Kata-kata Bijak: dulu-dulu

  • Manusia jangan menunggu hancur dulu baru insaf.
  • Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap.
  • Anda tidak perlu angkat senjata ke medan perang seperti jaman dulu, Anda cukup jangan korupsi saja itu sudah cukup.
  • Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.
  • Bagi cowok, mereka itu biasanya cinta dulu baru berani melakukan sentuhan. Kalau cewek, dari sentuhan mungkin bisa tumbuh cinta.
  • Boleh jadi sel-sel tubuhku kini memilih mengkhianatiku. Namun jauh sebelum itu, cinta telah lebih dulu melakukannya.
  • Jatuh cinta itu terjadi secara alami dan spontan. Jadi saat jatuh cinta itu waktunya emosi yang maju dan logika mundur dulu buat istirahat.
  • Berinvestasilah di properti untuk menjadi kaya, bukan menjadi kaya dulu baru berinvestasi di properti. Atau dengan kata lain, setelah kaya baru beli properti? Cara kuno! Mengapa tidak beli properti untuk jadi kaya?
  • Jika kita berdoa, lantas situasi tetap begitu-begitu saja, tidak ada yang berubah, bukan berarti doa kita tidak makbul, boleh jadi, Tuhan sedang menguji agar hati kitalah yang berubah terlebih dulu.
  • Jika Anda harus melanggar hukum, lakukanlah untuk merampas kekuasaan yang korup; untuk kasus-kasus lain pelajarilah lebih dulu.
  • Jika Anda harus melanggar hukum, lakukanlah untuk merampas kekuasaan yang korup; untuk kasus-kasus lain pelajarilah lebih dulu.
+8

Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 320.

  • Socrates
    Socrates
    Filsuf dari Yunani 469 SM - 399 SM
    ajax-loader
    - +
    +1197
    Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap.
  • Fiersa Besari
    Fiersa Besari
    Penulis dan pemusik dari Indonesia
    ajax-loader
    - +
    +1114
    Dulu kita selalu mengucap kata sayang di penghujung malam. Kini, kita tidak lebih dari dua orang asing yang merindukan masa lalu secara diam-diam.
    Sumber: Garis Waktu
  • Fiersa Besari
    Fiersa Besari
    Penulis dan pemusik dari Indonesia
    ajax-loader
    - +
    +464
    Tidak ada yang abadi, baik bahagia maupun luka. Suatu saat kita akan tiba di titik menertawakan rasa yang dulu sakit, atau menangisi rasa yang dulu indah.

    Sumber: Garis Waktu
  • Basuki Tjahaja Purnama
    Basuki Tjahaja Purnama
    Politikus dan Gubernur Jakarta 1966-
    ajax-loader
    - +
    +327
    Anda tidak perlu angkat senjata ke medan perang seperti jaman dulu, Anda cukup jangan korupsi saja itu sudah cukup.
  • Emha Ainun Nadjib
    Emha Ainun Nadjib
    Seorang seniman, budayawan, penyair, serta intelektual asal Indonesia. 1953-
    ajax-loader
    - +
    +327
    Manusia jangan menunggu hancur dulu baru insaf.
  • Raditya Dika
    Raditya Dika
    Penulis, pelawak, aktor, pemeran dan sutradara dari Indonesia 1984-
    ajax-loader
    - +
    +312
    Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya selalu melamun dengan tidak pasti, memandang waktu yang berjalan dengan cepat dan menyesali semua perbuatan yang tidak mereka lakukan dulu.
    Sumber: Marmut Merah Jambu
  • Najwa Shihab
    Najwa Shihab
    Presenter berita, jurnalis dari Indonesia 1977-
    ajax-loader
    - +
    +297
    Timur adalah kita yang terjaga lebih dulu, timur adalah Indonesia yang tak sabar menunggu.
    Sumber: Melihat Ke Timur
  • Raden Adjeng Kartini
    Raden Adjeng Kartini
    Pahlawan Nasional Indonesia, feminis dan guru 1879-1904
    ajax-loader
    - +
    +271
    Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.
  • Boy Candra
    Boy Candra
    Penulis dari Indonesia 1989-
    ajax-loader
    - +
    +259
    Jika pada akhirnya kamu hanya kisah yang memilih patah dan menyerah, untuk apa dulu kamu bersikeras mengajakku berjuang melawan resah?
    Sumber: Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai.
  • Pramoedya Ananta Toer
    Pramoedya Ananta Toer
    Penulis dari Indonesia 1925-2006
    ajax-loader
    - +
    +138
    Apa gunanya memaki? Mereka memang anjing. Mereka memang binatang. Dulu bisa mengadu, dulu ada pengadilan. Dulu ada polisi, kalau duit kita dicolong tetangga kita. Apa sekarang? Hakim-hakim, jaksa-jaksa yang sekarang juga nyolong kita punya. Siapa mesti mengadili kalau hakim dan jaksanya sendiri pencuri?
    Sumber: Larasati
Kata-kata, quotes, kata mutiara, kata bijak dan kutipan dengan dulu-dulu yang terbaik dan terkenal selalu di JagoKata.com: 320 ditemukan