Kata-kata Bijak sama kita–kepribadian

Kata-kata Bijak 81 s/d 100 dari 8319.

  • Jenderal Soedirman Pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita, jangan sampai tni dikuasai oleh partai politik manapun juga. Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan parjurit yang mudah dibelokkan haluannya, kita masuk dalam tentara, karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara.
    Jogjakarta, 5 Oktober 1949
    Jenderal Soedirman
    Jenderal pada masa Revolusi Nasional Indonesia (1916 - 1950)
    - +
    +321
  • Ibn Arabi Dari cinta kita berasal, dan atas nama cinta Dia menciptakan kita. Karena tujuan cinta, kita mendatangi-Nya, dan demi cinta pula kita menghadap-Nya.
    Ibn Arabi
    Penyair dan filsuf dari Andalusia/ Arab (1165 - 1240)
    - +
    +320
  • Jalaluddin Rumi Hari ini, seperti hari lainnya, kita terjaga dengan perasaan hampa dan ketakutan.
    Jalaluddin Rumi
    Penyair sufi, ahli hukum, sarjana Islam dan teolog dari Persia (1207 - 1273)
    - +
    +314
  • Abdurrahman Wahid Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita jadi budaya Arab. Bukan untuk aku jadi ana, sampeyan jadi antum, sedulur jadi akhi. Kita pertahankan milik kita, kita harus filtrasi budayanya, tapi bukan ajarannya.
    Abdurrahman Wahid
    Presiden ke-4 Indonesia (1940 - 2009)
    - +
    +311
  • Abdurrahman Wahid Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita jadi budaya Arab. Bukan untuk aku jadi ana, sampeyan jadi antum, sedulur jadi akhi. Kita pertahankan milik kita, kita harus filtrasi budayanya, tapi bukan ajarannya.
    Abdurrahman Wahid
    Politisi Indonesia dan pemimpin Muslim (1940 - 2009)
    - +
    +311
  • W.S. Rendra Kita telah menjadi asing di tanah leluhur sendiri.
    W.S. Rendra
    Penyair dari Indonesia (1935 - 2009)
    - +
    +309
  • Bunda Teresa Pada akhir hidup kita tidak akan dinilai oleh berapa banyak ijazah yang telah kita terima, berapa banyak uang yang telah kita buat, berapa banyak hal-hal besar yang telah kita lakukan.
    Bunda Teresa
    Biarawati Katolik Roma (nama lahir Agnes Gonxha Bojaxhiu) (1910 - 1997)
    - +
    +309
  • Buya Hamka Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib, di sana telah tertulis rol yang akan kita jalani.
    Buya Hamka
    Seorang ulama, aktivis dan sastrawan Indonesia (1908 - 1981)
    - +
    +304
  • Kang Maman (Maman Suherman) Mungkin kita tidak akan pernah mendengar tangisan seorang ayah karena seorang ayah selalu ingin terlihat kuat agar anaknya dapat berlindung di tangan dan dadanya tanpa pernah meragukanya, ia dapat memberikan rasa aman kepadanya kala sang anak merasa terancam, itulah ayah.
    Kang Maman (Maman Suherman)
    Penulis, Produser, dari Indonesia (1965 - )
    - +
    +303
  • Sujiwo Tejo Apakah selama ini kita masuk ke dalam agama atau agama yang kita masukkan ke dalam diri kita?
    Sujiwo Tejo
    Wartawan, pelukis, budayawan dan penulis dari Indonesia (1962 - )
    - +
    +299
  • Boy Candra Kenang saja kita sekedar masa lalu. Kita yang pernah ingin bahagia,tetapi luka lebih cepat datangnya. Kita yang gagal menyatukan ingin. Sebab kamu lebih suka bermain.
    Boy Candra
    Penulis dari Indonesia (1989 - )
    - +
    +298
  • Raden Adjeng Kartini Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.
    Raden Adjeng Kartini
    Pahlawan Nasional Indonesia, feminis dan guru (1879 - 1904)
    - +
    +297
  • Soekarno Saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan negara yang demikian itulah kita punya tujuan. kita hendak mendirikan suatu Negara 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi 'semua buat semua'.
    Soekarno
    Presiden pertama Indonesia (1901 - 1970)
    - +
    +292
  • Haji Agus Salim Tuhan tidak pernah meminta kepada manusia untuk membantu Nya memerangi kebathilan. Tuhan mengajarkan kepada kita berdoa memohon bantuan Nya dalam memerangi kebathilan.
    Haji Agus Salim
    Diplomat dan pejuang kemerdekaan Indonesia (1884 - 1954)
    - +
    +292
  • Bambang Pamungkas Kita boleh saja kecewa dengan apa yang telah terjadi, tetapi jangan pernah kehilangan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
    Bambang Pamungkas
    Pemain sepak bola Indonesia (1980 - )
    - +
    +291
  • Tere Liye Melepaskan dengan tulus sesuatu yang amat kita inginkan tidak selalu berarti kita lemah.
    Tere Liye
    Penulis dari Indonesia (1979 - )
    - +
    +290
  • Soekarno Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.
    Soekarno
    Presiden pertama Indonesia (1901 - 1970)
    - +
    +285
  • Raditya Dika Karena kita seperti belalang, tahu bahwa untuk mencintai seseorang, butuh keberanian.
    Raditya Dika
    Penulis, pelawak, aktor, pemeran dan sutradara dari Indonesia (1984 - )
    - +
    +284
  • Najwa Shihab Karena memilih lewat Pemilu, bukan seperti melempar dadu. Kita semua yang akan menentukan, nasib Indonesia di masa depan.
    Najwa Shihab
    Presenter berita, jurnalis dari Indonesia (1977 - )
    - +
    +284
  • Boy Candra Hujan dan kamu adalah rindu.Kita akan menikmatinya dalam senja-senja beranjak pulang. Dalam rasa sayang yang tak akan pernah hilang. Bahkan saat hujan telah berhenti.
    Boy Candra
    Penulis dari Indonesia (1989 - )
    - +
    +282
Semua kata bijak dan ucapan terkenal kita–kepribadian akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 5)