Kata-kata Bijak 41 s/d 60 dari 220.
-
Kadang-kadang, aku berharap bisa menjadi langit biru agar abadi. Mengamati perubahan tanpa ikut berubah. Bukankah itu akan membuatmu tertekan? Menjadi saksi mata tanpa bisa melakukan apa-apa untuk menolong atau mengubah sesuatu?
-
Biasanya yang terjadi, kalau pusing dan sumpek dengan istri di rumah, kita akan cari hiburan di luar. Bukankah begitu?
-
Bukankah tugas seorang guru itu mendidik, mengarahkan, juga membimbing para siswa? Bukan malah membentak-bentak di depan kelas dan menghukum kalau mereka tidak bisa menyerap pelajaran dengan baik?
-
Sebab, apapun itu, bukankah hidup adalah untuk bergandeng tangan di jalan kebaikan dan membuat Allah tersenyum?
-
Setiap mantan pacar –atau mungkin lebih tepat kalau disebut cinta yang gagal- akan memberimu pelajaran berbeda. Semakin hari, kau akan semakin paham dan bijaksana memaknai serta menyikapi cinta, kemudian berusaha menjadi orang yang lebih baik agar kisah cintamu yang berikutnya lebih mendekati sempurna. Bukankah itu bisa disebut bahwa kau sudah lebih dewasa?
-
Ada alasan mengapa segala sesuatu yang pertama selalu menjadi hal-hal yang sulit terlupakan, bukankah begitu?
-
Bukankah cinta tak perlu syarat apa pun untuk tetap merasakannya?
-
Menurut saya, nasib kita tidak terletak di tangan Tuhan, karena bukankah Tuhan memberi kita talenta dan kebebasan untuk memilih apa yang akan kita lakukan sebagai manusia?
-
Bukankah kepercayaan itu fondasi terpenting dalam membangun satu hubungan?
-
Bukankah setiap anak berhak menentukan jalan hidupnya sendiri? Lalu bukannya tugas orang tua membimbing? Bukan melarang.
-
Hati manusia siapa yang tahu? Bukankah akting terbaik manusia adalah berpura-pura tidak tahu?
-
Bukankah cinta itu tidak pernah butuh alasan, meski cuma satu huruf?
-
Bukankah memberi jalan seseorang masuk dan tinggal di dalam hati kita juga berarti menyerahkan semuanya kepadanya untuk merawat atau malah mengobrak-abrik hati.
-
Bukankah, banyak yang menunggu, menunggu dan terus menunggu seseorang yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali tidak punya janji. Kau menungguku? Sejak kapan?
-
Lihat, ternyata kita semua saling memikirkan kebahagiaan satu sama lain. Bukankah kita bertiga kakak beradik paling sempurna di dunia?
-
Sejak kapan Indonesia menjajah Papua? Bukankah Papua sendiri yang memilih bergabung dengan Indonesia, alih-alih Belanda, sang penjajah yang sebenarnya?
-
Aku hanya menyediakan telinga dan hatiku. Meraba-raba hatiku sendiri, dan hatinya, apakah luka yang diberikan pria itu sungguh sangat dalam? Bukankah pria itu selalu melukainya? Harusnya dia sudah terbiasa dengan luka itu layaknya aku yang terbiasa dengan luka yang dia berikan.
-
Bukankah perpisahan memang selalu lebih berat bagi yang ditinggalkan? Ada rasa sesak seperti gelembung-gelembung asam yang memenuhi ruang-ruang di dadamu.
Semua kata bijak dan ucapan terkenal bukankah akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 3)