Kata-kata Bijak 241 s/d 260 dari 2016.
-
Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah.
-
Kalau kita tidak merencanakan masa depan karena kita hidup pada zaman
sekarang, maka kita akan tetap berada di masa lalu. -
Kalau pulang untuk melihat seseorang yang sudah pergi, apa tetap menyenangkan?
-
Keberhasilan itu adalah sebuah titik kecil yang berada di puncak segunung kegagalan. Maka kalau mau sukses, carilah kegagalan sebanyak-banyaknya.
-
Sudahlah, kita jalani saja hidup ini. Dinikmati saja. Disyukuri. Kalau lagi sedih ya nangis, kalau lagi senang ya tertawa. Hidup ini kan selang-seling. Bergantian. Nggak mungkin sedih terus atau senang terus. Kalau merasa nggak kuat, pasrahkan saja pada Gusti Allah. Minta diberi kekuatan.
-
Buat apa hidup kalau kita tidak berani mencoba sesuatu?
-
Catatan dari saya tak lebih penting dari catatan penulis cerita misalnya. Catatan apapun yang membuat sebuah film lebih baik, itu yang kami pakai, tak masalah dari siapa pun datangnya. Itulah kolaborasi yang sehat. Dalam situasi hierarkis, susah buat tiap orang untuk jujur, terutama kalau itu tentang sesuatu yang tak berjalan baik.
-
Istilah “beli kaca, dan bercerminlah!’ sebelum diucapkan ke orang lain. Ada baiknya, belajar bercermin sendiri lebih dulu. Nanti kalau yang disarankan minta ajari cara bercermin dan kamu tidak pandai, ketahuan kan kamunya yang jarang ngaca.
-
Kita jadi takut merasakan terlalu bahagia, karena kalau terlalu bahagia, suatu saat semua itu bisa hilang dan menjadikan kita hampa.
-
Sesungguhnya, seseringnya Kinan dapat perhatian dari lawan jenis, dia tetaplah perempuan yang cuma bisa malu-malu kucing kalau mendadak diajak jalan sama cowok sekelas Satrya. Tapi, Kinan hanya mampu melempar kode lewat senyum dan berhati-hati untuk melangkah. Ia ingin merasakan lagi rasanya dicintai, bukan hanya dimiliki.
-
Tangga nada memang bagus, tapi mungkin kau perlu memetik gitar dan mencoba bereksperimen. Mulailah dengan satu not dan biarkan jemarimu menemukan melodi yang ingin dituju. Kalau kau suka melodi itu, ulangi terus sampai jemarimu menginginkan tujuan baru, lalu ikuti, sekalipun kau akhirnya jadi genjrang-genjreng tak tentu arah.
-
Aku udah bilang, kalau ada apa-apa jangan lari ke alkohol, lari ke aku aja. Pacarmu kenapa lagi?
-
Buat aku, dari kecil, aku tidak pernah punya cita-cita jadi janda. Tapi kalau sudah begini, mau bilang apa lagi.
-
Kalau tidak ada orang-orang rendahan, tentu tidak ada orang atasan.
-
Saya tidak peduli orang yang tidak mengenali saya, saya prihatin kalau saya tidak mengenali orang lain.
-
Tujuan saya ke Amerika, saya pengen orang-orang Amerika tahu kalau orang-orang Indonesia itu multitalented.
-
Walaupun manusia itu lahir tidak atas kemauannya sendiri, tapi aturan-aturan dari sistem belum tentu sesuai dengan individu. Maka dari itu, saya berpendapat bahwa demokrasi, seberapapun jeleknya ia sebagai sistem, tetap lebih baik dari komunisme. Manusia memiliki hak untuk bicara, juga ketika yang diungkapkannya keliru. Kalau hal itu terjadi, yang lain akan mengoreksinya.
-
Ah, andai kita paham adat Minang dengan perspektif yang lain, kita temukan juga indahnya. Apalagi kalau kita mampu membaca makna yang tersirat.
-
Aku bingung. Pacaran jauh-jauhan disebut LDR. Jauh dari pacar katanya setia. lah kok kalau pacarnya masih jauh disebut jomblo.
-
Kalau aku sudah pandai, aku tak akan rajin lagi, takut kembali ke awal proses untuk mencapai pangkal.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal kalau akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 13)