Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 370.
-
Dulu, pada suatu ketika, senja pernah indah, seindah janji-janji yang berujung menjadi sumpah serapah.
-
Aku telah membuka semua pintu dan melepas merpati-merpati itu pergi. Tanpa pesan, tanpa persinggahan. Melintasi taman paling rindu tempat kau bunuh kenangan kita berkali-kali. Dan sungguh aku tak akan pernah memberinya denyut nadi lagi agar hidup kembali, seperti tokoh-tokoh kartun, yang dulu kau tonton di televisi.
-
Anda tidak perlu mengangkat senjata dan membunuh orang seperti jaman perjuangan dulu, cukup jangan korupsi saja itu sudah cukup menolong negara kita.
-
Kamu tahu sedamba apa aku padamu, juga tahu sedalam apa aku terluka dulu.
-
Janganlah menjatuhkan diri ke dalam kesesatan dengan mengira, bahwa kebudayaan Timur yang dulu atau sekarang lebih tinggi dari kebudayaan Barat sekarang. Ini boleh kamu katakan, bilamana kamu sudah melebihi pengetahuan, kecakapan dan cara berpikir orang Barat.
-
Ah, sampai di sini, mungkin kau akan bertanya siapa diriku. Tapi apa perlunya kau tahu? Aku hanya bagian kecil dari cerita ini. Aku hanya seseorang yang berusaha mencatat sedikit kenangan agar tak hilang begitu saja ditelan zaman. Jika suatu peristiwa telah pergi, kau tahu, ia tak akan hilang begitu saja. Jika dulu ada tawa, gaungnya masih bisa masih bisa kau dengar di sana. Jika dulu ada air mata, kau masih bisa membasuhnya dengan tanganmu di sana, sekarang. Jika aku mati, kenangan itu akan hidup.
-
Aku harus pergi dulu dari rumah kalau aku ingin pulang ke rumah.
-
Jika pada akhirnya kamu hanya menamai diri sebagai kehilangan, untuk apa dulu datang mengajarkan ketenangan? Membuat aku merasa nyaman dengan segala hal yang kamu katakan.
-
Ia kembali teringat nasihat kiai Lukman saat masih di pesantren dulu, "Eling-Elingo yo Ngger, endahe wanojo iku sing dadi jalaran batale toponing poro santri lan satrio agung"
-
Dulu dia mengusirku, sebelum belas kasih pun turun ke hatinya dan memanggil. Cinta telah memandangku dengan ramah pula.
-
Jadilah diri sendiri, maka Anda akan memiliki gaya tersendiri. Tapi, bekali dulu diri Anda dengan kemampuan yang memadai supaya Anda tidak asing menjadi diri sendiri.
-
Dulu saya pikir Indonesia itu Jakarta. Pemahaman saya tentang Indonesia itu absurd.... Setelah saya keliling Indonesia, saya paham betul bahwa tidak mungkin Jakarta jadi tolok ukur untuk menggambarkan Indonesia karena sangat tidak mewakili Indonesia secara keseluruhan.
-
Sebelum menjatuhkan hukuman, Tuhan biasanya lebih dulu mengabulkan permohonan kita.
-
Mau kembali ke zaman Al Capone? Dulu film Godfather, bir enggak boleh diperjualbelikan di Amerika, akhirnya di bagasi mobil Al Capone itu jualan bir semua. Banyak orang yang mati gara-gara gituan, pas dibuka (bagasinya) banyak yang mati. Jadi logikanya di mana, kamu melarang (peredaran bir) itu. Kalau enggak boleh jual alkohol, ya sudah, kalau begitu kamu enggak boleh minum obat batuk, kan alkohol juga itu.
-
Nek, benar yang nenek katakan dulu, tentang sesuatu yang takkan datang bila memang takbaik, tentang sesuatu yang takkan datang bila memang taktepat waktunya. Takperlu khawatir lagi ya. Runo cucu nenek sudah kembali.
-
Jika Anda harus melanggar hukum, lakukanlah untuk merampas kekuasaan yang korup; untuk kasus-kasus lain pelajarilah lebih dulu.
-
Dulu guru mengajiku pernah mengajarkan bahwa pertemuan dengan seseorang mengandung rahasia Tuhan. Maka, pertemuan sesungguhnya adalah nasib.
-
Hubungan yang udah retak mau diperbaiki sebaik apa pun tetap aja nggak akan sama kayak dulu lagi. Ibarat guci udah pecah, mau dilem pake lem semahal apa pun tetap aja kelihatan retaknya.
-
Kau tahu, kan, ada yang sepandai itu menebar pesona, memberi harapan, membuat caption yang seolah-olah untukmu, membuatmu senyum-senyum sendiri. Jangan senang dulu. Siapa tahu, dia seperti itu ke banyak orang.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal dulu akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)