Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 153.
-
Tadi pagi saya kebangun jam 2 dini hari. Karena hujan, saya langsung cek CCTV, ternyata CCTV Istiqlal mati. Saya curiga Istana pasti kerendem nih. Saya suudzon, enggak tahu sabotase atau sengaja, semua saluran sudah begitu baik, seharusnya mana mungkin banjir.
-
Dibaikin sedikit pasti GR dan mikir macem-macem. Makanya manusia-manusia kurang kece justru lebih gampang selingkuh karena mereka jauh lebih enggak tahan godaan.
-
Aku merasa ngeri kalau berdekatan dengan mereka!. Ra, apa seremnya sih, badut lucu kaya gitu?. Aku enggak tahu, Dit. Hanya aku sering berpikir, bisa saja dibalik perutnya yang buncit itu dia menyembunyikan sesuatu.
-
Gue selalu percaya permintaan itu akan dikabulkan kalau dia bisa terbang semakin tinggi. Enggak tahu kenapa. Mungkin kalau dia semakin tinggi, dia akan semakin mudah didengar. Karena nggak mungkin gue harus terus-terusan naik pesawat setiap kali punya permintaan, jadi jalan lainnya adalah asap. Gue membisikkan permintaan, lalu asap akan membawanya bersama udara, ke angkasa, dan akhirnya, gue harap, permintaan gue itu akan mencapai tempat yang tepat. Lalu, dikabulkan. Makanya gue butuh asap, karena asap membumbung tinggi ke angkasa.
-
Cantik dan seksi itu enggak bertahan lama, yang ada malah bikin repot.
-
Enggak capek, pacaran sama rumus-rumus melulu?. Diam di rumah saja, kulit lu bisa tumbuh jamur nanti.
-
Heran sama perempuan, udah sering skip sarapan, makan malam kadang juga di skip. Lambungnya pada seged-gede upil kali ya. Kok, enggak ada lapar-laparnya.
-
Karena cinta itu memang rumit. Sama seperti kostum karnaval. Sedangkan rasa suka enggak terlalu rumit. Seperti fashion. Kita bisa dengan mudah mengerti fashion. Sama seperti perasaan suka, mudah diterima, tapi cinta? Rumit.
-
Gue tuh kayak nggak didukung sama keluarganya sendiri. Maksudnya, apa yang gue lakuin tuh di mata mereka nggak pernah berarti. Malah kayaknya mereka nggak pernah percaya gue bisa ngelakuin sesuatu. Gue setuju masuk sekolah ini karena emang gue pengen dapet bimbingan khusus soal masa depan kayak visi misi sekolah ini. Jujur, iya. Gue sebenernya pengen jadi dokter. Tapi, gue nggak berani bilang gitu karena enggak ada yang percaya kalau gue bisa.
-
… dibalik sifat evil itu, tidak bisa dipungkiri kalau kami merasakan kasih sayang dan kepeduliannya lewat cara Bu Nana mengajar, bersikap dan memperlakukan kami. Beliau benar-benar bagai ibu kami di sekolah. Maksud gue, beliau sama cerewetnya dengan mami di rumah. Sama ‘kejam’nya dengan begitu sering menghukum kami kayak Mami. Walau pada akhirnya di setiap akhir ceramahnya selalu saja ada sebuah nasihat yang terselip. Dan, walau pada akhirnya gue tahu hukuman itu adalah upaya beliau untuk membuat kami jera dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. Meskipun kami jengkel harus berdiri di depan kelas, menyapu halaman sekolah, berlari memutari lapangan sekolah, sungguh kami tidak bisa memungkiri, kami sayang Bu Nana sama kayak Mami. Se-evil-nya Mami, kami tetap enggak bisa buat enggak sayang sama beliau. Dan se-killer-nya Bu Nana, kami tetap sayang sama beliau.
-
Bumi Allah itu tidak hanya di kota ini. Rezeki juga enggak cuma disebar di sini. Aku tahu kamu mendapatkan bonus ini itu. Tapi rezeki bukan hanya ada yang di tangan, tapi yang ada di hati. Mengapa kita tidak memijak bumi Tuhan yang lain dengan rezeki asalkan kita bersama?
-
Mencari pasangan hidup itu kan enggak semudah mencari mamang-mamang India jualan kain di Tanah Abang.
-
Kepercayaan itu kayak kertas. Kalau udah lo remek, enggak bakal bisa mulus lagi. Dan kalaupun bisa dibikin rada mulusan dikit, it takes time.
-
Orang-orang di kota itu wajahnya keras semua. Setiap hari mereka harus menghadapi stress. Menghadapi yang namanya macet. Sering juga menghadapi banjir. Menghadapi ribut politik atau demo atau apalah. Inilah. Itulah. Gimana enggak bikin wajah berubah keras.
-
Pernikahan itu nggak ada hubungannya sama jodoh enggak jodoh. It’s just another stage of life. Sama seperti stage kehidupan lain, untuk bertahan kita harus berusaha dan berjuang. Jodoh itu juga harus diusahakan dan diperjuangkan.
-
Saat kita sedang membereskan barang, biasanya waktu kita justru paling banyak terambil untuk main-main dengan barang-barang lama yang sebelumnya kita bahkan sudah enggak ingat.
-
Dasar wanita, enggak ngerti menikmati liburan.
-
Enggak apa-apa, Sayang. Kalau nantinya kamu akan dikenal sebagai anak nenek, bukan anak mama. Asal kamu sukses, mama ikhlas.
-
Menikah itu menyenangkan, kok. Lo cuma harus berbagi hidup dengan suami lo seumur hidup. Nggak perlu dibikin ribet. Nikmati aja, selama kalian berdua enggak saling menyakiti. Intinya, kita harus saling setia, saling cinta dan saling mendukung.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal enggak akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)