aku boleh seorang pelacur! Aku boleh seorang sampah masyarakat! Aku seorang bintang film gagal! Tapi beradat! Tidak. Aku juga punya tanah air. Aku Larasati, bintang ara. Sedang sebutan Miss pun aku tak pernah pakai. Ara! Cukup Ara. Mengapa mesti dengan Miss? Sebutan itu akan membuat aku berkulit putih. Apakah sebutan itu tantangan kaum pria, kalau aku milik siapa saja?
-
Berpikir itu sulit, itulah mengapa kebanyakan orang lebih suka menilai.
Asli:Denken ist schwer, darum urteilen die meisten.
-
Bukan Tuhan yang harus kau cari, tapi jawaban, mengapa kau bodoh, mencari yang sudah bersamamu.
-
Apa guna belajar ilmu dan pengetahuan Eropa, bergaul dengan orang-orang Eropa, kalau akhirnya toh harus merangkak, beringsut seperti keong dan menyembah seorang raja kecil yang barang kali buta huruf pula! God, God! Menghadap bupati sama dengan bersiap menampung penghinaan tanpa boleh membela diri. Tak pernah aku memaksa orang lai berbuat semacam itu terhadapku. Mengapa harus kulakukan untuk orang lain? Sambar gledek!
-
Sebelum meninggal, setiap orang harus berjuang untuk mempelajari apa yang mereka hindari, apa yang mereka tuju, dan mengapa.
Asli:All men should strive to learn before they die what they are running from, and to, and why.
-
Dunia terhampar laksana sajadah. Sajadah itu akan dilipat kembali oleh pemilik-Nya pada suatu masa. Mengapa kita terbuai oleh kenikmatan-kenikmatan semu?
-
Jika (konon katanya) semangatnya saja sama (untuk masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik), mengapa sulit sekali (untuk mencari titik temu) ?
-
Aku ingin berteduh dalam damai senja ini; mengapa tak kita biarkan hati bernyanyi?
Semua kata bijak dan ucapan terkenal mengapa akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)