Kata-kata Bijak 1 s/d 20 dari 30.
-
Kamu mengerti bagaimana akhirnya aku harus menyerah untuk melupakanmu yang begitu berarti…. kamu memilih diam saat aku menyeka lembab hujan disudut gelap mataku.
-
Puisiku bukan puisi tapi kata-kata gelap yang berkeringat dan berdesakan mencari jalan. Ia tak mati-mati meski bola mataku diganti.
-
Kekasih, ciumanmu senyap dan tampak terlatih, apa kamu serdadu apa kamu polisi? Mataku buta disebabkan cinta.
-
Uang, berilah aku rumah yang murah saja,yang cukup nyaman buat berteduh senja-senjaku, yang jendelanya hijau menganga seperti jendela mataku.
-
Itu lucu. Aku tidak tahu dimana aku akan menempatkan diriku di dunia sastra. Aku hanya menulis buku yang aku ingin baca. Dan aku menutup mataku dan sesederhana itulah aku.
-
Sejak kudengar tentang dunia Cinta, kumanfaatkan hidupku, hatiku dan mataku di jalan ini.
-
Sampai huruf terakhir
sajak ini, Kau-lah yang harus
bertanggung jawab
atas air mataku. -
Di sini aku duduk dan menunggu. Hujan malam ini membuat air mataku terasa sangat dingin. Semoga air mataku ini mengalir sejauh-jauhnya, agar kekasihku tak akan pernah tahu bahwa suatu malam aku pernah menangis untuknya. Semoga air mataku ini mengalir sejauh-jauhnya, agar semua malam mengabur dalam gelapnya.
-
Bulan pasi. Kuseduh kepedihan dari dua cangkir kopi. Lalu matamu bernyanyi di mataku, Badi', "Dan kematian hanyalah jalan menuju keabadian.
-
Biarlah aku kalah di mata orang banyak. Aku memilih menang di mataku sendiri. Itulah ujian terberatku: memilih kalah di mata dunia tapi setia pada prinsip yang tak kelihatan orang.
-
Kemarin aku duduk di salah satu kursi di sudut ruangan perpustakaan untuk membaca. Ya, aku mencoba berusaha keras untuk membaca dengan benar tulisan-tulisan yang ada di halaman buku yang ada di depan mataku itu. Tapi rasanya aku tidak bisa fokus membaca. Kepalaku penuh dengan dia yang secara tidak sengaja kulihat sedang memilih buku di rak buku yang terdekat dengan tempat dudukku.
-
Seakan ada magnet yang menggerakkan bola mataku ke ujung kaki. Sontak batinku menjerit hebat. Sebuah kepala berambut panjang muncul dari bawah kolong. Kaila ikut melihat mahluk itu. Entah apa yang dia rasakan saat ini. Yang jelas, wajah kami terlihat tidak berbeda. Sama-sama diselimuti ketakutan. Samar-samar aku melihat mahluk itu bergerak dengan cara mengesot. Wajahnya menyeramkan dan tidak beraturan, seperti ada luka sobekan pada tiap senti wajahnya.
-
Ketika aku membuka kado dari mama, aku terpaku. Sebuah baju pesta yang sangat cantik. Aku tahu baju itu adalah baju yang dijahit oleh mama setiap tengah malam. Aku begitu terharu sampai tidak bisa membendung lagi air mataku. Aku memeluk mama dengan erat.
-
Aku tidak tahu dimana aku akan menempatkan diriku di dunia sastra. Aku hanya menulis buku yang aku ingin baca. Dan aku menutup mataku dan sesederhana itulah aku.
-
Di luas meja yang telanjur basah oleh umpama itu
Terkecoh oleh si matahari dan si jantung, rubahmu
Makan hitam berulam mata. Mataku barangkali. -
Terbaring badanku tiada berkuasa
tertutup mataku berat semata
terbuka layar gelanggang angan
terulik hatiku di dalam kelam -
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar gelakku rayu.
-
Cinta membuka mataku dengan keindahannya, dan membeli jiwaku dengan kehangatan jemarinya.
-
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
-
Aku ingin lelehan air mataku di hari Minggu Palma itu mengalir sejauh-jauhnya agar kamu tak pernah tahu, bahwa suatu hari aku pernah menangis untukmu. Lebih tepatnya, mungkin untuk kebodohanku.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal mataku akan selalu Anda temukan di JagoKata.com









