Kata-kata Bijak: dengan berhati-hati

  • Ada saatnya kau harus melepaskan seseorang, bukan karena tidak mencintainya, tetapi demi menjaga hati kita sendiri agar tidak terluka lagi oleh sikap yang sama dan orang yang sama.
  • Ada saatnya kau harus melepaskan seseorang, bukan karena tidak mencintainya, tetapi demi menjaga hati kita sendiri agar tidak terluka lagi oleh sikap yang sama dan orang yang sama.
  • Cinta datang dari mata ke hati. Selanjutnya dari hati ke air mata.
  • Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Dalam setiap kasih, selalu ada hati yang menerima.
  • Kata-kata lembut melunakkan hati yang lebih keras dari batu, kata-kata kasar mengeraskan hati yang lebih lembut dari sutra.
  • Memberikan kesenangan kepada sebuah hati dengan sebuah tindakan masih lebih baik daripada seribu kepala yang menunduk berdoa.
  • Adalah sepi yang akhirnya mengumpulkan lara. Menutup paksa katup bahagia, pada hati yang terbiasa oleh kecewa.
  • Cinta tidak terlihat dengan mata, tetapi dengan hati.
  • Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
  • Hati dikatakan baik bila telah diisi dengan taqwa, tawakkal, tauhid dan ikhlas kepadaNya dalam semua amalan. Hadiahi kami dgn itu semua Yaa Robb.
  • Jatuh hati mengajarkan aku bagaimana memberanikan diri. Juga bagaimana menjadi sabar saat kau tinggalkan sendiri.
  • Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.
  • Sebuah hati yang baik dan sebuah kepala yang baik akan selalu menjadi sebuah kombinasi yang dahsyat.
  • Tak ada orang yang terlahir untuk membenci orang lain karena warna kulitnya, latar belakangnya, atau agamanya. Orang harus belajar untuk membenci. Jika bisa belajar untuk membenci, maka mereka bisa diajar untuk mengasihi karena kasih lebih alamiah bagi hati manusia ketimbang sebaliknya.
  • Jiwa-jiwa yang kuat tidak iri hati dan tidak takut. Iri hati merupakan kesangsian dan takut merupakan kekerdilan.
  • Mata hati punya kemampuan 70 kali lebih besar untuk melihat kebenaran dari pada indra penglihatan.
  • Saat kita memutuskan memaafkan seseorang, itu bukan persoalan apakah orang itu salah, dan kita benar. Apakah orang itu memang jahat atau aniaya, bukan! Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati.
  • Seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk
  • Jika kita berdoa, lantas situasi tetap begitu-begitu saja, tidak ada yang berubah, bukan berarti doa kita tidak makbul, boleh jadi, Tuhan sedang menguji agar hati kitalah yang berubah terlebih dulu.
  • Tidak apa sering sakit hati, dilupakan, ditinggalkan. Banyak orang besar lahir dari sakit hati.
+17

Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 2283.

  • Buya Hamka Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri.
    Buya Hamka
    Seorang ulama, aktivis dan sastrawan Indonesia 1908-1981
    - +
    5,6k
  • Ali bin Abi Thalib Hati manusia adalah seperti binatang buas. Barangsiapa hendak menjinakkannya, akan diterkamnya.
    Ali bin Abi Thalib
    Pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad 599-661
    - +
    2,6k
  • Boy Candra Ada saatnya kau harus melepaskan seseorang, bukan karena tidak mencintainya, tetapi demi menjaga hati kita sendiri agar tidak terluka lagi oleh sikap yang sama dan orang yang sama.
    Sumber: Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang Jangan Terlalu Lemah, hlm. 92
    Boy Candra
    Penulis dari Indonesia 1989-
    - +
    2,4k
  • Raditya Dika Cara dia ngelihat cinta akan berbeda semenjak patah hati itu.
    Sumber: Koala Kumal 207
    Raditya Dika
    Penulis, pelawak, aktor, pemeran dan sutradara dari Indonesia 1984-
    - +
    2,3k
  • Tere Liye Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah-hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. Saat orang lain bahagia menatap hujan, kamu justru nelangsa sedih melihat keluar jendela.
    Sumber: Hujan
    Tere Liye
    Penulis dari Indonesia 1979-
    - +
    2,1k
  • Soekarno Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya.
    Soekarno
    Presiden pertama Indonesia 1901-1970
    - +
    1,7k
  • Raditya Dika Cinta datang dari mata ke hati. Selanjutnya dari hati ke air mata.
    Sumber: Manusia Setengah Salmon
    Raditya Dika
    Penulis, pelawak, aktor, pemeran dan sutradara dari Indonesia 1984-
    - +
    1,4k
  • Buya Hamka Kehidupan itu laksana lautan. Orang yang tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, maka karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang. Hilang di tengah samudera yang luas. Tiada akan tercapai olehnya tanah tepi.
    Buya Hamka
    Seorang ulama, aktivis dan sastrawan Indonesia 1908-1981
    - +
    1,3k
  • Jalaluddin Rumi Selamat tinggal hanya untuk mereka yang suka dengan mata mereka. Karena bagi mereka yang suka dengan hati dan jiwa tidak ada hal seperti pemisah.
    Jalaluddin Rumi
    Penyair sufi, ahli hukum, sarjana Islam dan teolog dari Persia 1207-1273
    - +
    1,2k
  • Alit Susanto Dan alasan kedua hujan turun ke bumi adalah untuk menghembuskan rasa rindu di hati para manusia.
    Sumber: Skripshit 273
    Alit Susanto
    Penulis dari Indonesia 1987-
    - +
    +828
Kata-kata berhati-hati - quotes, kata-kata bijak dan kutipan dengan berhati-hati yang terbaik dan terkenal: 2283 ditemukan

Arti kata berhati-hati menerut KBBI

berhati-hati [ber·ha·ti-ha·ti]

Kata Verbia (kata kerja)

Arti: hati-hati;

Lihat arti berhati-hati lengkap

Kata kunci dari kata bijak ini:

  1. menjinakkannya
  2. mewujudkannya
  3. menghembuskan
  4. diterkamnya
  5. menyakitkan
  6. selanjutnya