Kata-kata Bijak 61 s/d 80 dari 370.
-
Korupsi itu tumor ganas yang mematikan secara masif dan pelan-pelan. Lapar dulu, stres dulu, baru depresi dan mati.
-
Bayangkan dirimu adalah aliran sungai. Pada sebuah sore hari, kau berkelok di sebuah hutan tak bernama, di antara baris pepohonan yang memandangmu enggan sambil menjatuhkan daun-daunnya di permukaanmu, dan angin dingin membentuk riak kecil di tubuhmu, bersama bebatuan hitam yang telah lebih dulu menghuni dasarmu.
-
Pake kacamata tebal, nenteng buku tebal plus pake kawat gigi. Aku kira orang kayak ginian udah punah di zaman orde baru dulu.
-
Dulu kita sampai dititik saling mencemaskan bila tak ada kabar. Kini sampai dititik saat bertemu, hanya sebatas, ‘hehe, apa kabar?’. Lalu saling canggung, lalu saling pulang.
-
Intinya nggak ada kata sia-sia. Kalau gagal, anggap aja perkenalan itu menuju pertemanan. Nggak lebih. Pokoknya penjajakan dulu. Jangan menyerah sebelum memulai. Itu namanya pengecut.
-
Jangan takut menyampaikan opini yang eksentrik, karena semua opini yang sekarang tampak wajar dulu juga dianggap ekstentrik.
-
Kalau dulu, jadi satpam di radio enak, malem Minggu pasti ramai… pendengar pada dateng bawa makanan buat penyiarnya.
-
Karena di sana lukaku sulit sembuh. Aku butuh pergi jauh, memulai semua dari awal lagi, sambil menyembuhkan lukaku pelan-pelan. Kamu tahu, kejadian dulu membuatku hancur berkeping-keping. Susah payah aku berusaha tetap tegar, tetap percaya, kehidupanku akan membaik.
-
Nanti dulu, biarkan aku sejenak berbaring di sini
Ada yang masih ingin ku pandang
Yang selama ini senantiasa luput -
Cinta akan selalu datang dalam dua rasa. Manis dan pahit. Bahagia dan kecewa. Kalau kamu ingin merasakan manisnya cinta maka kamu harus menelan pahitnya terlebih dahulu. Kalalu kamu ingin merasakan cinta yang bahagia maka kamu harus cicipi kecewanya dulu.
-
Mungkin sebaiknya aku harus beristirahat dulu dari percintaan, benar-benar beristirahat.
-
Yang dulu suka ngata-ngatai fans korea (KPOP) terlalu fanatik, kini jadi orang-orang yang sama fanatiknya terhadap sesuatu. Kadang, emang lebih mudah memberi penghakiman pada orang lain, dari pada menatap diri sendiri dalam cermin.
-
Ayam lebih dulu - Tuhan akan terlihat konyol duduk di atas telur.
Asli:The chicken came first - God would look silly sitting on an egg.
-
Kadang masyarakat egois nggak mau ngasih sodetan di dataran tinggi. Saya ngerti ini psikologis, dulu sebelum Waduk Pluit ada kamu nggak rela di tempat yang tinggi izinkan sodet karena kamu yakin begitu disodet airnya balik lagi ke tempat kamu. Itu kan dulu, sekarang kami berusaha meyakinkan mereka.
-
Ketika akhirnya aku menjadi orangtua, kadang ada kekangenan masa kanak-kanak dulu. Masa ketika aku merasa terlindungi. Ada masalah, seberat apa pun itu, aku selalu bisa pulang dan menemukan Ibuk…
-
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! -
Tak kutemukan lagi pemandangan yang akrab di mata kanak-kanakku dulu: lapangan sepak bola yang selalu berlumpur kala hujan, jalan berbatu-batu, serta kawat-kawat jemuran yang saling silang di depan setiap rumah.
-
Zaman telah benar-benar berubah. Kami dulu mati-matian berjuang melawan penjajah, taruhan nyawa, bedil dilawan bambu runcing dan lain sebagainya. Setelah merdeka, karena kurang kerjaan, akhirnya yang dikerjakan anak mudanya sekarang hanya berjuang karena cinta.
-
Akhirnya, hai mantan kekasihku, kekasih yang tak lagi kuharapkan, haruskah kita katakan bahwa yang dulu itu bukanlah cinta, hanya karena ia kini telah binasa.
-
Akhirnya, hai mantan kekasihku, kekasih yang tak lagi kuharapkan, haruskah kita katakan bahwa yang dulu itu bukanlah cinta, hanya karena ia kini telah binasa.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal dulu akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 4)