Kata-kata Bijak 21 s/d 40 dari 220.
-
Nah, bukankah kamu jatuh cinta pada Soke Bahtera saat gerimis? Waktu-waktu terbaikmu bersamanya juga saat hujan, kan? Kabar buruk bagimu jika Soke Bahtera ternyata mencintai Claudia. Aku tidak bisa membayangkan betapa sakitnya kamu setiap kali hujan turun, mengenang semuanya. Itulah kenapa kamu selalu suka hujan selama ini. Aku sekarang paham. Karena setiap kali menatap hujan, kamu bisa mengenang banyak hal indah bersama Soke Bahtera. Kebersamaan kalian. Naik sepeda merah. Masuk akal lagi, bukan?
-
Bukankah Tuhan sudah menyediakan rezekinya masing-masing? Kenapa semua orang saling sikut, saling iri dan saling berusaha menjatuhkan satu sama lain untuk rezeki yang sebenarnya sudah ada porsinya?
-
Aku memang bukan pejalan yang ambisius. Aku suka tinggal di hotel, jalan-jalan seperlunya sekadar untuk mengirup ambience kota yang belum pernah kurasakan. Bukankah traveling itu dilakukan untuk menenangkan pikiran, recharge energi, rileks. Jadi kenapa kita harus disibukkan dengan upaya mengejar waktu ke banyak tujuan wisata, susah payah mendatangi tempat yang terpencil, atau makan kuliner lokal yang beresiko membuat perut kita berteriak protes bila tak sesuai?
-
Kalau pacarmu terus-terusan kau bentuk menjadi sesuai imajinasimu; kau paksa ia menjadi apa yang kau mau; kau larang ia mengejar impiannya, bukankah lebih baik kau berpacaran dengan dirimu sendiri saja.
-
Bukankah dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa menerima perbedaan pendapat dan asal muasal bukanlah tanda kelemahan melainkan awal dari kekuatan.
-
Bukankah dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa menerima perbedaan pendapat dan asal muasal bukanlah tanda kelemahan melainkan awal dari kekuatan.
-
Dan bukankah harta yang paling tak ternilai adalah persahabatan?
-
Banyak cara orang mendapatkan hidayah dan cinta, bukankah Allah yang menghidupkan dan mematikan mereka juga Maha Luas Cinta-Nya? Setitik dari cinta yang telah diturunkan telah menggugah bagian terdalam jiwa. Membebaskannya dari jeruji hitam putih yang selama ini mengurung.
Asma Nadia
Penulis dari Indonesia, Pendiri Forum Lingkar Pena dan Manajer Asma Nadia Publishing House (1972 - ) -
Bukankah ini lucu bagaimana hari demi hari tak berubah sama sekali. Tapi ketika anda melihat kebelakang, semuanya telah berbeda?
Asli:Isn't it funny how day by day nothing changes but when you look back, everything is different?
-
Bukankah apa pun yang terjadi dan kita alami saat ini, semuanya sudah digariskan Tuhan? Bahkan daun yang jatuh dari pohon pun sudah ada catatannya. Apalagi hal-hal yang menyangkut jodoh kita. Seperti orang bilang, lahir-jodoh-mati itu rahasia Tuhan. Jadi, nikmati saja apa yang ada saat ini.
-
Aku tak tahu bagaimana perasaannya terhadapku. Aku tak boleh tergesa-gesa menyebut segalanya adalah cinta. Cinta bukan sepaket perkenalan yang terbentuk tanpa proses. Semua harus butuh proses. Tapi, bukankah aku dan dia memang sedang dalam proses?
-
Nikmati saja semuanya. Kalau panas,nikmatilah panas itu. Rasakan. Kalau tak tahan, ya berteduhlah. Kalau ada tanjakan, dakilah. Tak kuat, ya turun dan tuntunlah. Praktis kan? Atau yakinlah bahwa Tuhan memberi kita ujian sekaligus menciptakan pundak bagi kita. Bukankah DIA tak akan pernah memberi ujian melebihi batas kemampuan kita?
-
Bukankah ketidakpuasan yang sudah lama ditekan itu ditekan agar bisa disangkal akhirnya akan berubah menjadi kemarahan, keputuasaan, dan kegilaan? Tidak bisakah kau melihat pemberontakan di ujung semuanya ini?
-
Bukankah di Al-Quran disebutkan bahwa manusia diciptakan untuk mengabdi?
-
Toko buku bagiku adalah surga. Tempat ilmu pengetahuan dan hiburan tersedia. Tempat aku bisa merasakan kenyamanan sekaligus kedamaian. Bukankah semua itu ada di surga?! Aku menghirup dalam-dalam aroma yang kucium saat ini. Mungkin orang lain akan menganggap ini berlebihan, tetapi dapat aku katakan aku bisa mencium aroma wangi kertas. Aroma yang mengelilingi surgaku ini. Aroma yang kusukai. Di mana aku berdiri, aroma itu selalu ada. Itu sebabnya aku menyukai seluruh bagian toko buku. Aku bisa berada di bagian buku tentang kuliner selama berjam-jam tanpa ada masalah. Sama halnya dengan berada di bagian komik atau novel. Bahkan, aku tidak keberatan jika mengelilingi bagian stationery berulang-ulang. Begitu besarnya kecintaanku akan toko buku, sampai aku pernah mengkhayalkan akan bertemu dengan soulmate-ku di toko buku…
-
Allah yang menjadi sutradara, penulis skenario, dan menciptakan setting agar kita bisa memainkan peran sebaik-baiknya. Bukankah kita sering mendengar orang yang sukses dalam hidup adalah orang yang benar-benar menghayati peran yang sedang ia jalankan?
-
Apakah ini sungguhan Mimpi? Bukankah ini hanyalah sebuah pelarian, yang didasari akan ketakutan terhadap realita?
-
Bukankah cinta datang dengan segala bahagianya, juga sakitnya.
-
Bukankah satu pintu lebih baik daripada kebingungan membayar lewat banyak pintu?
-
Jika kita membalas kemarahan dengan kemarahan bukankah kita tidak lebih dari sebuah cermin keburukan saja?
Semua kata bijak dan ucapan terkenal bukankah akan selalu Anda temukan di JagoKata.com (halaman 2)