Kata-kata Bijak 501 s/d 520 dari 8319.
-
Perilaku kita yang menentukan siapa diri kita.
-
Sebagai manusia, kemarahan adalah bagian dari pikiran kita. Rasa jengkel juga bagian dari pikiran kita. Tapi kamu bisa melakukannya; kemarahan datang dan pergi. Jangan pernah menyimpannya; di dalam dirimu yang terdalam, lalu menciptakan banyak kecurigaan, banyak ketidakpercayaan, banyak hal-hal yang negatif, lebih banyak kekhawatiran.
-
Setiap orang hidup dalam nasibnya sendiri-sendiri. Lalu mengapakah kita harus mendengarkan orang yang tidak suka melihat kita sukses?
-
Tuan-tuan hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya datangnya Ratu Adil. Dan sering kali kita mendengar di desa ini atau di desa situ telah muncul seorang Imam Mahdi atau Heru Cakra. Tak lain tak bukan karena rakyat menunggu dan mengharap pertolongan.
-
Kebijaksanaan sejati datang ke masing-masing dari kita ketika kita menyadari betapa sedikit kita memahami tentang kehidupan, diri kita sendiri, dan dunia di sekitar kita.
-
Sayang hidup tidak sempurna. Jebakan Batman di mana-mana. Kegagalan senantiasa mengintai. Kadang-kadang, rintangannya bisa kita duga dan antisipasi, kadang-kadang muncul begitu saja seperti jerawat di ujung hidung atau bisul di pantat.
-
Aku bingung, kita mau berjalan ke arah mana. Nampaknya semua arah adalah arah yang salah.
-
Apapun kata-kata yang kita ucapkan, kata kata tersebut harus dipilih dengan hati hati karena orang lain akan mendengar kata kata tersebut dan terpengaruh oleh kata tersebut demi kebaikan atau keburukan.
-
Dalam pengadilan di Indonesia, kadang kita harus memilih alternatif yang terbaik di antara yang terkutuk, dengan menyisakan sedikit harapan bahwa hati nurani manusia tidak semuanya terdiri atas buku.
-
Hal yang sering membuat kita tidak bersyukur adalah membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
-
Hewan qurban aja dikorbanin lehernya ga sampai putus. Masa hubungan kita udah banyak berkorban akhirnya tetap putus.
-
Ilmu itu ada dimana-mana, pengetahuan dimana-mana tersebar, kalau kita bersedia membaca, dan bersedia mendengar.
Felix Siauw
Seorang ustadz etnis Tionghoa kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. (1984 - ) -
Jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi sepahit apapun keadaanya.
-
Jika seseorang tetap bersabar atas tingkah buruk kita. Maka dia berhak memperoleh perilaku terbaik milik kita.
-
Kalau kita jadi negara industri tidak berarti bahwa segalanya akan beres, tak berarti kita akan terbebas dari kemiskinan, kebodohan atau kekejaman kekuasaan. Industri hanyalah sebuah cara di antara kemungkinan cara-cara lain yang dianggap bisa membantu menyejahterakan masyarakat.
-
Kita memimpikan taman bunga mawar ajaib di balik cakrawala, padahal seharusnya kita dapat menikmati mawar indah yang mekar dan berkembang hari ini di luar jendela rumah kita.
-
Kita perlu belajar dari sejarah yang begitu jelas, mangurangi gaduh politik yang kerap tak berkelas.
-
Mantan adalah jodoh orang lain yang pernah kesasar singgah ke hati kita.
-
Mesjid Kita jaga, gereja kita jaga. Semua tempat ibadah dan alat vital negara Banser konsen menjaganya.
-
Semakin tinggi kita ditempatkan, semakin rendah hati kita harus berjalan.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal kita–kepribadian akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 26)